Manajemen Aliran Modal Asing melalui Jalur Suku Bunga dan Jalur Modal : Studi Kasus Stabilitas Keuangan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11625Keywords:
Jalur Modal, Jalur Suku Bunga, Arus Modal Asing, Stabilitas KeuanganAbstract
Penelitian ini mengkombinasikan antara kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mendeteksi bagaimana arus modal asing mempengaruhi stabilitas keuangan dan harga. Jalur makroprudensial menggunakan jalur modal, sedangkan jalur transmisi kebijakan moneter menggunakan jalur suku bunga. Penelitian ini menggunakan analisis Struktural Vector Auto Regression (SVAR) dengan data kuartal time series tahun 2005 – 2025 yang berasal dari Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia dan World Bank. Dalam tekanan arus modal asing, jalur suku bunga dan jalur modal, keduanya bekerja sama untuk menjaga stabilitas keuangan dan mengendalikan inflasi. Faktor utama yang menggoncangkan cadangan devisa, inflasi, dan nilai tukar adalah adalah derasnya arus modal yang masuk ke Indonesia, terutama dari investasi portfolio. Namun demikian, kebijakan perubahan tingkat suku bunga, berdampak besar pada arus modal masuk ke Indonesia. Di sisi lain, suku bunga acuan dan bantalan modal, saling bekerja sama dalam menjaga stabilitas harga dan stabilitas keuangan. Nilai kontribusi masing-masing instrumen seimbang, hal ini menunjukkan kedua kebijakan bersepakat untuk mencapai stabilitas harga dan stabilitas keuangan. Jalur suku bunga berfungsi sebagai instrumen moneter untuk memengaruhi arus modal internasional, sedangkan jalur modal mencerminkan respons investor terhadap kondisi ekonomi domestik dan global. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan bank sentral dalam merumuskan kebijakan makroprudensial dan moneter yang efektif guna meminimalkan risiko volatilitas aliran modal serta memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Downloads
References
1. Agung Juda, Cicilia A. Harun, Elis Deriantino (2021). Kebijakan Makro Prudensial Di Indonesia. Depok : Rajawali Pers. Aulia Telisa, (2018). Teori Ekonomi Makro Dan Penerapannya di Indonesia. Depok : Rajawali Pers.
2. Conglai Fan and Gao Jiechao. (2019). Differentiation of Economic and Financial Cycles and the Logic of China’s Monetary Policy Reform. China Political Economy, Vol. 2 No. 2, 2019.
3. Christophe Blot, Jérôme Creel, Paul Hubert, Fabien Labondance, Francesco Saraceno (2015). Assessing the Link Between Price and Financial Stability. Journal of Financial Stability 16 (2015) 71–88.
4. Drehmann, M., Gambacorta, L.(2011). “The Effect of Countercyclical Capital Buffers on Bank Lending”. Applied Economics Letters ISSN 1350–4851 /ISSN 1466–4291 2011.
5. Ekananda, Mahyus. (2016). Analisis Ekonometrika Time Series. Jakarta: Mitra Wacana Media.
6. Eoin O’Brien, Martin O’Brien, Sofia Velasco. (2018). Measuring and Mitigating Cyclical Systemic Risk in Ireland: The Application of the Countercyclical Capital Buffer.Central Bank of Ireland. No. 4, 2018.
7. Galindo, A., Micco, A. (2004). Do State Owned Banks Promote Growth? Cross-Country Evidence for Manufacturing Industries. Economics Letter, 84(3), 371-376.
8.Gambacorta, Leondardo & Ibanez, David M. (2011), ”The Bank Lending Channel : Lessons from The Crisis”. BIS Working Paper No. 345.
9.Grant Spencer. (2014). Coordination of Monetary Policy and Macroprudential Policy. A Speech Delivered to Credit Suisse Asian Investment Conference in Hong Kong. Reserve Bank of New Zealand.
10. Issing, O. (2003). Monetary and Financial Stability - Is There a Trade - Off ? Conference on “Monetary Stability, Financial Stability and the Business Cycle”. Basel: Bank for International Settlements
11. Jaspreet Kaur, Navita Nathani and Resham Chopra. (2019). Interactions Between Macroprudential Framework and Macroeconomic Indicators. Vol. 46(1):59–73. https://doi.org/10.1007/s40622-019-00203.
12. Juhro, S. M (2020). Pengantar Kebanksentralan, Teori dan Kebijakan. Depok: RajaGrafindo Persada.
13. Kenshiro Ninomiya and Masaaki Tokuda. (2017). Financial Instability in Japan: Debt, Confidence and Financial Structure. Research in Political Economy, Volume 32, 39 – 61.
14. Liliana Donatha, Mihutescu Cerna Veronica, Ionela Oprea (2015). The Monetary Macroprudential Policy Stance in Safeguarding Financial Stability : The case of Romania. Procedia Economics and Finance. 32 (2015) 111–118 https://doi : 10.1016/S2212-5671(15)01371-4 ww.elsevier.com/locate/procedia.
15. Levine, R. (1997). Financial Development and Economic Growth: Views and Agenda. Journal of Economic Literature, 35(2), 688-726.
16. Malarvizhi, C. A. N., Zeynali, Y., Mamun, A. AI, & Ahmad, G,. Bin. (2019). Financial Development and Economic Growth in Asean-5 Countries. Global Business Review, 20(1), 57-71. https://doi.org/10.1177/0972150918802684
17. Masih, R., & Masih, A. M. M. (1996). Macroeconomic Activity Dynamics and Granger Causality: New Evidence from a Small Developing Economy Based on a VECM Analysis. Economic Modelling, 13(3), 407-426.
18. Maski, Ghozali. (2005). Studi Efektifitas Jalur-jalur Transmisi Kebijakan Moneter dengan Sasaran Tunggal Inflasi (Pendekatan VAR). Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya.
20. Minsky, Hyman. (1991). Financial Crises: Systematic or Idiosyncratic, Working Paper, No. 51, The Jerome Levy Economics Institute of Bard College.
21. Mishkin, Frederic S. (2007). Is Financial Globalization Beneficial? Journal of Money, Credit and Banking, 39(2-3), 259-294.
22. Natsir. M (2014). Ekonomi Moneter dan Kebanksentralan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
23. Papa N’Diaye. (2009). Countercyclical Macro Prudential Policies in a Supporting Role to Monetary Policy. IMF Working Paper Asia and Pacific Department. WP/09/257.
24. Radoje Žugić and Nikola Fabris. (2013). Framework for Preserving Financial Stability in Montenegro. Journal of Central Banking Theory and Practice, 2014, Vol.3 No.1, pp. 27-41.
25. Rajan, R.G. (2001). Financial Systems, Industrial Structure, and Growth. Oxford Review of Economic Policy, 17(4), 467-482. https://doi.org/10.1093/oxrep/17.4.467.
26. Runchana Pongsaparn, Warapong Wongwachara, and Rattasat Nudam. (2017). Macroprudential Policy: Its Role, Effectiveness and Interaction With Monetary Policy. Monetary Policy Group, Bank of Thailand FAQ Issue 121.
27. Schrawat, M., & Giri, A. (2015). Financial Development and Economic Growth: Empirical Evidence from India. Studies in Economiocs and Finance, 32(3), 340-356. https://doi.org/10.1179/str.2006.53.4.005.
28. Spancer, Grant. (2014). Coordination of Monetary Policy and Macroprudential Policy, Reserve Bank of New Zealand.
29. Stephan Fahr and John Fell. (2017). Macroprudential policy – Closing the Financial Stability Gap. Journal of Financial Regulation and Compliance Vol. 25 No. 4, 2017 pp. 334-359.
30. Trichet, J. (2005). Financial stability and the insurance sector. The Geneva Papers, 30, 65-71.
31. Warjiyo, Perry., & Solikin M. Juhro. (2016). Kebijakan Bank Sentral, Teori dan Praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
32. Wibowo, Budi dan Eduardo Lazuardi. (2016). Empirical Evidance of Monetary Policy Transmission Mechanism: Indonesia Banking Sector Interest Rate Pass-through. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 16 No. 2. http://dx.doi.org/10.21002/jepi.v16i2.629.
33. Widarjono, Agus. (2013). Ekonometrika.Yogjakarta: UPP STIM YKPN.
34. Zen Kemu, Suparman; Syahriri Ika. (2016). Transmission of BI Rate As an Instrument To Achieve Monetary Policy Goals. Kajian Ekonomi Keuangan Vol. 20 No. 3. http://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tohap Parulian, Ida Royani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















