Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMP Negeri Yanggandur Kabupaten Merauke

Authors

  • Noer Soelistijaningsih Universitas Strada Indonesia
  • Mega Mahardika Universitas Strada Indonesia
  • Melati Maria Yuliani Prasetyo Universitas Strada Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11616

Keywords:

Kesehatan Reproduksi Remaja, Edukasi Berbasis Sekolah, Literasi Kesehatan, PHBS, Daerah Perbatasan

Abstract

Literasi kesehatan reproduksi remaja di daerah terpencil dan perbatasan menghadapi tantangan signifikan akibat faktor geografis, keterbatasan akses informasi ilmiah, dan norma sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan perilaku hidup sehat terkait kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri Yanggandur, Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan meliputi pengkajian situasi dengan analisis fishbone, penentuan prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), analisis SWOT, serta implementasi edukasi melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil analisis USG mengidentifikasi tiga prioritas masalah, yaitu minimnya media edukasi dengan skor 14, rendahnya pengetahuan higiene dan PHBS organ reproduksi dengan skor 13, serta kurangnya pemahaman pencegahan perilaku berisiko dan pubertas dengan skor 12. Analisis SWOT menempatkan program pada Kuadran I (Growth Strategy), yang menunjukkan kekuatan dan peluang yang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Evaluasi pasca-edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi, perubahan pubertas, kebersihan organ reproduksi, dan pentingnya perilaku hidup sehat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi berbasis sekolah merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa dan memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di sekolah. Implikasinya, diperlukan pemanfaatan media digital, penguatan peran guru, dan kemitraan lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan edukasi kesehatan reproduksi di wilayah perbatasan secara komprehensif dan berkesinambungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Y. Pratama and M. Sari, "Pengaruh media sosial dan teman sebaya terhadap literasi kesehatan reproduksi remaja," J. Kesehat. Masy. Nas., vol. 18, no. 1, pp. 45–53, 2024.

[2] World Health Organization, Adolescent Health and Development: Strategic Directions and Evidence-Based Interventions. Geneva, Switzerland: WHO, 2023.

[3] D. Rahayu, A. Wulandari, and R. Hidayat, "Analisis kebutuhan literasi kesehatan reproduksi pada remaja di daerah geografis terpencil," J. Promosi Kesehat. Indones., vol. 18, no. 3, pp. 201–210, 2023.

[4] Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Pelaksanaan Program Kesehatan Reproduksi Remaja Terintegrasi. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2022.

[5] E. Susanti and P. Lestari, "Efektivitas intervensi edukasi sekolah terhadap pencegahan perilaku berisiko pada remaja," J. Keperawatan Kesehat. Komunitas, vol. 10, no. 1, pp. 15–24, 2024.

[6] B. Purnomo, Y. Pratama, and S. Nugroho, "Pengembangan media edukasi kesehatan reproduksi kontekstual untuk siswa SMP di wilayah perbatasan," J. Inov. Pendidik. Kesehat., vol. 7, no. 1, pp. 22–31, 2025.

[7] R. Hidayat and A. Saputra, "Peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat berbasis bukti di daerah terpencil," J. Pengabdi. Kpd. Masy. Indones., vol. 5, no. 2, pp. 112–120, 2023.

[8] D. A. Pratiwi, I. Rahmawati, and E. Susanti, "Literasi kesehatan reproduksi dan praktik higiene pada remaja di daerah perbatasan Indonesia," J. Kesehat. Masy. Nas., vol. 17, no. 4, pp. 215–222, 2023.

[9] R. A. Wulandari and P. D. Lestari, "Hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa SMP," J. Keperawatan Kesehat. Komunitas, vol. 8, no. 2, pp. 112–120, 2022.

[10] M. P. Sari and R. Y. Pratama, "Efektivitas metode peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja," J. Promosi Kesehat. Indones., vol. 18, no. 1, pp. 45–53, 2023.

[11] N. A. Damayanti et al., "Edukasi kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 137 Jakarta," Info Abdi Cendekia, vol. 2, no. 2, 2019.

[12] Z. Zakiyyah et al., "Peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi dengan ceramah interaktif dan media visual serta asesmen pengetahuan di SMP Negeri 1 Plumbon Kabupaten Cirebon," J. Pengabdi. Masy. Indones., vol. 5, no. 4, pp. 665–672, 2025.

[13] D. R. Adila et al., "Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada remaja SMP," J. Altifani Penelit. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 2, pp. 148–154, 2025.

[14] S. D. Darlia, S. Masitoh, and J. Batlajeri, "Pengaruh edukasi tentang kesehatan reproduksi dengan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMPN 210 Jakarta Timur," Health Promot. Community Engagem. J., vol. 4, no. 1, 2025.

[15] S. M. Myat, P. Pattanittum, and J. Sothornwit, "School-based comprehensive sexuality education for prevention of adolescent pregnancy: a scoping review," BMC Women's Health, vol. 24, no. 137, 2024.

Downloads

Published

16-07-2026

How to Cite

[1]
N. Soelistijaningsih, M. Mahardika, and M. M. Y. Prasetyo, “Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMP Negeri Yanggandur Kabupaten Merauke”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15889–15898, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles