Analisis Risiko Likuiditas dan Kebijakan Dividen pada PT Sido Muncul Tbk

Authors

  • Maudhy Rahmawati Hartono Putri Universitas Indonesia Membangun
  • Siti Sabila Universitas Indonesia Membangun
  • Yoyo Sudaryo Universitas Indonesia Membangun
  • Eko Djoko Prabowo Universitas Indonesia Membangun

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11613

Keywords:

Risiko Likuiditas, Kebijakan Dividen, PT Sido Muncul Tbk

Abstract

Kebijakan dividen agresif berpotensi menggerus laba ditahan dan meningkatkan risiko likuiditas perusahaan, meskipun dividen tinggi dianggap daya tarik utama investor income di pasar modal Indonesia. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi sorotan karena reputasinya sebagai dividend champion dengan rasio pembayaran tinggi, sehingga muncul pertanyaan apakah pola tersebut sejalan dengan kecukupan bantalan likuiditasnya. Penelitian ini menganalisis pola kebijakan dividen SIDO tahun buku 2021–2025, mengaitkannya dengan risiko likuiditas, serta menelaah peran alokasi laba ditahan RUPS sebagai cash buffer, menggunakan desain deskriptif kualitatif non-statistik dan teknik tren horizontal atas data sekunder risalah RUPS dan laporan keuangan tahunan Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pola eskalasi bertahap: rasio pembagian laba meningkat konsisten dari 90% (2021) menjadi 99,1% (2022) dan 96,6% (2023), mencapai puncaknya 100% (2024), sebelum terkoreksi ke 88,6% pada 2025. Temuan ini mengonfirmasi bahwa SIDO baru menurunkan proporsi dividen secara berarti setelah laba ditahan tergerus selama tiga tahun buku berturut-turut. Penelitian ini menyarankan laba ditahan dijaga pada level memadai secara konsisten setiap tahun, bukan hanya setelah tekanan likuiditas terakumulasi, sebagai cash buffer untuk memitigasi risiko likuiditas mendadak, sekaligus menjadi rujukan komparatif bagi investor, kreditur, dan manajemen emiten sejenis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. A. Panjaitan and P. Lisdiono, “Evaluasi manajemen risiko likuiditas untuk resiliensi Bank XYZ,” Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, vol. 8, no. 3, pp. 2760–2770, 2024. https://doi.org/10.33395/owner.v8i3.2174

[2] M. H. Miller and F. Modigliani, “Dividend policy, growth, and the valuation of shares,” The Journal of Business, vol. 34, no. 4, pp. 411–433, 1961. https://doi.org/10.1086/294442

[3] S. A. Ross, R. W. Westerfield, and B. D. Jordan, Fundamentals of Corporate Finance, 13th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2022.

[4] M. C. Jensen, “Agency costs of free cash flow, corporate finance, and takeovers,” The American Economic Review, vol. 76, no. 2, pp. 323–329, 1986.

[5] R. A. Brealey, S. C. Myers, F. Allen, and A. Edmans, Principles of Corporate Finance, 14th ed. New York: McGraw Hill Education, 2022.

[6] J. Lintner, “Distribution of incomes of corporations among dividends, retained earnings, and taxes,” The American Economic Review, vol. 46, no. 2, pp. 97–113, 1956.

[7] C. J. Zutter and S. B. Smart, Principles of Managerial Finance, 16th ed. Boston: Pearson Education, 2022.

[8] S. Ed-Dafali, R. Patel, and N. Iqbal, “A bibliometric review of dividend policy literature,” Research in International Business and Finance, vol. 65, art. 101987, 2023. https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2023.101987

[9] E. M. Miller, J. E. Porter, and M. S. Barbagallo, “Simplifying qualitative case study research methodology: A step-by-step guide using a palliative care example,” The Qualitative Report, vol. 28, no. 8, pp. 2363–2379, 2023. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2023.6478

[10] A. A. Olayinka, “Financial statement analysis as a tool for investment decisions and assessment of companies’ performance,” International Journal of Financial, Accounting, and Management, vol. 4, no. 1, pp. 49–66, 2022. https://doi.org/10.35912/ijfam.v4i1.852

[11] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 2nd ed. Bandung: Alfabeta, 2023.

[12] Bursa Efek Indonesia, “Ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tahun buku 2021–2025,” Keterbukaan Informasi Emiten, 2025. www.idx.co.id

[13] PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, “Laporan tahunan dan laporan keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tahun buku 2021–2025,” Bursa Efek Indonesia, 2025. www.idx.co.id

[14] H. DeAngelo and L. DeAngelo, “The irrelevance of the MM dividend irrelevance theorem,” Journal of Financial Economics, vol. 79, no. 2, pp. 293–315, 2006. https://doi.org/10.1016/j.jfineco.2005.03.003

[15] F. Allen and R. Michaely, “Payout policy,” in Handbook of the Economics of Finance, vol. 1, G. M. Constantinides, M. Harris, and R. M. Stulz, Eds. Amsterdam: Elsevier, 2003, pp. 337–429. https://doi.org/10.1016/S1574-0102(03)01011-2

[16] Y. Yusuf and A. Suherman, “Pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen dengan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel mediasi,” Jurnal Akuntansi dan Bisnis Indonesia, vol. 2, no. 1, pp. 39–49, 2021. https://doi.org/10.55122/jabisi.v2i1.203

[17] M. W. Khasbulloh, M. Khasanah, and M. A. A. Qusaeri, “Analisis pengaruh likuiditas, leverage, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening,” Jurnal Minfo Polgan, vol. 12, no. 1, pp. 1186–1200, 2023. https://doi.org/10.33395/jmp.v12i1.12662

[18] Imilda, R. Hajriyanti, and R. Zahra, “Peran kebijakan dividen dalam memoderasi pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan,” Jurnal Manajemen dan Teknologi, vol. 2, no. 1, pp. 18–31, 2025. https://doi.org/10.63447/jmt.v2i1.1376

Downloads

Published

16-07-2026

How to Cite

[1]
M. R. H. Putri, S. Sabila, Y. Sudaryo, and E. D. Prabowo, “Analisis Risiko Likuiditas dan Kebijakan Dividen pada PT Sido Muncul Tbk”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15921–15929, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles