Pengaruh Work–Life Balance, Pengembangan Karier dan Transparansi Informasi terhadap Kepuasan Kerja

Authors

  • Anggi Herdian Universitas Sains Indonesia
  • Endah Murtiana Sari Universitas Sains Indonesia
  • Ali Muhammad Universitas Sains Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11527

Keywords:

Work–Life Balance, Pengembangan Karier, Transparansi Informasi, Kepuasan Kerja, Karyawan Kontrak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, pengembangan karier, dan transparansi informasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Departemen Produksi PT XYZ. Kepuasan kerja menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas, komitmen, serta keberlanjutan kinerja organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier dan transparansi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Sebaliknya, work-life balance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja. Meskipun demikian, pengujian simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,660 menunjukkan bahwa 66,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh work-life balance, pengembangan karier, dan transparansi informasi, sedangkan 34,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan lebih dipengaruhi oleh adanya peluang pengembangan karier yang jelas serta transparansi informasi dalam organisasi dibandingkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Anggi Herdian, Universitas Sains Indonesia

Faculty of Management

Endah Murtiana Sari, Universitas Sains Indonesia

Faculty of Technic

References

1. Locke, E. A. (1976). The nature and causes of job satisfaction. In M. D. Dunnette (Ed.), Handbook of industrial and organizational psychology (pp. 1297-1349). Rand McNally.

2. Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. (1959). The motivation to work. Wiley.

3. Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76-88.

4. Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747-770. https://doi.org/10.1177/0018726700536001

5. Noe, R. A. (2017). Employee training and development (7th ed.). McGraw-Hill Education.

6. Faronsyah, M. I., & Trisninawati. (2020). Pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Jasa Raharja Putera Palembang. JIBM, 3(2), 113-121.

7. Rulianti, E., & Nurlilah, M. (2020). Pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja yang dimediasi oleh motivasi kerja. JESYA (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah), 4(1), 211-220. https://doi.org/10.36778/jesya.v4i1.317

8. Greenberg, J. (1990). Organizational justice: Yesterday, today, and tomorrow. Journal of Management, 16(2), 399-432. https://doi.org/10.1177/014920639001600208

9. Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305-360.

10. Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

11. Susanto, P., Hoque, M. E., Jannat, T., & Emely, B. (2022). Work-life balance, job satisfaction, and job performance of SMEs employees: The moderating role of family-supportive supervisor behaviors. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.906876

12. Orešković, T., et al. (2023). Associations of working from home with job satisfaction, work-life balance, and working-model preferences. Frontiers in Psychology, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1258750

13. Wati, D., Wahyu, A. G. P., & Tanuwijaya, J. (2024). Pengaruh pay transparency terhadap job satisfaction, turnover intention, dan organizational commitment serta perceived organizational support sebagai variabel mediasi. Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi, 5(1). https://doi.org/10.37631/ebisma.v5i1.1059

14. Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS (9th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

15. Andriyani, F., Aida, N., Sinurat, M., & Cen, C. C. (2024). The influence of career development on employee retention with job satisfaction as an intervening variable at PT. Socfindo Tanah Besih. Jurnal Ekonomi, 13(2). https://doi.org/10.54209/ekonomi.v13i02

16. Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513-524.

17. Panjaitan, F., & Sinaga, Y. F. (2022). The effect of career development, competence and compensation on job satisfaction and their impact on employee performance at the National Unit and Political Agency of North Sumatra Province. Sultanist: Jurnal Manajemen dan Keuangan, 10(2). https://doi.org/10.37403/sultanist.v10i2.444

Downloads

Published

16-07-2026

How to Cite

[1]
A. Herdian, E. M. Sari, and A. Muhammad, “Pengaruh Work–Life Balance, Pengembangan Karier dan Transparansi Informasi terhadap Kepuasan Kerja”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15844–15853, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles