Hubungan Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar

Authors

  • Baiti Sanjaya Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Rahmisyah Rahmisyah Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Fitria Fitria Universitas Bina Bangsa Getsempena

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11471

Keywords:

Fast Food, Kebiasaan Makan, Dismenore

Abstract

Dismenore merupakan keluhan kesehatan reproduksi yang jamak dialami remaja putri serta berisiko mengganggu aktivitas belajar harian. Salah satu pemicu yang diduga memengaruhi derajat nyerinya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) yang tinggi lemak trans, gula, dan natrium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan makan makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap seluruh siswi kelas X dan XI yang berjumlah 135 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling, dan pengumpulan data berlangsung pada 6–9 Juni 2026 memakai instrumen kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square lewat program SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki kebiasaan makan fast food kategori cukup sebanyak 115 orang (85,2%), dan sebagian besar responden mengalami dismenore sedang sebanyak 69 orang (51,1%). Lebih lanjut, hasil uji bivariat Chi-Square menghasilkan nilai p-value = 0,827 (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Keluhan dismenore pada populasi ini diduga lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internal lain seperti biologis, hormonal, genetik, ataupun aktivitas fisik responden.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Amir, S. A. Siregar, dan M. Syukri, "Edukasi Kesehatan Reproduksi, Pelatihan Mengurangi Nyeri Haid Dengan Metode Stretching, Dan Pembentukan Peer Educator," JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), vol. 6, no. 1, hal. 369, 2022.

[2] Kementerian Kesehatan RI, Laporan Nasional Riskesdas 2018, Jakarta: Kemenkes RI, 2019.

[3] S. Furness, S. Bahri, dan K. Khan, "Nutritional supplements for dysmenorrhea," Cochrane Database of Systematic Reviews, 2019.

[4] Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia 2023, Jakarta: Kemenkes RI, 2024.

[5] Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Profil Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh: Dinkes Aceh, 2019.

[6] N. P. Sari et al., "Pola konsumsi fast food dan dismenore di Banda Aceh," Jurnal Kesehatan, 2022.

[7] M. Y. Dawood, "Primary dysmenorrhea: Advances in pathogenesis and management," Obstetrics & Gynecology, 2006.

[8] Harianti Br. Ginting, "Pengaruh dismenore terhadap aktivitas belajar remaja putri," Jurnal Kesehatan, 2021.

[9] D. N. Aulia, S. Riyana, dan D. N. Anisa, "Hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan nyeri dismenore primer," Jurnal Kesehatan, 2024.

[10] A. R. Iskandar, Dasar Metodologi Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2023.

[11] Yuliana, Statistik untuk Penelitian Kesehatan, Jakarta: Salemba Medika, 2024.

[12] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2023.

[13] Amelia, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: EGC, 2020.

[14] W. Haryani dan I. Setyobroto, Etika Penelitian, Jakarta: Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Jakarta Selatan, 2022.

[15] T. Saras, Menggali Dampak Junk Food: Membedah Realitas dan Mencari Solusi, Yogyakarta: Tiram Media, 2023.

[16] N. P. Pradina Sari, "Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri," Skripsi, 2022.

[17] T. Annisa, "Hubungan Antara Pola Makan Dengan Dismenore Pada Remaja," PhD Thesis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2022.

[18] M. Chyntaka dan D. Murni, Gizi dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta: Salemba Medika, 2023.

[19] R. Ristiani, M. Rahman, dan N. Riza, Kupas Tuntas Gangguan Menstruasi dan Penanganannya, Jakarta: Guepedia, 2023.

[20] H. Goswami, D. Kumar, dan S. Biswas, "Dysmenorrhea impact and insights," Journal of Health Studies, 2023.

[21] Horvat et al., "Cognitive behavioral strategies and dysmenorrhea," Journal of Pain Research, 2023.

[22] Sari dan Agustin, "Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri," 2023.

[23] Priska Anggun D., Sarah Mardiyah, Wiwit Wijayanti, dan Maria Poppy, "Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Stress Dengan Dismenore Pada Siswi SMAN 7 Bekasi," Jurnal Kesehatan, vol. 32, hal. 35–43, 2025.

[24] W. S. Nurhajijah, "Pola Makan Dihubungkan Dengan Dismenorhea Pada Remaja Putri di MTS Ar-Rahmah Kota Tasikmalaya," 2022.

[25] Kementerian Kesehatan RI, "Pengaruh Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Remaja," 2023.

[26] Retno dan Amalia, "Status gizi dan dismenore," Jurnal Gizi, 2023.

Downloads

Published

15-07-2026

How to Cite

[1]
B. Sanjaya, R. Rahmisyah, and F. Fitria, “Hubungan Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15590–15600, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles