Evaluasi Risiko Keselamatan Kerja Berbasis Metode HIRARC pada Produksi Furniture
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11452Keywords:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), HIRARC, Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, Industri FurniturAbstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, terutama pada industri furnitur yang memiliki berbagai potensi bahaya akibat penggunaan mesin, peralatan kerja, serta bahan kimia. Namun, penerapan K3 pada industri furnitur skala kecil dan menengah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP), serta terbatasnya sistem pengendalian risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko kerja, serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko pada area produksi CV. Interia Studio menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemotongan kayu memiliki tingkat risiko tertinggi dengan skor risiko 16 yang termasuk kategori tinggi, sedangkan aktivitas pengamplasan, pengecatan, dan pengangkatan material berada pada kategori risiko sedang, serta aktivitas perakitan berada pada kategori risiko rendah. Tingginya tingkat risiko dipengaruhi oleh belum optimalnya penggunaan APD, belum adanya SOP tertulis, kurangnya pelatihan K3, serta belum tersedianya fasilitas keselamatan seperti APAR, kotak P3K, dan rambu keselamatan. Berdasarkan hasil analisis HIRARC, rekomendasi pengendalian difokuskan pada penerapan hierarki pengendalian risiko melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, penyediaan APD yang memadai, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan K3, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif pada industri furnitur.
Downloads
References
1. Alfatiyah, R. (2017). Analisis Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode HIRARC pada Pekerjaan Seksi Casting. SINTEK Jurnal: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 11(2), 88–101. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/sintek/article/view/2100
2. Amalia, R., Herwanto, D., & Zahra, W. R. (2023). Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Pemotongan Kayu. Industri Inovatif: Jurnal Teknik Industri, 13(1), 13–19. https://doi.org/10.36040/industri.v13i1.4523
3. International Labour Organization. (2019). Safety and Health at the Heart of the Future of Work: Building on 100 Years of Experience. ILO. https://www.ilo.org/safework/events/safeday/WCMS_686645/lang--en/index.htm
4. Rumae, S. S. A., Russeng, S. S., & Mahmud, N. U. (2023). Penerapan Manajemen Risiko dengan Metode HIRARC dalam Mencapai Zero Accident di PT. IKI Makassar. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 850–859.
5. Tambunan, W. (2019). Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC pada Proses Perbaikan Kapal Tugboat (Studi Kasus PT Marga Surya Shipindo, Samarinda). Journal of Industrial and Manufacturing Engineering, 3(1), 33. https://doi.org/10.31289/jime.v3i1.2525
6. Yuli, A., et al. (2022). Profil Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Indonesia Tahun 2022. BPJS Ketenagakerjaan.
7. Ramli, S. (2020). Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat.
8. Tarwaka. (2021). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
9. International Organization for Standardization. (2018). ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management Systems – Requirements with Guidance for Use. Geneva: ISO.
10. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.
11. Sari, D. P., & Nugroho, H. (2022). Analisis Risiko Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Industri Manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 23(2), 145–156.
12. Prasetyo, A., & Hidayat, T. (2023). Implementasi Metode HIRARC untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja pada Industri Pengolahan Kayu. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 12(1), 35–44.
13. Wijaya, M., & Santoso, R. (2024). Occupational Safety Risk Assessment Using HIRARC Method in Manufacturing Industry. International Journal of Industrial Engineering Research, 15(1), 55–67.
14. Handayani, E., & Kurniawan, D. (2023). Implementation of Occupational Health and Safety Management Based on HIRARC Method in Small and Medium Manufacturing Enterprises. Journal of Engineering and Applied Science, 20(4), 210–220.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ariansyah Ardi Suherman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















