Analisis Bidang Gelincir Tebing di Desa Sidodadi, Lampung Berbasis Metode Geolistrik
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11408Keywords:
Geolistrik, Mitigasi Bencana, Tanah Longsor, Bidang Gelicir, Lampung, Indeks Properties TanahAbstract
Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi sehingga diperlukan identifikasi karakteristik bawah permukaan sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanah, menentukan kedalaman bidang gelincir, serta mengevaluasi potensi longsor melalui integrasi metode geolistrik resistivitas dan pengujian indeks properties tanah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan akuisisi data geolistrik resistivitas satu lintasan, pengambilan sampel tanah tidak terganggu menggunakan hand bor, serta pengujian laboratorium yang meliputi berat volume, kadar air, analisis saringan, dan hidrometer. Data geolistrik diolah menggunakan perangkat lunak Res2DInv melalui inversi least-squares, kemudian diintegrasikan dengan data topografi dan hasil pengujian laboratorium untuk menginterpretasikan kondisi bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki berat volume sebesar 2,07 g/cm³, kadar air rata-rata 16,30%, serta didominasi material kedap air berdasarkan analisis saringan. Analisis hidrometer menunjukkan kandungan lanau sebesar 56,13% dan lempung 43,97%, sedangkan kemiringan lereng mencapai 32,61° yang termasuk kategori curam. Interpretasi geolistrik mengidentifikasi empat lapisan utama, yaitu lempung, batu serpih lapuk, batu pasir lempungan, dan batu gamping. Bidang gelincir diperkirakan berada pada kedalaman sekitar 16,2 m, tepat pada batas antara lapisan batu pasir lempungan dan batu gamping. Integrasi metode geolistrik dengan pengujian indeks properties tanah terbukti mampu memberikan informasi bawah permukaan yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan satu metode saja, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pemetaan kawasan rawan longsor, perencanaan mitigasi bencana, serta pengelolaan pembangunan pada wilayah dengan karakteristik geologi serupa.
Downloads
References
[1] R. D. Hantoro, I. Aliyah, and T. Istanabi, “Tingkat ancaman multi bencana alam di Kabupaten Karanganyar,” Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, vol. 6, no. 1, pp. 184–199, 2024, doi: 10.20961/desa-kota.v6i1.78280.184-199.
[2] A. Z. Rahman, “Kajian mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara,” Gema Publica, vol. 1, no. 1, pp. 1–14, 2015, doi: 10.14710/gp.1.1.2015.1-14.
[3] R. A. Sarwadi, I. Aliyah, and T. Istanabi, “Tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi bencana longsor di desa wisata lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar (Studi kasus: Desa Nglebak dan Kelurahan Tawangmangu),” Cakra Wisata, vol. 24, no. 2, pp. 58–73, 2023.
[4] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, “Bencana longsor,” 2019. [Online]. Available: http://dibi.bnpb.go.id/
[5] I. N. Permanasari, V. L. Ipmawan, and E. Khairuman, “Determination of slip surface using 2D geoelectric resistivity method and laboratory analysis for landslide prone area Pesawaran, Lampung,” presented at the IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2020, p. 012011. doi: 10.1088/1755-1315/537/1/012011.
[6] W. Widyaningrum, I. Aliyah, and T. Istanabi, “Keragaman tipe mitigasi bencana pada destinasi wisata di Kecamatan Ngargoyoso,” Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, vol. 6, no. 1, pp. 69–83, 2024, doi: 10.20961/desa-kota.v6i1.77445.69-83.
[7] I. N. Permanasari, M. F. Akbar, G. Handayani, and L. Hendarjaya, “Determination of the type of soil using 2D geoelectric method and laboratory analysis for landslide area Cililin, West Java,” presented at the Journal of Physics: Conference Series, 2019, p. 012042. doi: 10.1088/1742-6596/1127/1/012042.
[8] S. L. Gariano and F. Guzzetti, “Landslides in a changing climate,” Earth-Science Reviews, vol. 162, pp. 227–252, 2016, doi: 10.1016/j.earscirev.2016.08.011.
[9] Khosiah and A. Ariani, “Tingkat kerawanan tanah longsor di Dusun Landungan, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat,” Jurnal Ilmiah Mandala Education, vol. 3, no. 1, pp. 195–200, 2017, doi: 10.58258/jime.v3i1.37.
[10] H. S. Herlin and A. Budiman, “Penentuan bidang gelincir gerakan tanah dengan aplikasi geolistrik metode tahanan jenis dua dimensi konfigurasi Wenner-Schlumberger (Studi kasus di sekitar Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Limau Manis, Padang),” Jurnal Fisika Unand, vol. 1, no. 1, 2012, doi: 10.25077/jfu.1.1.%25p.2012.
[11] D. G. Bayuaji, A. L. Nugraha, and A. Sukmono, “Analisis penentuan zonasi risiko bencana tanah longsor berbasis sistem informasi geografis (Studi kasus: Kabupaten Banjarnegara),” Jurnal Geodesi Undip, vol. 5, no. 1, pp. 326–335, 2016, doi: 10.14710/jgundip.2016.10604.
[12] Y. Arifianti and Sumaryono, “Mengenal lebih dekat bencana longsor,” Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2020. [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/article/download/33556/31753
[13] D. M. Cruden and D. J. Varnes, “Landslide types and processes,” in Landslides: Investigation and Mitigation, A. K. Turner and R. L. Schuster, Eds., Washington, DC: National Academy Press, 1996, pp. 36–75.
[14] R. Mulyasari, I. G. B. Darmawan, and N. Haerudin, “Aplikasi metode geolistrik resistivitas untuk analisis bidang gelincir dan studi kasus karakteristik longsoran di Jalan Raya Suban, Bandar Lampung,” Jurnal Geofisika Eksplorasi, vol. 6, no. 1, pp. 66–76, 2020, doi: 10.23960/jge.v6i1.61.
[15] Z. Zakaria, Analisis kestabilan lereng tanah. Bandung: Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, 2009.
[16] A. R. Rasyid, I. Sastrawati, S. Syam, and F. S. Jaya, “Mitigasi daerah rentan gerakan tanah di Kabupaten Enrekang,” Universitas Hasanuddin, 2012.
[17] A. Hanafiah, Dasar-dasar ilmu tanah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005.
[18] H. T. Cahyo, U. Nugroho, and M. Purnomo, “Prediksi kedalaman dan bentuk bidang longsoran pada lereng Jalan Raya Sekaran Gunungpati Semarang berdasarkan pengujian sondir (147G),” presented at the Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 7, Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2013, p. G-109.
[19] L. J. Rusli and A. Basid, “Pendugaan bidang gelincir tanah longsor berdasarkan sifat kelistrikan bumi dengan aplikasi geolistrik metode tahanan jenis (Studi kasus daerah lereng Kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim Kecamatan Junrejo, Batu, Malang),” Neutrino, vol. 3, no. 1, 2010, doi: 10.18860/neu.v0i0.1621.
[20] N. D. C. W. Priyantari, “Penentuan bidang gelincir tanah longsor berdasarkan sifat kelistrikan bumi (Determination of slip surface based on geoelectricity properties),” Jurnal Fisika, vol. 6, no. 2, 2005.
[21] S. Sugito, Z. Irayani, and I. Permana Jati, “Investigasi bidang gelincir tanah longsor menggunakan metode geolistrik tahanan jenis di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas,” Berkala Fisika, vol. 13, no. 2, pp. 49–54, 2010.
[22] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pesawaran dalam angka 2018. Pesawaran: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran, 2018.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syifa Nuraini, Ikah Ning P. Permanasari, Surono Surono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















