Evaluasi Kinerja Stasiun Ngunut Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Menggunakan Metode IPA

Authors

  • Raidedo Silalahi Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Lega Fatahillah Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Annissa Siti Nurhasanah Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • R. Caesario Boing Rachmat Raharjo Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11369

Keywords:

Stasiun Ngunut, Kualitas Pelayanan, IPA, Fasilitas Stasiun, Standar Pelayanan Minimum

Abstract

Stasiun Ngunut merupakan salah satu stasiun kelas II di wilayah Daerah Operasi VII Madiun yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kabupaten Tulungagung. Peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya diimbangi oleh penyediaan fasilitas pelayanan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fasilitas pelayanan Stasiun Ngunut berdasarkan persepsi pengguna jasa serta merumuskan rekomendasi perbaikan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 110 responden. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) terhadap 18 atribut pelayanan yang disusun berdasarkan dimensi SERVQUAL dan indikator SPM Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kepentingan sebesar 3,830 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kinerja sebesar 3,375, sehingga masih terdapat kesenjangan antara harapan dan pelayanan yang diterima pengguna. Atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan meliputi ketersediaan guiding block, toilet difabel, ruang laktasi, serta kenyamanan peron yang berkaitan dengan tinggi peron dan pelindung cuaca. Sementara itu, aspek kebersihan, ketepatan waktu perjalanan, dan pelayanan petugas telah menunjukkan kinerja yang baik dan perlu dipertahankan. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan peningkatan fasilitas aksesibilitas, pembangunan ruang laktasi, pemasangan kanopi, serta peninggian dan perpanjangan peron guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan di Stasiun Ngunut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Irfandi, A., Maria, T., Agusdini, C., Putra, K. H., & Sekartadji, R. (2025). CSI and IPA Methods for Analysizing Train Passenger Satisfaction at Sidoarjo Station. 4(1), 13–19.

2. BANYUMASEKSPRES.ID. (2026). Stasiun Maos Cilacap Dibenahi Untuk Kenyamanan Penumpang Kereta. BANYUMASEKSPRES.ID. https://banyumasekspres.id/stasiun-maos-cilacap-dibenahi-untuk-kenyamanan-penumpang-kereta/

3. Laksamana Caesar, D., & Kesehatan Masyarakat, J. (2019). Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Ruang Laktasi pada Ibu Menyusui yang Bekerja di Kementerian Keuangan RI 2019.

4. Rachmadina, R., & Setiawan, T. S. (2026, April 15). Peron Diperpanjang, Penumpang Stasiun Bogor Justru Soroti Minimnya Kanopi Sumber: https://megapolitan.kompas.com/reaPeron diperpanjang penumpang stasiun bogor justru soroti minimnya kanopi. Kompas.Com. https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/15/08554151/peron-diperpanjang-penumpang-stasiun-bogor-justru-soroti-minimnya-kanopi.

5. Rahmania, S. F., & Vidiyanti, C. (2019). Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Peron Di Stasiun Kereta Commuter Jabodetabek Stasiun Manggarai Vitruvian, 8(2) 81. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2018.v8i2.004.

6. Salsabila, S., & Cipta Apsari, N. (2021). Aksesibilitas Fasilitas Pelayanan Publik di Beberapa Wilayah dan Implementasi Undang-Undang dalam Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas. 2(2), 180–192.

7. Sumiati, I., & Indrianie, M. (2024). Pelayanan Publik yang Inklusif Bagi Penyandang Tunanetra dalam Penggunaan Guiding Block di Kota Bandung. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(2), 125–131. https://doi.org/10.55681/armada.v2i2.1207.

8. Tansya, S., Amida, R., Lestari, R. A., Saptaningtyas, R. S., & Wardi, L. H. S. (2024). Analisis Ketidaktersediaan Guiding Block serta Urgensinya Terhadap Penyandang Tunanetra Pada Area Pedestrian Udayana Di Mataram.

9. Saaty, T. L. (2008). Decision Making for Leaders: The Analytical Hierarchy Process for Decisions in a Complex World. Pittsburgh: RWS Publications.

10. Wardani, A., Irawan, M. Z., & Priyanto, S. (2024). Analisis Keselamatan dan Keamanan di Stasiun Kereta Api Manggarai Sebagai Simpul Konektivitas Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum dan Persepsi Penumpang.

11. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1210.

12. Puspitasari, M. D., Iswanto, A. P., & Wicaksono, A. (2023). Level of Quality of Service for Diesel Train of Surabaya–Sidoarjo Line Based on SERVQUAL Method. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.37367/jpi.v7i1.247.

13. Ardiani, K. S., Roji, F. F., & Farisya, G. (2025). Analyzing Railway Passenger Satisfaction Using SERVQUAL and Importance Performance Analysis (IPA) for Tourism Purposes. LITERACY: International Scientific Journals of Social, Education, Humanities. https://doi.org/10.56910/literacy.v4i2.2196.

14. Budiarto, B. W., Priyanto, S., & Muthohar, I. (2021). Analisis Kualitas Pelayanan PT Kereta Api Indonesia terhadap Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa pada Stasiun Cepu. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.37367/jpi.v5i1.155.

15. Mentiring, B., Oktarina, D., & Dirangga, K. (2023). Analisis Kualitas Pelayanan Stasiun Kereta Api Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pengguna Layanan. Jurnal Komposit.

Downloads

Published

14-07-2026

How to Cite

[1]
R. V. Silalahi, L. G. Fatahillah, A. S. Nurhasanah, and R. C. B. R. Raharjo, “Evaluasi Kinerja Stasiun Ngunut Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Menggunakan Metode IPA”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15073–15084, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles