Pengembangan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Stasiun Kranji Berdasarkan Analisis Customer Satisfaction Index, Importance -Performance Analysis, dan Gap Analysis

Authors

  • Bima Pradana Putra Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • Kholdun Fatkhur Nugraha Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • Syahrul Ihsan Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • R Caesario Boing Rachmat Raharjo Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11302

Keywords:

Fasilitas Pejalan Kaki, Stasiun Kranji, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), GAP Analysis, JPO, Kanopi, Pelebaran Trotoar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan pengembangan fasilitas pejalan kaki di Kawasan Stasiun Kranji, Kota Bekasi, dengan menitikberatkan pada tiga rekomendasi prioritas, yaitu pelebaran trotoar, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sebagai fasilitas penyeberangan berkeselamatan, serta pemasangan kanopi penghubung pintu keluar stasiun dan shelter ojek online. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei karakteristik pejalan kaki, observasi kondisi eksisting, dan wawancara terhadap 600 responden. Data dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), Importance-Performance Analysis (IPA), analisis tingkat pelayanan pejalan kaki, serta gap analysis untuk membandingkan kinerja fasilitas eksisting dengan kondisi setelah penerapan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan berdasarkan kecepatan pejalan kaki berada pada kategori E, yang mencerminkan hambatan fisik akibat trotoar sempit, kerusakan permukaan, pedagang kaki lima, dan parkir liar. Nilai CSI keseluruhan sebesar 42,37% termasuk kategori cukup puas, tetapi mendekati batas kategori tidak puas. Analisis IPA menempatkan sembilan atribut pada Kuadran I atau prioritas utama, meliputi aspek lebar dan keterbebasan trotoar, keselamatan serta ketersediaan fasilitas penyeberangan, dan perlindungan dari hujan maupun panas. Analisis gap menunjukkan peningkatan kinerja rata-rata sebesar +2,78 poin pada skala 1–5 atau sekitar 145%. Temuan tersebut menegaskan bahwa pelebaran trotoar, pembangunan JPO, dan pemasangan kanopi perlu diprioritaskan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, dan konektivitas antarmoda di Kawasan Stasiun Kranji.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. (2023). Bekasi Dalam Angka 2023. BPS Kota Bekasi.

2. Bhote, K. R. (1996). Beyond Customer Satisfaction to Customer Loyalty. American Management Association, New York.

3. KAI Commuter. (2024). Laporan Kinerja Operasional KRL Commuter Line Tahun 2023. PT Kereta Commuter Indonesia, Jakarta.

4. Leather, J., Fabian, H., Gota, S., & Mejia, A. (2011). Walkability and Pedestrian Facilities in Asian Cities. ADB Sustainable Development Working Paper Series.

5. Martilla, J. A., & James, J. C. (1977). Importance-Performance Analysis. Journal of Marketing, 41(1), 77–79.

6. Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. (2014). PM PUPR No. 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

7. Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. (2023). Surat Edaran Menteri PUPR No. 07/P/BM/2023 tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki.

8. Menteri Perhubungan. (2014). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas.

9. Mubarok, A. S., & Sumabrata, J. (2020). Analisis Karakteristik Pejalan Kaki di Pelataran Stasiun Depok Baru. Jurnal Teknik Sipil UI.

10. Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1985). A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research. Journal of Marketing, 49(4), 41–50.

11. Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

12. Stratford, N. (1994). Transport and the Environment: A Qualitative Study. Social and Community Planning Research, London.

13. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung.

14. Tanan, B., Arselina, D., & Radjawane, L. E. (2023). Analisis Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Ruas Jalan Lamadukelleng. Jurnal Transportasi dan Teknik Sipil.

15. Transportation Research Board. (1985). Highway Capacity Manual Reference Guide. National Research Council, Washington D.C.

Downloads

Published

14-07-2026

How to Cite

[1]
B. P. Putra, K. F. Nugraha, S. Ihsan, and R. C. B. R. Raharjo, “Pengembangan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Stasiun Kranji Berdasarkan Analisis Customer Satisfaction Index, Importance -Performance Analysis, dan Gap Analysis”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 15030–15043, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles