Perbandingan Inflasi Daerah Sebelum dan Sesudah Diterapkannya MBG di Kabupaten Tulungagung

Authors

  • Anis Tasya Munawoh UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Intan Putri Hidayati UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Muhammad Riyan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Suci Karina Wati UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Achmad Miftachul Huda UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11252

Keywords:

Inflasi Regional, Program Makanan Bergizi Gratis, Indeks Harga Konsumen, Stabilitas Harga, Kebijakan Publik

Abstract

Program MBG adalah kebijakan pemerintah yang berpotensi memengaruhi dinamika ekonomi daerah melalui peningkatan permintaan berbagai komoditas pangan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder tentang tingkat inflasi dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Tulungagung yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode pra-MBG (Januari–Juni 2024) dan periode pasca-MBG (Januari–Juni 2025). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji t sampel berpasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata tingkat inflasi sebelum MBG adalah 2,8967%, sedangkan setelah MBG menjadi 1,1300%. Uji t untuk sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi 0,017 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat inflasi sebelum dan sesudah pelaksanaan MBG. Temuan ini menunjukkan bahwa program MBG berhubungan dengan perubahan kondisi inflasi di wilayah tertentu, meskipun tidak secara langsung meningkatkan inflasi secara keseluruhan. Studi ini membantu memahami hubungan antara kebijakan sosial pemerintah dan stabilitas harga di tingkat regional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Basit, M., & Ramadani, H. (2025). Analisis implementasi program makan bergizi gratis terhadap perkembangan ekonomi. Journal of Economics Development Research, 1(2), 49–54.

[2] Waluyo, S. D. (2025). Kebijakan makanan bergizi gratis: Tinjauan ekonomi. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 12(1), 144–151.

[3] Rifqi, M., & Andriko. (2025). Analisis inflasi Provinsi Kalimantan Barat dengan pendekatan indeks harga konsumen (IHK). BIMASTER: Buletin Ilmiah Matematika, Statistika, dan Terapannya, 14(6). https://doi.org/10.26418/bbimst.v14i6.104719

[4] Sahir, S. H. (2022). Metodologi penelitian (T. Koryati, Ed.). Penerbit KBM Indonesia.

[5] Septiani, Y., Arrasyd, A., Wafiy, M. F., & Alfian, N. H. (2024). Analisis pengaruh desentralisasi fiskal dan retribusi daerah terhadap inflasi di Pulau Jawa. Diponegoro Journal of Economics, 13(3). https://doi.org/10.14710/djoe.45160

[6] Podungge, E., Olilingo, F. Z., & Santoso, I. R. (2025). Pengaruh harga komoditas sembilan bahan pokok terhadap tingkat inflasi di Provinsi Gorontalo tahun 2020–2024. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi. https://doi.org/10.63822/qv4tdx45

[7] Mohammad, F. A., Rizki, A. M., & Sihananto, A. N. (2024). Peramalan tingkat inflasi di Indonesia menggunakan artificial bee colony dan XGBoost. Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, 12(3). https://doi.org/10.23960/jitet.v12i3.4827

[8] Arifin, S. (2026). Hubungan pertumbuhan ekonomi dengan inflasi di 90 kabupaten-kota Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 26(1), 40–54. https://doi.org/10.7454/jepi.v26i1.1896

[9] Dewi, Z., & Husein, R. (2022). Analisis indeks harga konsumen (IHK), inflasi, dan jumlah penduduk terhadap kemiskinan di Aceh Barat. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 30(3), 22–30.

[10] Kamila, S. A., & Abidin, R. (2022). Pengaruh indeks harga konsumen terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi, 1(2), 75–79.

[11] Maulidya, R., Tsuraya, S. F., & Wulandari, S. P. (2024). Analisis faktor-faktor tingkat inflasi di Indonesia tahun 2022–2023 menggunakan analisis faktor. Gudang Jurnal Multidisiplin, 2(10), 274–283.

[12] Romadhin, N. J., Nofinawati, & Matondang, Z. (2024). Analisis kausalitas pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pendapatan asli daerah di Provinsi Sumatera Utara. PROFJES: Profetik Jurnal Ekonomi Syariah, 3(2), 246–257.

[13] Sari, S. D., Simangunsong, J. S., & Siboro, N. S. (2025). Pengaruh indeks harga konsumen terhadap inflasi di Kota Medan Sumatera Utara tahun 2024. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 4(2). https://doi.org/10.55606/jekombis.v4i2.5009

[14] Sekarsari, D., Amaliah, F., Zahra, A., Ayuningtyas, F. R., & Fadilla, A. (2024). Analisis dinamika inflasi dan implikasinya terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia. Journal of Macroeconomic and Social Development, 1(3), 1–9.

[15] Sembiring, B. P., & Sitompul, P. (2024). Peramalan laju inflasi di Kota Medan menggunakan metode fuzzy time series average-based. Cendikia, 2(5). https://doi.org/10.572349/cendikia.v2i5.1333

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
A. T. Munawoh, I. P. Hidayati, M. Riyan, S. K. Wati, and A. M. Huda, “Perbandingan Inflasi Daerah Sebelum dan Sesudah Diterapkannya MBG di Kabupaten Tulungagung”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 21975–21980, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles