Analisis Bukti Digital Video Tiktok Menggunakan Kerangka DFRWS untuk Investigasi Forensik Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11251Keywords:
DFRWS, Forensik Digital, Tiktok, Bukti Digital, Recovery ArtefakAbstract
TikTok sebagai platform media sosial berbasis video pendek menghasilkan berbagai artefak digital yang berpotensi digunakan sebagai bukti dalam investigasi forensik digital, khususnya ketika konten video atau pesan telah dihapus dari antarmuka aplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka Digital Forensics Research Workshop (DFRWS) dalam proses pemulihan bukti digital TikTok serta mengidentifikasi jenis artefak yang masih dapat ditemukan setelah penghapusan data. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus forensik digital berbasis simulasi pada perangkat Samsung J2 dengan kondisi root dan aplikasi TikTok versi 34.5.4. Proses investigasi dilakukan melalui tahapan identification, preservation, collection, examination, analysis, dan presentation dengan bantuan FTK Imager, Autopsy, dan MOBILedit Forensic. Data uji berupa enam video TikTok dan aktivitas pesan yang sengaja dihapus untuk menguji kemungkinan pemulihan artefak pada perangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari enam artefak video berhasil ditemukan kembali, sehingga tingkat keberhasilan recovery video mencapai 33,33%. Selain itu, ditemukan artefak pendukung berupa DM atau pesan, timestamp, metadata, cache, log aktivitas, serta nilai hash file yang dapat membantu rekonstruksi aktivitas pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka DFRWS dapat digunakan sebagai alur kerja sistematis dalam investigasi bukti digital TikTok. Namun, pemulihan file video masih memiliki keterbatasan sehingga analisis forensik perlu memperhatikan keseluruhan artefak pendukung, bukan hanya file utama yang terhapus.
Downloads
References
[1] Y. Prayudi and A. Ashari, “A proposed digital forensics business model to support cybercrime investigation in Indonesia,” mecs-press.org, vol. 11, pp. 1–8, 2015, doi: 10.5815/ijcnis.2015.11.01.
[2] H. S. Bakhtiar, A. M. Sofyan, M. Muhadar, and S. S. Soewondo, “Autopsy: Law And Culture In Indonesia,” Int. J. Sci. Tecnol. Res., vol. 8, no. 9, pp. 2207–2209, Sep. 2019, Accessed: Jun. 27, 2026. [Online]. Available: https://papers.ssrn.com/abstract=4073250
[3] Erly Ariyanti, “Identifikasi Bukti Digital Instagram Web dengan Live Forensik pada Kasus Penipuan Online Shop,” Cyber Secur. dan Forensik Digit., vol. 4, no. 2, pp. 58–62, Apr. 2022, doi: 10.14421/csecurity.2021.4.2.2436.
[4] I. Riadi, Herman, and N. H. Siregar, “Mobile Forensic of Vaccine Hoaxes on Signal Messenger using DFRWS Framework,” MATRIK J. Manajemen, Tek. Inform. dan Rekayasa Komput., vol. 21, no. 3, pp. 489–502, Jul. 2022, doi: 10.30812/matrik.v21i3.1620.
[5] M. Wibowo, M. R. Firmansyah, and R. S. Efendi, “Analisis Bukti Digital pada Aplikasi Discord Desktop dengan Menggunakan Framework DFRWS,” J. Teknol. Inf. DAN Komun., vol. 15, no. 1, pp. 98–111, Mar. 2024, doi: 10.51903/JTIKP.V15I1.826.
[6] M. Ali et al., “Analisis Forensik Pada Instagram dan Tik Tok Dalam Mendapatkan Bukti Digital Dengan Menggunakan Metode NIST 800-86,” J. Sist. Inf. Galuh, vol. 2, no. 1, pp. 44–54, Jan. 2024, doi: 10.25157/JSIG.V2I1.3695.
[7] A. Qayyum, I. Hidayat, E. I. Alwi, A. Widya, M. Gaffar, and U. Muslim Indonesia, “Studi Forensik Digital: Analisis Bukti Video TikTok dengan Metode DFRWS,” J. Minfo Polgan, vol. 13, no. 1, pp. 1138–1146, Aug. 2024, doi: 10.33395/JMP.V13I1.13966.
[8] Saputra, A. A. Sulton, and Heni Susanti, “The use of DIgital Forensics in Revealing Information and Electronic Transaction (ITE) Crimes,” journal.uir.ac.id, vol. 1, no. 1, pp. 203–215, 2026, Accessed: Jun. 27, 2026. [Online]. Available: https://journal.uir.ac.id/index.php/pshg/article/download/27739/9763
[9] A. N. Aryana, M. Akbar, M. Farid, and A. F. Sonni, “Reformulasi Peraturan Digital Forensic Di Dalam Proses Pembuktian Perkara Tindak Pidana Korupsi Di Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” J. Kopusindo, vol. 8, p. 1709823, 2026, doi: 10.3389/FHUMD.2026.1709823/FULL.
[10] I. R. Yunipratiwi, I. Riadi, and A. Fadlil, “Analisis Forensik Browser Konten Hoax pada Layanan Media Sosial TikTok Menggunakan Metode Digital Forensik Research Workshop,” JATI (Jurnal Mhs. Tek. Inform., vol. 10, no. 2, pp. 2212–2219, Mar. 2026, doi: 10.36040/JATI.V10I2.17289.
[11] Subyantoro, Suseno, Zuliyanti, Arifkhi, P. A. Mukhtar, and P. D. Astini, “Forensic Linguistics on Hoaxes on Social Media in the 2024 Indonesian Presidential Election Campaign,” Archit. Image Stud., vol. 6, no. 4, pp. 812–826, Dec. 2025, doi: 10.62754/AIS.V6I4.683.
[12] H. Septya Mikayla, A. Kusyanti, P. H. Trisnawan3, and P. Korespondensi, “Analisis Forensik Digital untuk Investigasi Kasus Cyberbullying pada Media Sosial Tiktok,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 11, no. 5, pp. 1113–1124, Oct. 2024, doi: 10.25126/JTIIK.2024118017.
[13] R. P. Raharja, E. I. Alwi, A. Widya, M. Gaffar, and K. Kunci, “Analisis Digital Forensic pada Aplikasi WhatsApp Menggunakan Metode National Institute of Justice (NIJ) pada Smartphone Android,” Bul. Sist. Inf. dan Teknol. Islam, vol. 5, no. 2, pp. 160–168, Jul. 2024, doi: 10.33096/busiti.v5i2.2180.
[14] M. F. Fadillah, M. F. Fadillah, and T. Yuniati, “Perbandingan Hasil Recovery Tools Mobile Forensic Di Smartphone Android Menggunakan Metode National Institute Of Justice (NIJ),” Cyber Secur. dan Forensik Digit., vol. 6, no. 2, pp. 54–61, Feb. 2024, doi: 10.14421/csecurity.2023.6.2.4172.
[15] Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,” Bandung: Alfabeta, 2020. Accessed: Mar. 02, 2026. [Online]. Available: https://www.scribd.com/document/729101674/Metode-Penelitian-Kuantitatif-Kualitatif-Dan-r-d-Sugiyono-2020
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizky Bayu Adhitya, Fahmi Fachri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















