Integrasi Dakwah-Bisnis dan Kemandirian Ekonomi Pesantren: Sintesis Social Enterprise dan Dakwah-preneurship
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11240Keywords:
Dakwah-Preneurship, Kemandirian Ekonomi, Pesantren, Social Enterprise, Wakaf ProduktifAbstract
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua menghadapi tekanan ganda, yaitu tuntutan berdiri sendiri secara finansial di tengah pasar modern, sekaligus kewajiban menjaga identitas dakwah yang asli. Ketergantungan mayoritas pesantren pada satu sumber pembiayaan membuat lembaga ini rapuh terhadap gejolak ekonomi makro, sementara unit usaha yang dijalankan tanpa bingkai nilai yang kuat berisiko menggeser orientasi dakwah menjadi sekadar siasat komersial. Penelitian ini bertujuan menyusun landasan filosofis bagi integrasi dakwah-bisnis dalam konteks kemandirian ekonomi pesantren. Metode yang dipakai adalah studi literatur integratif (integrative literature review), sebuah pendekatan yang berakar pada tradisi penelitian kualitatif karena menyintesiskan sumber yang beragam secara naratif dan terstruktur, dengan Pondok Pesantren Darunnajah sebagai kasus ilustratif yang bersumber dari dokumen dan publikasi sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi dakwah-bisnis bukan sekadar siasat ekonomi, melainkan wujud maqashid al-syariah yang menjaga agama dan harta dalam satu wadah kelembagaan. Pijakan teoretisnya disusun melalui sintesis triadik antara Social Enterprise Theory, Islamic Social Business, dan Dakwah-preneurship. Kasus Darunnajah memperlihatkan bahwa korporatisasi wakaf produktif, koperasi pesantren sebagai social enterprise lokal, dan integrasi unit usaha dengan pendidikan santri mampu menopang kemandirian ekonomi tanpa kehilangan misi dakwah. Tata kelola yang transparan menjadi prasyarat agar aktivitas ekonomi tidak tergelincir ke mission drift. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan empat kuadran nilai, yakni spiritual, sosial, ekonomi, dan tata kelola, merupakan kunci keberlanjutan model integrasi dakwah-bisnis pesantren, sekaligus menjadi rujukan konseptual bagi pimpinan pesantren dan pengambil kebijakan dalam merancang model integrasi yang bertanggung jawab.
Downloads
References
1. Z. Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia, Edisi revisi. Jakarta: LP3ES, 2011.
2. Kementerian Agama Republik Indonesia, Data Statistik Pondok Pesantren Nasional 2023. Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, 2023.
3. M. Ar-Rifa’i, Desakralisasi Pesantren: Dinamika Komersialisasi Lembaga Pendidikan Islam di Perkotaan. Jakarta: Mizan Pustaka, 2019.
4. Z. Hasan, K. N. A. Eltamamy, K. Rifa’i, M. Mahmudah, and E. Susilawati, “Repositioning pesantren in Islamic economics: From educational authority to socio-economic enterprise,” FALASIFA J. Stud. Keislaman, vol. 17, no. 1, pp. 143–161, 2026, https://doi.org/10.62097/falasifa.v17i01.2995.
5. A. Robani, A. Ahamat, S. N. S. Hassan, H. Latief, and A. Pratiwi, “Islamic solidarity economy: The case study of social entrepreneurship in Pesantren, Indonesia,” Middle East J. Manag., vol. 9, no. 6, pp. 665–681, 2022, https://doi.org/10.1504/MEJM.2022.126316.
6. M. van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995.
7. Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS, 1994.
8. A. Rofiq, “Pembiayaan pendidikan pesantren: Tantangan dan peluang di era otonomi daerah,” J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 7, no. 1, pp. 55–78, 2019.
9. M. Huda et al., “Empowering children with adaptive technology skills: Careful engagement in the digital information age,” Int. Electron. J. Elem. Educ., vol. 9, no. 3, pp. 693–708, 2017.
10. M. C. Nafis, Manajemen Strategis Wakaf Produktif: Kasus Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Malang: UB Press, 2019.
11. Abdurrahmansyah, “Transformasi manajemen pesantren di era digital: Tuntutan akuntabilitas dan transparansi kelembagaan,” J. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 2, pp. 145–168, 2020, https://doi.org/10.14421/jpi.2020.92.145.
12. A. Azra, Pesantren: Kontinuitas dan Perubahan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2014.
13. R. Lukens-Bull, A Peaceful Jihad: Negotiating Identity and Modernity in Muslim Java. New York: Palgrave Macmillan, 2005.
14. I. M. Bruder, “From mission drift to practice drift: Theorizing drift processes in social enterprises and beyond,” Organ. Stud., vol. 46, no. 3, 2025, https://doi.org/10.1177/01708406251314591.
15. J. G. Dees, “The meaning of social entrepreneurship,” Kauffman Foundation, 1998. [Online]. Available: https://caseatduke.org/documents/dees_sedef.pdf
16. J. Defourny and M. Nyssens, “Fundamentals for an international typology of social enterprise models,” VOLUNTAS Int. J. Volunt. Nonprofit Organ., vol. 28, no. 6, pp. 2469–2497, 2017, https://doi.org/10.1007/s11266-017-9884-7.
17. M. Yunus, Building Social Business: The New Kind of Capitalism That Serves Humanity’s Most Pressing Needs. New York: PublicAffairs, 2010.
18. D. Hafidhuddin, Dakwah Aktual: Fiqh Muamalah dalam Perspektif Keindonesiaan. Jakarta: Gema Insani Press, 2013.
19. M. E. Porter and M. R. Kramer, “Creating shared value,” Harvard Bus. Rev., vol. 89, no. 1/2, pp. 62–77, 2011.
20. R. J. Torraco, “Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples,” Hum. Resour. Dev. Rev., vol. 4, no. 3, pp. 356–367, 2005, https://doi.org/10.1177/1534484305278283.
21. R. Whittemore and K. Knafl, “The integrative review: Updated methodology,” J. Adv. Nurs., vol. 52, no. 5, pp. 546–553, 2005, https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2005.03621.x.
22. J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2018.
23. H. A. Mahmudah, “Optimalisasi wakaf produktif untuk kemandirian ekonomi pesantren (Studi pada Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta),” Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2025.
24. Y. Akhyar, “Strategi integrasi wakaf dalam manajemen keuangan pesantren: Studi empiris dan implikasi kebijakan,” At-Tajir J. Manaj. Bisnis Syariah, vol. 2, no. 2, pp. 17–26, 2024.
25. S. Manaf, Samiyono, F. Suryono, and A. F. Abdullah, “Manajemen wakaf produktif untuk kemandirian lembaga pendidikan Islam: Studi kasus di Pesantren Darunnajah,” J. Educ. Manag. Stud., vol. 8, no. 6, pp. 260–271, 2025.
26. Samiyono, “Manajemen pembiayaan pendidikan dalam membangun kepercayaan konsumen di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta,” Edukasiana J. Islam. Educ., vol. 3, no. 1, pp. 233–245, 2024.
27. F. Wahab, Fauziyah, and M. Ihsan, “Model pemberdayaan ekonomi pesantren berbasis wakaf produktif: Studi kasus pada Pondok Pesantren Al Ihsan Al Murtadlo Bululawang,” J. Ind. Syariah Econ., vol. 3, no. 1, 2025, https://doi.org/10.63321/jise.v3i1.129.
28. N. D. Febrianty, “Sistem pengelolaan wakaf produktif untuk penguatan kemandirian ekonomi pesantren (Studi pada Pondok Pesantren Trubus Iman),” JSIM J. Ilmu Sos. dan Pendidik., vol. 5, no. 1, pp. 28–39, 2024, https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v5i1.339.
29. Z. Arifin, “Kinerja koperasi pondok pesantren berbasis social enterprise: Kajian komparatif 47 kopontren di Jawa,” Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2017.
30. Rozalinda, Manajemen Wakaf Produktif. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016.
31. A. Muhtarom, “Pengaruh keterlibatan santri dalam unit usaha pesantren terhadap karakter entrepreneurial: Studi longitudinal di tiga pesantren produktif Indonesia,” J. Ekon. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 87–112, 2018.
32. Z. R. Argantara, S. Haryono, M. Wardi, H. Rahman, I. Rafiqi, and N. A. M. Puad, “Reinventing pesantren economies: Islamic social entrepreneurship as a model for sustainable community transformation,” IQTISHODUNA J. Ekon. Islam, vol. 15, no. 1, pp. 21–32, 2026, https://doi.org/10.54471/iqtishoduna.v15i1.3012.
33. A. S. Mulazid et al., “Waqf and the sustainable development goals: Examining the pathways of governance and resource utilization in Indonesia,” J. Konseling dan Pendidik., vol. 14, no. 1, pp. 602–612, 2026, https://doi.org/10.29210/1206300.
34. M. Wahid, “Eksklusi sosial dalam pendidikan pesantren urban: Analisis kebijakan biaya syahriyah berbasis mekanisme pasar,” J. Sos. Islam, vol. 6, no. 2, pp. 201–224, 2020.
35. W. Murithi, A. Ndunge, and N. Njiraini, “Social enterprises and mission drift: How do faith-based social enterprises run by Catholic sisters keep mission drift at bay?,” Pastoral Psychol., 2025, https://doi.org/10.1007/s11089-025-01200-y.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Gabriel, Samiyono Samiyono, Ari Supriyatno, Andriyanto Andriyanto, Ramadhan Aditya Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















