Rekonstruksi Paradigma Komunikasi Publik Berbasis Nilai-Nilai Islam di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11167Keywords:
Komunikasi Publik, Nilai Islam, Digital Religion, Era Digital, Systematic Literature ReviewAbstract
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma komunikasi publik berbasis nilai Islam di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Latar belakang penelitian berangkat dari perubahan ruang publik akibat transformasi teknologi digital yang memengaruhi pola komunikasi, otoritas keagamaan, serta praktik penyebaran informasi Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik terhadap dua puluh lima artikel ilmiah yang diseleksi secara sistematis menggunakan pedoman PRISMA 2020 dari basis data Scopus, Google Scholar, dan DOAJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mendorong perubahan komunikasi publik dari pola linear menuju komunikasi partisipatif, interaktif, dan berbasis jejaring. Konsep digital religion menjelaskan integrasi ruang daring dan luring dalam pembentukan identitas, komunitas, serta otoritas keagamaan digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah merupakan fondasi etik yang memperkuat kredibilitas, transparansi, tanggung jawab, serta kepercayaan publik pada komunikasi digital. Rekonstruksi paradigma yang dihasilkan mengintegrasikan teori komunikasi publik, digital religion, dan nilai komunikasi Islam sebagai kerangka konseptual yang adaptif terhadap masyarakat digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan komunikasi Islam serta implikasi praktis bagi lembaga keagamaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan praktisi komunikasi dalam merancang strategi komunikasi publik yang etis, inklusif, adaptif, berbasis literasi digital, serta relevan menghadapi tantangan disinformasi, polarisasi, dan krisis kepercayaan masyarakat.
Downloads
References
1. V. Braun and V. Clarke, "Using thematic analysis in psychology," Qualitative Research in Psychology, vol. 3, no. 2, pp. 77–101, 2006. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
2. H. A. Campbell (Ed.), Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. New York: Routledge, 2013.
3. H. A. Campbell and G. Evolvi, "Contextualizing current digital religion research on emerging technologies," Human Behavior and Emerging Technologies, vol. 2, no. 1, pp. 5–17, 2020. https://doi.org/10.1002/hbe2.149
4. H. A. Campbell and R. Tsuria (Eds.), Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media. 2nd ed. London: Routledge, 2022.
5. M. Castells, The Rise of the Network Society. 2nd ed. Oxford: Wiley-Blackwell, 2010.
6. G. Evolvi, "Religion and the Internet: Digital Religion, (Hyper)mediated Spaces, and Materiality," Zeitschrift für Religion, Gesellschaft und Politik, vol. 6, no. 1, pp. 9–25, 2022. https://doi.org/10.1007/s41682-021-00087-9
7. J. Habermas, The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. Cambridge: Polity Press, 1989.
8. S. Hjarvard, The Mediatization of Culture and Society. London: Routledge, 2013.
9. S. Hjarvard and M. Lövheim (Eds.), Mediatization and Religion: Nordic Perspectives. Gothenburg: Nordicom, 2012.
10. M. A. K. Halliday, Language as Social Semiotic: The Social Interpretation of Language and Meaning. London: Edward Arnold, 1978.
11. N. K. Denzin and Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE Handbook of Qualitative Research. 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.
12. M. J. Page, J. E. McKenzie, P. M. Bossuyt, et al., "The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews," The BMJ, vol. 372, 2021. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
13. P. Siuda, "Mapping Digital Religion: Exploring the Need for New Typologies," Religions, vol. 12, no. 6, 2021. https://doi.org/10.3390/rel12060373
14. K. Creswell and J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.
15. R. Tsuria, Mediating the Divine: Religion, Technology and Digital Culture. London: Routledge, 2021.
16. F. Nasrullah, Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2022.
17. M. Munir, Metode Dakwah. Jakarta: Kencana, 2018.
18. A. Muis, Komunikasi Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.
19. O. U. Effendy, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
20. H. Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi. Depok: Rajawali Pers, 2021.
21. A. Faiz, "Komunikasi Dakwah di Era Digital: Tantangan dan Peluang," Jurnal Komunikasi Islam, vol. 12, no. 2, pp. 145–160, 2022.
22. M. N. Huda, "Digital Religion dan Transformasi Otoritas Keagamaan di Media Sosial," Jurnal Komunikasi Islam, vol. 13, no. 1, pp. 1–18, 2023.
23. S. A. Rahman, "Literasi Digital dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Disrupsi," Jurnal Dakwah dan Komunikasi, vol. 8, no. 2, pp. 85–101, 2023.
24. A. Syukur, "Etika Komunikasi Islam dalam Ruang Publik Digital," Jurnal Ilmu Dakwah, vol. 44, no. 1, pp. 33–49, 2024.
25. M. Yusuf and A. Karim, "Komunikasi Publik Berbasis Nilai Islam di Era Digital," Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, vol. 15, no. 1, pp. 25–42, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haryati Haryati, Yusuf Hanafi, Tamrin Sikumbang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















