Pengaruh Work-Life Integration dan Kesejahteraan Karyawan (Employee Well-Being) terhadap Produktivitas Kerja Jarak Jauh (Remote Working)

Authors

  • Syabilla Faradilla Universitas Pamulang
  • Herlian Agustin Universitas Pamulang
  • Rizky Widi Pratama Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11166

Keywords:

Work-Life Integration, Employee Well-being, Produktivitas Kerja, Remote Working

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Integration (WLI) dan Kesejahteraan Karyawan (Employee Well-being / EWB) terhadap Produktivitas Kerja karyawan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh (remote working). Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah secara fundamental struktur dan sistem kerja di berbagai sektor industri. Inovasi seperti teknologi cloud, perangkat lunak kolaboratif daring, serta komunikasi real-time melalui platform seperti: Zoom, Slack dan Microsoft Teams Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring kepada 150 responden karyawan di sektor industri teknologi dan kreatif yang bekerja secara jarak jauh, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Regresi Linear Berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Sampel dilakukan karena peneliti memiliki keterbatasan dalam melakukan penelitian baik dari segi waktu, tenaga, dana dan jumlah populasi yang sangat banyak. Maka peneliti harus mengambil sampel yang benar-benar representative (dapat mewakili). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik Work-Life Integration maupun Employee Well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama berkontribusi signifikan dalam mendorong performa kerja, dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 54,2%. Di antara kedua variabel, Employee Well-being ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga kesejahteraan mental dan fisik karyawan serta memberikan fleksibilitas integrasi aktivitas domestik-profesional merupakan kunci utama dalam mempertahankan produktivitas kerja jarak jauh. Perusahaan disarankan untuk menyusun kebijakan jam kerja yang adaptif dan menyediakan program dukungan kesehatan mental berkala.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Adiyanti, S. A., & Sari, R. M. (2024). Pengaruh Fleksibilitas Jam Kerja dan Gaji terhadap Produktivitas Kerja (Studi Pada Agency Virtual Assistant Jakarta). REMIK: Riset Dan E Jurnal Manajemen Informatika Komputer, 8(1), 66–72.

2. Bloom, N. (2020). How working from home works out. Stanford Institute for Economic Policy Research, 8.

3. Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2021). Beyond work-life balance: A demand-control model of work-life integration. Journal of Business and Psychology, 36(2), 245–261. https://doi.org/10.1007/s10869-020-09684-x.

4. Green, N. (2024). The permanent transition: Remote work strategies and operational efficiency in post-pandemic creative industries. International Journal of Human Resource Management, 35(1), 112–134.

5. Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2018). Multivariate Data Analysis (8th ed.). Cengage Learning.

6. Ismail, V. Y., & Sekarsari, M. (2022). Produktivitas Remote Working: Adaptasi Karyawan Terhadap Technostress Dan Work Life Balance. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 4(7), 1015–1025.

7. Kowalski, G., & Ślebarska, K. (2022). Remote working and work effectiveness: a leader perspective. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(22), 15326.

8. Prasetya, A. P., & Hanum, K. Z. (2024). Transitioning Job Redesign: Dampak Perubahan Sistem Kerja pada Saat dan Sesudah Pandemi COVID-19. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(3), 1711–1721.

9. Prasetyo, A. (2025). Distraksi domestik dan kelelahan digital: Sisi gelap sistem kerja jarak jauh pada karyawan industri kreatif di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 27(1), 45–58.

10. Rizky, M. C. (2022). Pengaruh Penggunaan Teknologi terhadap Fleksibilitas Kerja dan Peningkatan Kinerja Karyawan di Era New Normal pada PT Kalfaz Sadhara. REMIK: Riset Dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer, 6(4), 802–808.

11. Sudiantini, D., Naiwasha, A., Izzati, A., & Rindiani, C. (2023). Penggunaan Teknologi Pada Manajemen Sumber Daya Manusia Di Dalam Era Digital Sekarang. Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-Commerce, 2(2), 262–269.

12. Smith, K. L. (2023). Flexibility and autonomous performance: How workplace detachment shapes digital productivity. Human Performance at Work, 19(4), 302–318. https://doi.org/10.1016/j.hpw.2023.05.002.

13. Sugiyono. (2017). metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r & d. 380.

14. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan Ke-2). Alfabeta.

15. Wright, T. A., & Cropanzano, R. (2000). Psychological well-being and job performance: An evaluation of the happy-productive worker thesis. Journal of Occupational Health Psychology, 5(1), 84–94. https://doi.org/10.1037/1076-8998.5.1.84.

Downloads

Published

07-07-2026

How to Cite

[1]
S. Faradilla, H. Agustin, and R. W. Pratama, “Pengaruh Work-Life Integration dan Kesejahteraan Karyawan (Employee Well-Being) terhadap Produktivitas Kerja Jarak Jauh (Remote Working)”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 13165–13172, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles