Paradigma Relasi Manusia dengan Alam dalam Pemikiran Mulyadhi Kartanegara: Telaah Filsafat Islam sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Islam

Authors

  • Roihan Akbar Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Sudarman Sudarman Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Yuberti Yuberti Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11110

Keywords:

Mulyadhi Kartanegara, Relasi Manusia Dan Alam, Filsafat Islam, Pendidikan Islam, Kesadaran Ekologis

Abstract

Krisis lingkungan global yang semakin kompleks menunjukkan perlunya rekonstruksi paradigma relasi manusia dengan alam melalui pendekatan filosofis yang dapat menjadi landasan pengembangan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai tauhid dan kesadaran ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma relasi manusia dengan alam dalam pemikiran Mulyadhi Kartanegara melalui telaah filsafat Islam serta merumuskan relevansinya sebagai landasan pengembangan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan filosofis-konseptual dan hermeneutika tokoh (objective hermeneutics), dengan sumber data primer berupa karya-karya Mulyadhi Kartanegara serta didukung berbagai literatur ilmiah yang relevan, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan content analysis yang dipadukan dengan interpretasi hermeneutis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma relasi manusia dengan alam dalam pemikiran Mulyadhi Kartanegara berlandaskan prinsip tauhid yang menempatkan Tuhan, manusia, dan alam sebagai satu kesatuan ontologis, didukung oleh epistemologi mistiko-filosofis yang mengintegrasikan indera, akal, hati, dan wahyu dalam memahami realitas, sehingga menghasilkan paradigma ekologis yang holistik, spiritual, dan berorientasi pada tanggung jawab kekhalifahan. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemikiran Mulyadhi tidak hanya mengkritik paradigma antroposentris dan sekularistik, tetapi juga menawarkan rekonstruksi konseptual pendidikan Islam melalui integrasi nilai tauhid, amanah, mīzān, dan akhlak ekologis sebagai dasar pembentukan insan kāmil yang religius, berilmu, dan berwawasan lingkungan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma tersebut dapat dijadikan landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, serta pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi intelektual, spiritual, moral, dan ekologis guna membentuk generasi yang mampu menjaga harmoni hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] F. M. Jannah, “Filsafat Ekologi dan Antropocentrisme dalam Krisis Iklim : Menggali Peran Manusia dalam Menghadapi Krisis Lingkungan Global,” AL-AFHAM J. Islam. Stud., vol. 2, no. 1, pp. 75–90, 2025.

[2] Asiva Noor Rachmayani, Problema Manusia Modern: Solusi Tasawuf Menurut Sayyed Hossein Nasr. 2015.

[3] M. I. Mudin, “Paradigma Dominasi Vis As Vis Atas Alam : Studi Kritis Perspektif Teo- Ekologi Islam,” Acad. J. Islam. Princ. Philos., vol. 6, no. 1, pp. 91–124, 2025.

[4] A. D. P. Hiljati, St. Syamsudduha, “Islam Sebagai Basis Ekoteologi: Rekonstruksi Relasi Manusia, Alam, Dan Tuhan,” Pros. Sentikjar, vol. 5, pp. 9–18, 2026.

[5] M. Desi Sabtina, “Internalizing Islamic Ecotheology through School Culture to Foster Eco-Character,” Halaqa Islam. Educ., vol. 9, no. 2, pp. 21–30, 2025, doi: 10.21070/halaqa.v9i2.1754.

[6] Syahbani, Nispi, Ahmad Syukri, and Zarfina Yenti. ‘Rekonstruksi Ontologi Ilmu Pengetahuan: Analisis Komparatif Perspektif Modern, Islam, dan Dekolonial dalam Filsafat Ilmu Kontemporer.’ Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3.4 (2025): 1-8.

[7] M. Haris, “Tauhid Ekologis: Rekonstruksi Hubungan Manusia dan Alam dalam Filsafat Islam,” J. Filsafat Islam, vol. 12, no. 1, pp. 25–48, 2022, doi: 10.14421/jfi.v12i1.2345.

[8] M. Abdillah, Filsafat Lingkungan Hidup Islam. Deepublish, 2023.

[9] A. M. I. Salam, “Pemikiran Kritis Mulyadhi Terhadap Bangunan Ilmu Modern,” Ri’ayah J. Sos. dan Keagamaan, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2020.

[10] Selatang, Fabianus. ‘Memahami manusia dan alam dalam terang filsafat proses alfred north whitehead dan relevansinya bagi teologi.’ SAPA-Jurnal Kateketik Dan Pastoral 5.1 (2020): 110-121.

[11] Tresna, I. Gusti Ngurah Agung Panji, I. Gusti Ngurah Sudiana, and I. Ketut Donder. ‘Eksistensi Manusia sebagai Mikrokosmos: Analisis Kosmologis–Metafisik atas Panca Dhatu.’ Acintya: Jurnal Teologi, Filsafat dan Studi Agama 1.4 (2025).

[12] W. Mulyadin et al., “Tradisi keilmuwan umat islam dalam lintas sejarah : sebuah tinjauan epistemologis dan implikasinya bagi pendidikan islam 1,” J. Tarb. Islam., vol. 10, no. 3, pp. 1392–1402, 2025.

[13] I. R. Rifka Aulia, “Integrasi Ilmu Dalam Islam Perspektif Quraish Shihab Dan Relevansinya Dengan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam,” J. Tarbiyatuna Kaji. Pendidik. Islam, vol. 10, no. 1, pp. 1–20, 2026.

[14] Ahida, Ridha, et al. Dialektika Keilmuan dalam Pendekatan Lokalitas dan Kontemporer. Uwais Inspirasi Indonesia, 2025.

[15] S. Mutiara, “Urgensi Pendidikan Islam Dan Kesadaran Ekologis : Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Melalui Nilai-Nilai Al- Qur’An,” UNISAN J. J. Manaj. dan Pendidik. Islam, vol. 4, no. 3, pp. 30–40, 2025.

[16] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

[17] Khusnah, Sifaul, and Imron Rossidy. ‘Analisis Komparatif Pandangan Sayyed Hossein Nasr Dan Mulyadhi Kartanegara Tentang Integrasi Sains Dan Islam Serta Relevansinya Bagi Pembaharuan Pendidikan Islam.’ Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10.04 (2025).

[18] Norlaila, Norlaila, and Nuril Huda. ‘Paradigm and Philosophical Foundation of Qualitative Research.’ TOFEDU: The Future of Education Journal 5.1 (2026): 257-263.

[19] Kartanegara, Mulyadhi. Nalar Religius: Memahami Hakikat Tuhan, Alam, dan Manusia. Erlangga, 2007.

[20] Kholidin, Afif, Nur Said, and Ida Nur Lailatul Kodriyah. ‘Relasi Studi Ontologi Dan Epistemologi Islam Terhadap Tauhid.’ An-Nawa: Jurnal Studi Islam 7.1 (2025): 59-74.

[21] Hermanto, Agus, Wahyu Hidayat, and Gesit Yudha. Filsafat Lingkungan Hidup. CV Eureka Media Aksara, 2025.

[22] Matroni, Matroni. ‘Pemikiran Mistiko-Filosofis Mulyadhi Kartanegara.’ Aqlam: Journal of Islam and Plurality 3.2 (2018).

[23] Mafaza, Vina, et al. ‘Peran Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Belajar Menjaga Alam sebagai Amanah Tuhan.’ Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2.4 (2025): 161-178.

[24] Fahmy, Ahmad Faridh Ricky. ‘Paradigma Ilmu Keguruan Berbasis Tauhid: Menata Ulang Peran Guru di Era Digital.’ Harmonisasi Sains dan Agama: Paradigma Baru Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (2026): 133.

[25] A’yun, Ahmad Redho Qurrota, Burhanudin Khairi, and Ali Murtadho. ‘Krisis Dan Bencana Lingkungan Hidup Global: Apa Dan Bagaimana Tanggung Jawab Pendidikan (Islam).’ Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10.04 (2025): 339-352.

Downloads

Published

10-07-2026

How to Cite

[1]
R. Akbar, S. Sudarman, and Y. Yuberti, “Paradigma Relasi Manusia dengan Alam dalam Pemikiran Mulyadhi Kartanegara: Telaah Filsafat Islam sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Islam”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 14229–14238, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles