Pertanggungjawaban Hukum Penjual Akibat Pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah

Authors

  • Rocky Bayakta Brahmana Universitas Quality Berastagi
  • Rayani Saragih Universitas Quality Berastagi
  • Maslon Hutabalian Universitas Quality Berastagi

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10927

Keywords:

Legal Responsibility, Seller, Agreement Cancellation, Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB), Land Sale and Purchase

Abstract

This study aims to determine the legal liability of a seller toward a buyer following the cancellation of a Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB), as well as the factors leading to such cancellation by the seller. The research employs an empirical juridical method, examining applicable legal provisions alongside their practical application in the field. Data were gathered through both literature reviews and field studies. The literature review involved analyzing primary legal sources—specifically Articles 1320, 1243, and 1338 of the Indonesian Civil Code—as well as secondary sources (journals, research findings, and expert legal opinions) and tertiary sources (dictionaries, internet resources, and scholarly journals). Fieldwork was conducted via direct interviews at the office of PPAT/Notary Carolla Sembiring. The collected data were analyzed qualitatively using a descriptive-analytical method. The findings indicate that a seller incurs legal liability toward the buyer if they unilaterally cancel the PPJB without a valid reason. Such an action constitutes a breach of contract, as it contravenes Articles 1320 and 1338 of the Civil Code, which stipulate that legally formed agreements serve as law for the parties who entered into them. The legal consequence of this cancellation is that the seller is obligated to refund all payments received from the buyer and may be held liable for damages to compensate for the losses suffered by the buyer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Adjie, H. (2011). Hukum Notaris Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

2. Arba. (2017). Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

3. Aspek Jual Beli Tanah Dalam Hukum Agraria. (2022). Https://Www. Scribd. Com/ DocuMent/598863036 /Makalah-Jual-Beli-Tanah.

4. Auli, R. C. (2023). Asas-asas dalam Pasal 1338 KUH Perdata. Https:// Www.Hukumonline.Com/Klinik/a/Asas-Asas-Dalam-Pasal-1338-Kuh-Perdata-Lt6572e2d46785c/?Utm.

5. Azheri. (2011). Corporate Social Responbility: Dari Voluntary Menjadi Mandatory. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

6. Badrulzaman, M. D. (2001). Hukum Perikatan dalam KUHPerdata. Bandung: Citra Aditya Bakti.

7. Boedi Harsono. (2007). Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.

8. Hajati, S. (2017). Buku Ajar Politik Hukum Pertanahan. Surabaya: Airlangga Univerity Press.

9. Harahap, M. Y. (2013). Hukum Acara Perdata. Jakarta : Sinar Grafika.

10. Hayati, N. (2016). Peralihan Hak Dalam Jual Beli Hak Atas Tanah (Suatu Tinjauan Terhadap Perjanjian Jual Beli Dalam Konsep Hukum Barat Dan Hukum Adat Dalam Kerangka Hukum Tanah Nasional. Jurnal : Lex Jurnalica, Vol 13, No. 3.

11. Institute, U. A. (2019). Prinsip Itikad Baik Dalam Perjanjian Dan Transaksi Jual Beli. Ilmiah Penegakan Hukum.

12. Kareliana, A. (2024). Analisis Kedudukan Hukum Perjanjian Perikatan Jual Beli (Ppjb) Dalam Proses Pendaftaran Peralihanhakatastanah. Jurnal : Pendidikan Sosial Dan Humaniora.

13. Kelsen, H. (1995). General Theory Of Law And State, terjemahan Somardi, Teori Hukum Murni. Jakarta : Rimdi Press.

14. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1338 tentang kekuatan mengikat suatu perjanjian. (n.d.).

15. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1365. (n.d.).

16. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1233. (n.d.).

17. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1238. (n.d.).

18. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1243. (n.d.).

19. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1338. (n.d.).

20. Lubis, D. H. (2022). Pertanggung Jawaban Pidana Menurut Hukum Pidana Positif Dan Hukum Pidana Islam. Http://Repository.Usu.Ac.Id /Bitstream/ 1234567 89/25809/3/Chapter%2011.Pdf.

21. Made Ara Denara Asia Amasangsa. (2024). Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Dalam Transaksi Peralihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan. Jurnal Hukum.

22. Mamudji, S. S. dan S. (2010). Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.

23. Miru, A. (2012). Hukum Kontrak Bernuansa Islam. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

24. Nasional, P. B. D. P. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

25. Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, tentang wanprestasi. (n.d.).

26. Pasal 1365 KUHPerdata. (n.d.).

27. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Pasal 1 Ayat 1. (n.d.).

28. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). (n.d.).

29. Pradana, M. (2021). Eureka Media Aksara, Metode Penelitian. Jakarta : Deepublish.

30. Rafiq Adi Wardana dan I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani. (2010). Universitas Sebelas Maret ‘Pembatalan Akta Jual Beli PPAT Yang Cacat Hukum Dengan Putusan Pengadilan. Jakarta : Deepublish.

31. Ramdhan, A. (2025). Beriktikad Baik, Pembeli yang Dilindungi Hukum. Https://Mari News.Mahkamahagung.Go.Id/Artikel/Beriktikad-Baik-Pembeli-Yang-Dilindungi-Hukum-0sR.

32. Raskito, S. (2012). Teori Pertanggung Jawaban Hukum. Bandung : Suparman Raskito.

33. Resa. (2020). Syarat Sah Perjanjian. Jurnal : Pasal 1320 KUH Perdata Https:// Www.Ilslawfirm. Co.Id/Pasal-1320-Kuh-Perdata-Syarat-Sah-Perjanjia n/?U tm.

34. Resnik, M. (2017). Tanggung Jawab Profesi Hukum dalam Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

35. S.W, M. (2008). Sumardjono, Tanah dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Yogyakarta: Kompas.

36. Salim HS dan Erlies Septiana Nurbani. (2009). Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Disertasi dan Tesis, Buku Kedua. Jakarta :Rajawali Pres.

37. Setiawan, R. (1999). Pokok-Pokok Hukum Perikatan. Bandung: Bina Cipta.

38. Shidarta. (2006). Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Jakarta : PT.Grasindo.

39. Sinaga, N. A. (2018). Peran Asas-Asas Hukum Perjanjian Dalam Mewujudkan Tujuan Perjanjian. Jurnal : Binamulia Hukum.

40. Soekanto, S. (1986). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

41. Subekti, R. (2014). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

42. Supriadi. (2007). Hukum Agraria. Jakarta: Sinar Grafika.

43. Syamsul Anwar. (2010). Hukum Perjanjian Syariah : Studi Tentang Teori Akad Dalam Fikih Muamalat Cet. 2. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

44. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, Pasal 15. (n.d.).

45. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104. (n.d.).

46. Urip Santoso. (2016). Hukum Perjanjian di Bidang Pertanahan. Jakarta: Kencana.

47. Wirjono Prodjodikoro. (2009). Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia. Bandung : Refika Aditama.

48. Zula, J. N. (2024). Transaksi Peralihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Jurnal : Binamulia Hukum.

Downloads

Published

06-07-2026

How to Cite

[1]
R. B. Brahmana, R. Saragih, and M. Hutabalian, “Pertanggungjawaban Hukum Penjual Akibat Pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 13012–13020, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles