Determinan Intensi Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi di Universitas Brawijaya melalui Whistleblowing System

Authors

  • Haekal Aria Dian Prakoso Universitas Brawijaya
  • Nurul Fachriyah Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10893

Keywords:

Whistleblowing System, Theory of Planned Behavior, Lingkungan Etika, Intensi Whistleblowing

Abstract

Pelanggaran etika di perguruan tinggi masih menjadi permasalahan serius sehingga Whistleblowing System (WBS) diperlukan untuk mendeteksi penyimpangan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan lingkungan etika terhadap intensi mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing melalui WBS. Menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior dan Ethical Work Climate Theory, data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Brawijaya yang telah menempuh mata kuliah Akuntansi Forensik. Sampel diambil secara simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert lima poin yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya melalui pilot test pada 30 responden. Analisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0, mencakup evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku (β=0,224; p=0,002), norma subjektif (β=0,225; p=0,011), persepsi kontrol perilaku (β=0,375; p<0,001), dan lingkungan etika (β=0,244; p=0,001) berpengaruh positif signifikan terhadap intensi whistleblowing, dengan persepsi kontrol perilaku sebagai prediktor terkuat. Model menjelaskan 56,5% varians (R²=0,565). Temuan ini menegaskan pentingnya kemudahan akses, perlindungan pelapor, dukungan sosial, dan iklim etika organisasi dalam mendorong pelaporan pelanggaran. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menyediakan saluran WBS yang terjamin kerahasiaannya serta memperkuat budaya integritas akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian tentang whistleblowing di lingkungan pendidikan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. S. Keraf, Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1998.

[2] A. Rahmat, Pengantar Pendidikan: Teori, Konsep, dan Aplikasi. Ideas Publishing, 2014.

[3] A. A. Katib, "Clinical research authorships: Ethics and problem-solving," Canadian Journal of Bioethics, vol. 3, no. 3, pp. 118–123, 2020, doi: 10.7202/1073787AR.

[4] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), "Laporan survei penilaian integritas pendidikan tahun 2024," 2024. [Online]. Available: https://aclc.kpk.go.id/pendidikan

[5] D. Indriasih, Konsep Pelaporan Pelanggaran. PT Djava Sinar Perkasa, 2022.

[6] Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), "Occupational fraud 2024: A report to the nations," 2024.

[7] D. Kennett, A. Downs, and M. G. Durler, "Accounting students' intent to blow the whistle on corporate fraudulent financial reporting: An experiment," International Journal of Business and Social Science, vol. 2, no. 14, pp. 14–23, 2011, doi: 10.30845/ijbss.

[8] L. Rosalia, "Persepsi mahasiswa akuntansi terhadap tindakan whistleblowing dalam upaya pencegahan dan pendeteksian fraud," Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, no. 1, pp. 19–48, 2018.

[9] I. Ajzen, "The theory of planned behavior," Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991.

[10] B. Victor and J. B. Cullen, "The organizational bases of ethical work climates," Administrative Science Quarterly, vol. 33, no. 1, p. 101, 1988, doi: 10.2307/2392857.

[11] M. Fishbein and I. Ajzen, Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Reading, MA: Addison-Wesley, 1975.

[12] D. Dalton and R. R. Radtke, "The joint effects of Machiavellianism and ethical environment on whistle-blowing," Journal of Business Ethics, vol. 117, no. 1, pp. 153–172, 2013, doi: 10.1007/s10551-012-1517-x.

[13] S. Noviyana, K. Koranti, and Chairunnisyah, "Pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap intensi pengungkapan kecurangan," Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah, vol. 4, no. 1, pp. 384–394, 2024, doi: 10.36908/jimpa.v4i1.373.

[14] I. M. G. Widhyatmika, D. N. S. Werastuti, and E. Sujana, "Pengaruh sikap, norma, persepsi kontrol perilaku, kewajiban moral, dan religiusitas terhadap intensi whistleblowing," Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha, vol. 14, no. 3, pp. 691–702, 2023, doi: 10.23887/jimat.v14i03.52207.

[15] U. A. Rahayu and C. D. Astuti, "Faktor-faktor yang mempengaruhi intention whistleblowing," Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 111–117, 2023, doi: 10.37034/infeb.v5i1.201.

[16] A. T. Lingga and D. Darmawati, "Pengaruh sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan insentif finansial terhadap intensi melakukan whistleblowing," Jurnal Ekonomi Trisakti, vol. 3, no. 1, pp. 953–964, 2023, doi: 10.25105/jet.v3i1.15598.

[17] M. F. Arif and Z. Sukarno, "Niat dan perilaku whistleblowing auditor pemerintah," Jurnal Akuntansi, vol. 18, no. 2, pp. 132–146, 2023, doi: 10.37058/jak.v18i2.8141.

[18] R. Yayang Nur'aini and S. Pujiningsih, "What factors affect students' whistleblowing intentions?," Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 2, pp. 151–162, 2021, doi: 10.29303/akurasi.v4i2.102.

[19] M. Mahwiyah, F. Fidiana, and W. Wahidahwati, "Pengaruh moral reasoning, budaya collectivisme, dan ethical environment terhadap tindakan whistleblowing," Owner, vol. 9, no. 2, pp. 1357–1368, 2025, doi: 10.33395/owner.v9i2.2660.

[20] I. G. A. D. Adnyaswari, S. A. P. A. Indraswarawati, and N. W. Yuniasih, "Pengaruh personal cost, komitmen organisasi, lingkungan etika, dan intensitas moral terhadap intensi melakukan tindakan whistleblowing pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Kecamatan Blahbatuh," Hita Akuntansi dan Keuangan, vol. 5, no. 2, pp. 260–269, 2024, doi: 10.32795/hak.v5i2.3804.

[21] N. Alifah and Wahidahwati, "Pengaruh lingkungan etika, sifat Machiavellian, personal cost, dan komitmen organisasi terhadap niat melakukan whistleblowing," Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), vol. 13, no. 9, 2024.

[22] S. P. Dwitia, A. S. Purwati, K. R. Fitrijati, and U. Pratiwi, "Pengaruh lingkungan etika, intensitas moral, dan komitmen profesional terhadap intensi whistleblowing," Jurnal Riset Akuntansi Soedirman, vol. 1, no. 1, pp. 1–21, 2022, doi: 10.32424/1.jras.2022.1.1.6673.

[23] A. Taripudin and H. Umar, "Pengaruh ethical environment dan ethical judgment terhadap intensi melakukan whistleblowing," in Prosiding Seminar Nasional Pakar, 2020, doi: 10.25105/pakar.v0i0.6906.

Downloads

Published

07-07-2026

How to Cite

[1]
H. A. D. Prakoso and N. Fachriyah, “Determinan Intensi Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi di Universitas Brawijaya melalui Whistleblowing System”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 13294–13302, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles