Analisis Karakteristik Marshall Campuran AC-Base Berdasarkan Uji Laboratorium
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10813Keywords:
AC-Base, Karakteristik Marshall, Kadar Aspal, Perkerasan Lentur, Parameter VolumetrikAbstract
Kerusakan struktural serta deformasi permanen pada perkerasan lentur sering kali dipicu oleh kualitas campuran lapisan fondasi atas yang buruk. Padahal, lapisan berbahan beton aspal (Asphalt Concrete-Base) ini memegang peran vital dalam mendistribusikan beban kendaraan ke struktur di bawahnya. Apabila mutu lapisan ini tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku, maka potensi terjadinya kerusakan seperti rutting, retak, dan penurunan umur layanan jalan akan semakin besar. Atas dasar tersebut, studi ini dilakukan guna menguji karakteristik Marshall dari campuran AC-Base sekaligus menakar kelayakannya berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Analisis dijalankan menggunakan data sekunder pengujian laboratorium pada variasi kadar aspal sebesar 4,5% hingga 6,5% dengan interval 0,5%. Adapun indikator mutu yang dievaluasi mencakup nilai kelelehan (flow), stabilitas, Marshall Quotient (MQ), rongga dalam campuran (VIM), rongga dalam agregat (VMA), serta rongga terisi aspal (VFA). Berdasarkan hasil analisis, nilai stabilitas, MQ, dan VMA telah memenuhi standar pada seluruh persentase kadar aspal yang diuji. Sementara itu, pemenuhan regulasi untuk parameter VIM serta VFA berada pada rentang kadar aspal 5,0% hingga 6,5%, dan parameter kelelehan (flow) hanya mencapai standar kelayakan hingga kadar aspal 5,5%. Secara keseluruhan, diperoleh kesimpulan bahwa proporsi kadar aspal 5,0%–5,5% menghasilkan performa campuran yang paling optimal karena seluruh indikator karakteristik Marshall berhasil memenuhi batasan spesifikasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, rentang kadar aspal tersebut direkomendasikan dalam pembuatan campuran AC-Base untuk menjamin kualitas perkerasan yang tahan lama dan sesuai standar teknis yang berlaku.
Downloads
References
1. Kementerian PUPR. (2021). Informasi Statistik Mengenai Infrastruktur di Indonesia
2. Wahyuwidayat, G, G. (2025). Karakteristik Bahan Perkerasan Jalan: Analisis Sifat Mekanis, Stabilitas Struktur, dan Kinerja Lapangan pada Perkerasan Lentur. Diklatkerja Blog. https://diklatkerja.com/blog/karakteristik-bahan-perkerasan-jalan-analisis-sifat-mekanis-stabilitas-struktur-dan-kinerja-lapangan-pada-perkerasan-lentur
3. Mulyadefie, S. P., Waani, J. E., Sendow, T. K., & Belakang, L. (2024). T e k n o. Desain Gradasi Campuran Beton Aspal Menggunakan Desain Kerangka Agregat Untuk Diaplikasikan Sebagai Lapis AC-Base, 22(No. 88).
4. Kementerian PUPR, Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, 2020.
5. Tondok, J. S., Alpius, & Apriyani, I. (2022). Karakteristik Campuran AC-Base Menggunakan Batu Sungai Bila Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap. Paulus Civil Engineering Journal, 4(1), 44–52. https://doi.org/10.52722/pcej.v4i1.376
6. Nofrianto, H., & Astika, S. D. (2023). Kajian Pasir Silika Sebagai Agregat Halus Pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (Ac – Wc) Berdasarkan Uji Marshall. Jurnal Teknologi Dan Vokasi, 1(2), 53–66. https://doi.org/10.21063/jtv.2023.1.2.7
7. Rahman, A. A., Putra, S., Sulistyorini, R., & Herianto, D. (2022). Karakteristik Uji Marshall Pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA). Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 10(3), 465–478. https://doi.org/10.23960/jrsdd.v10i3.2704
8. SNI 06-2489, Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta, 1991.
9. Asyraf, M. S. N., Irianto, & Riswanto, S. (2025). ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ( AC-WC ) MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS. Seminar Nasional Indonesia, 4(1).
10. Boro, E. S., Irianto, & Mabui, D. S. S. (2025). PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC DENGAN BAHAN PENGIKAT ASPAL kepulauan dan pantai yang mempunyai temperatur air laut tinggi sepanjang tahun . Batu karang kristalin . Sedangkan batu karang terumbu akan bersifat ambyar bila dipecahkan , oleh sebab itu. Fakultas Teknik, 3(1).
11. Prasetiyo, E., Desel, F. L., & Achmad, F. (2024). Karakteristik Marshall Campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Menggunakan Asbuton Pracampur dan Agregat Gorontalo. 4(1), 1–10. https://doi.org/10.37905/jc.v4i1.42
12. Nugroho, M. S. (2019). Karakteristik Marshall Quotient Pada Hot Mix Asphalt Menggunakan Agregat Alam Sungai Opak. INERSIA: LNformasi Dan Ekspose Hasil Riset Teknik SIpil Dan Arsitektur, 15(2), 84–91. https://doi.org/10.21831/inersia.v15i2.28627
13. Mardawa, I. G., Ahyudanari, E., & Murtiadi, S. (2020). Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal Dingin dengan Asbuton Akibat Dari Penggunaan Aditif Wetfix-BE. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 50–60. https://doi.org/10.29303/jstl.v6i1.149
14. Sundariyanti, F. A., & D., M. S. A. (2021). Usulan Permasalahan Teknologi Bahan.
15. Lestari, D. R. E., & Risdianto, Y. (2022). Analisis Karakteristik Campuran Aspal Betob Lapis Aus (AC-WC) Dengan Menggunakan Kalsium Karbonat Sebagai Filler. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nyayu Shalsabilah, Ely Mulyati, Feri Ahmad Sopian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















