Andragogi di Tengah Keberagaman Generasi: Konsep, Dinamika, dan Tantangan Pendidikan Orang Dewasa di Masyarakat Multigenerasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10789Keywords:
Andragogi, Pendidikan Orang Dewasa, Masyarakat Multigenerasi, Pembelajaran Sepanjang Hayat, Pendidikan NonformalAbstract
Pendidikan orang dewasa atau andragogi merupakan komponen penting dalam pembelajaran sepanjang hayat yang membantu individu beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang berlangsung secara cepat pada era modern. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep andragogi, menganalisis dinamika masyarakat multigenerasi dalam pelaksanaan pendidikan orang dewasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang relevan untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dari data yang terkumpul. Hasil kajian menunjukkan bahwa andragogi berlandaskan pada prinsip kemandirian belajar, pengalaman hidup sebagai sumber belajar, orientasi pemecahan masalah, serta motivasi internal sebagai pendorong utama keberhasilan proses belajar orang dewasa. Keberagaman generasi, mulai dari Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, hingga Generasi Z, terbukti memengaruhi pola komunikasi, tingkat literasi digital, dan preferensi gaya belajar peserta didik dewasa, sehingga menciptakan dinamika yang cukup kompleks namun juga berpotensi memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi lintas generasi yang saling melengkapi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi belajar, kesenjangan literasi digital, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan keluarga, perbedaan gaya belajar antar generasi, serta minimnya dukungan kebijakan dan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan andragogi yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan peserta didik, melalui pemanfaatan teknologi secara integratif dan pengembangan pembelajaran lintas generasi guna meningkatkan efektivitas pendidikan orang dewasa secara berkelanjutan di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Downloads
References
[1] A. W. Syakhrani and S. A. R. M. Azzahra, "Hakikat asas pendidikan sepanjang hayat," Netizen: Journal of Society and Bussiness, vol. 1, no. 12, pp. 749–758, 2025.
[2] T. Bartin, "Pendidikan orang dewasa sebagai basis pendidikan non formal," Jurnal Teknodik, pp. 156–173, 2006, doi: 10.32550/teknodik.v10i19.398.
[3] I. Kurniati, A. S. Malik, A. Maslachah, H. S. Muchtar, and R. Sulastini, "Pendekatan andragogi pada proses pembelajaran di institut," Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN), vol. 1, no. 1, pp. 46–51, 2022, doi: 10.3709/ilpen.v1i1.5.
[4] Y. Sutrasna, Manajemen Sumber Daya Manusia: Disrupsi Teknologi dan Kesenjangan Generasi. Bandung, Indonesia: CV Jejak (Jejak Publisher), 2023.
[5] M. Ridwan, S. Am, B. Ulum, and F. Muhammad, "Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah," Jurnal Masohi, vol. 2, no. 1, p. 42, 2021, doi: 10.36339/jmas.v2i1.427.
[6] J. Da Silva and R. J. Siahaan, "Peran andragogi dalam mempersiapkan orang tua sebagai pendidik anak usia dini," Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 2, no. 3, pp. 92–101, 2024, doi: 10.47861/khirani.v2i3.1271.
[7] E. Manalu, N. Sampe, M. Pd, and L. Terbit, Buku Ajar: Pendidikan Orang Dewasa (Andragogi). 2025.
[8] Sugiyanto and L. Wahyuni, Pendidikan Orang Dewasa (Andragogi). Malang, Indonesia: Universitas Brawijaya Press, 2020.
[9] A. M. A. Saputra, M. R. Tawil, H. Hartutik, et al., Pendidikan Karakter di Era Milenial: Membangun Generasi Unggul dengan Nilai-Nilai Positif. Indonesia: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.
[10] S. Muawiyah, I. F. Sudirlan, Nurlatifah, R. Habibah, and W. Julianingsih, "Perbedaan pola asuh antargenerasi: Studi komparatif antara generasi X, Y, dan Z," Caruban Proceeding, vol. 1, no. 1, pp. 136–148, 2025.
[11] S. Sari, "Literasi media pada generasi milenial di era digital," Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, vol. 6, no. 2, pp. 30–42, 2019, doi: 10.37676/professional.v6i2.943.
[12] S. F. Zis, N. Effendi, and E. R. Roem, "Perubahan perilaku komunikasi generasi milenial dan generasi Z di era digital," Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, vol. 5, no. 1, pp. 69–87, 2021, doi: 10.22219/satwika.v5i1.15550.
[13] R. N. Lestari, Y. Achdiani, and S. N. Fatimah, "Kesenjangan komunikasi antar generasi dalam keluarga di Kota Bandung," Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya, vol. 21, no. 2, pp. 193–207, 2025, doi: 10.57216/pah.v21i2.2.
[14] F. Atyasuraya, A. Fadilah, and A. Andora, "Pengaruh pemberian motivasi terhadap hasil belajar peserta dewasa di Bimbel Al Khoiriyah," Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, vol. 1, no. 2, pp. 1–6, 2025, doi: 10.63477/jupendia.v1i2.389.
[15] K. N. Amelia, D. P. Herliana, F. A. Agustin, and Mafruhah, "Integrasi teknologi dalam pendidikan; Optimalisasi media pembelajaran berbasis teknologi untuk generasi Z," Zaheen: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya, vol. 1, no. 1, pp. 82–95, 2025.
[16] G. Amalist, Sanusi, A. Rahmah, D. Agustina, and S. A. Rujiyah, "Analisis faktor penghambat partisipasi remaja dan dewasa dalam program training for tourism di Desa Loyok," Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 3, pp. 91–97, 2025.
[17] M. Alfarizi, "Teknologi maju Society 5.0 dalam tata kelola pertanahan nasional untuk mendukung pembangunan berkelanjutan: Pendekatan integratif bibliometrik dan kajian literatur," Jurnal Pertanahan, vol. 15, no. 1, pp. 87–120, 2025, doi: 10.53686/jp.v15i1.291.
[18] A. Kaharuddin, N. N. M.Pd, D. Pd, et al., Model Pembelajaran Inovatif. 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Aufa Muis, Tuti Nuriyati, Annisa Fitriani, Muhammad Muhyidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















