Sovereign Wealth Fund Domestik: Menakar Kesiapan Fungsi Manajemen Pengelolaan Keuangan Dana Abadi Daerah melalui Pendekatan Teori George Robert Terry

Authors

  • Biva Aditya Yuda Makatara Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Marimbi Liebe Na’illah Dida Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Pujo Pujo Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10701

Keywords:

Dana Abadi Daerah, Sovereign Wealth Fund, Manajemen POAC, Keuangan Publik Daerah, Sumatera Barat

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesiapan fungsi manajemen keuangan dana abadi daerah (sovereign wealth fund domestik) di Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan kerangka teori manajemen George Robert Terry yang meliputi empat fungsi utama, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC). Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya inisiatif pemerintah daerah di Indonesia untuk membentuk dana abadi daerah sebagai instrumen pembiayaan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Namun, kesiapan kelembagaan dan kapasitas manajerial dalam pengelolaan dana abadi daerah masih belum terukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesiapan setiap fungsi manajemen, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam implementasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan berdasarkan temuan empiris. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, yaitu kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD), sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penilaian berbasis indikator terstruktur terhadap tujuh informan kunci yang terlibat dalam perencanaan dan pengelolaan dana abadi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning memperoleh tingkat kesiapan sebesar 76 persen dan termasuk kategori cukup siap. Fungsi actuating memperoleh skor 64 persen, fungsi organizing sebesar 58 persen, sedangkan fungsi controlling hanya mencapai 52 persen dan termasuk kategori tidak siap. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat kesiapan manajemen mencapai 62,5 persen yang menunjukkan kondisi kesiapan parsial dan belum optimal. Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan yang lebih serius, khususnya dalam penguatan sistem pengawasan, tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan regulasi pendukung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Andriani, R., & Fitri, N. (2024). Kesiapan kelembagaan sovereign wealth fund daerah: Perbandingan antara Provinsi Aceh dan Riau. Jurnal Administrasi Keuangan Daerah, 12(1), 45–68. https://doi.org/10.21776/jakd.2024.12.1.03

2. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2023). Sumatera Barat dalam Angka 2023. BPS Sumatera Barat.

3. Balding, C., & Halper, S. (2019). Sovereign wealth funds and state ownership in international markets. Journal of International Economic Law, 22(3), 497–521. https://doi.org/10.1093/jiel/jgz028

4. Basri, H., & Subiyanto, A. (2020). Hambatan regulasi dalam pengembangan sovereign wealth fund daerah di Indonesia. Jurnal Keuangan Publik, 14(2), 112–131. https://doi.org/10.33876/jkp.v14i2.221

5. BPK Perwakilan Sumatera Barat. (2023). Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2022. BPK RI.

6. Brealey, R. A., Myers, S. C., & Allen, F. (2020). Principles of corporate finance (13th ed.). McGraw-Hill Education.

7. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

8. Dixon, A. D., & Monk, A. H. B. (2021). The nature of sovereign wealth funds: A theoretical survey. Journal of Comparative Economics, 49(1), 1–24. https://doi.org/10.1016/j.jce.2020.08.001

9. Hadiyanto, F. (2023). Dana abadi daerah sebagai instrumen kebijakan fiskal kontra-siklus: Analisis konseptual dan implikasi kebijakan. Journal of Indonesian Public Finance, 8(1), 1–22. https://doi.org/10.33227/jipf.v8i1.156

10. Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah (Edisi Revisi). Bumi Aksara.

11. Hill, M., & Hupe, P. (2014). Implementing public policy: An introduction to the study of operational governance (3rd ed.). SAGE Publications.

12. Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

13. Kementerian Dalam Negeri. (2020). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1781.

14. Kumorotomo, W. (2022). Administrasi publik dan keuangan negara: Teori dan praktik di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

15. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

16. Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

17. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2021 tentang Investasi Daerah Provinsi Sumatera Barat.

18. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42.

19. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 305.

20. Prasetyo, B., & Widodo, T. (2022). Institutional readiness of regional financial institutions: Evidence from Central Java. Indonesian Journal of Public Administration, 8(2), 234–256. https://doi.org/10.31509/ijpa.2022.v8i2.1345

21. Purnomo, S. H., & Wahyudi, I. (2022). Evaluasi tata kelola BUMD di era desentralisasi fiskal: Studi kasus di Pulau Jawa. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 10(1), 78–98. https://doi.org/10.26555/jiap.v10i1.3341

22. Santoso, B., & Prasetya, H. D. (2021). Manajemen keuangan publik daerah: Teori dan aplikasi. Erlangga.

23. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi Terbaru). Alfabeta.

24. Sumodiningrat, G., & Wulandari, A. (2020). Pembangunan daerah dan keuangan publik: Desentralisasi fiskal dan tantangan pengelolaan. Gadjah Mada University Press.

25. Terry, G. R., & Rue, L. W. (2010). Principles of management (8th ed.). Richard D. Irwin.

26. Truman, E. M. (2020). Sovereign wealth fund transparency and accountability. Petersen Institute for International Economics Policy Brief, 20(3). https://doi.org/10.51366/pb20-3

27. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

28. Utomo, D., Yulianto, M., & Hadiwijaya, R. (2021). Manajemen investasi publik: Studi komparatif pada BUMD investasi di dua belas daerah di Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 9(2), 188–210. https://doi.org/10.26555/jiap.v9i2.2987

29. Winarto, J., & Purnama, D. (2023). Pengelolaan aset daerah dan kinerja fiskal: Analisis data panel kabupaten/kota di Indonesia 2015–2022. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(1), 55–74. https://doi.org/10.22212/jekp.v14i1.2218

30. World Bank. (2022). Indonesia fiscal decentralization review: Getting more from sub-national spending. World Bank Group. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1845-9

31. Yehoue, E. B., & Ndiaye, A. S. (2019). Governance framework for sovereign wealth funds in developing economies. IMF Working Paper, WP/19/178. https://doi.org/10.5089/9781498323710.001

32. Yusuf, A. M. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Prenadamedia Group.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

[1]
B. A. Y. Makatara, M. L. N. Dida, and P. Pujo, “Sovereign Wealth Fund Domestik: Menakar Kesiapan Fungsi Manajemen Pengelolaan Keuangan Dana Abadi Daerah melalui Pendekatan Teori George Robert Terry”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 11714–11723, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles