Evaluasi Fasilitas Halte Trans Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi Menggunakan Metode Customer Satisfication Index (CSI) dan Importance Performance Analisis (IPA)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10631Keywords:
Halte BRT, Trans Wibawa Mukti, Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis, Fasilitas HalteAbstract
Halte merupakan prasarana penting dalam mendukung operasional layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi. Ketersediaan fasilitas halte yang lengkap dan layak berperan besar dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan pengguna angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna Halte BRT Trans Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan positivistik. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan terhadap delapan halte pada Koridor 1 Trans Wibawa Mukti dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna layanan BRT. Fasilitas yang dievaluasi meliputi identitas halte, rambu petunjuk, papan informasi trayek, lampu penerangan, tempat duduk, telepon umum, tempat sampah, pagar pengaman, dan papan iklan/pengumuman berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 dan Permenhub Nomor 10 Tahun 2012. Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian besar halte Trans Wibawa Mukti masih kekurangan fasilitas penting seperti identitas halte, papan informasi trayek, lampu penerangan, tempat sampah, dan pagar pengaman. Hasil perhitungan CSI diperoleh nilai indeks kepuasan sebesar 68,42% yang termasuk dalam kategori Poor (64% < X ≤ 71%), mengindikasikan bahwa pengguna belum merasa puas terhadap kualitas fasilitas yang tersedia. Analisis IPA mengidentifikasi enam atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan (Kuadran I), yaitu papan informasi trayek, pagar pengaman, petugas keamanan, info gangguan keamanan, kebersihan halte, dan informasi jadwal kedatangan/keberangkatan BRT. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Perhubungan untuk segera melengkapi fasilitas halte sesuai standar yang berlaku dan menerapkan sistem monitoring berkala minimal setiap 6 bulan sekali.
Downloads
References
[1] F. Miro, Pengantar sistem transportasi. Jakarta: Erlangga, 2012. [Online]. Available: https://lib.ui.ac.id/detail?id=20362533&lokasi=lokal
[2] A. Kurniawan, C. Liviona, and M. Nahriyah, “Analisis perkembangan wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020,” vol. 1, no. 1, pp. 1–13, 2024.
[3] L. Wright and W. Hook, “Bus Rapid Transit Planning Guide,” New York, 2007.
[4] Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, “Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum,” 1996.
[5] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 10 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan,” Jakarta, 2012.
[6] P. Dan and L. Pelanggan, “Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan,” vol. 18, no. 1, pp. 42–53, 2018.
[7] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing Management, 15 th. Pearson Education, 2016.
[8] C. S. Index, “Penggunaan Metode I mportance Performance Analysis ( IPA ) dan Customer Satisfaction Index ( CSI ) Dalam Menganalisis Pengaruh Sistem E-Service Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan,” vol. 3, no. 1, pp. 1–12, 2022.
[9] M. Firdaus et al., “ANALISA TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX ( CSI ) DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS ( IPA ),” vol. 5, pp. 295–309, 2023.
[10] S. Sugiyono, “Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D,” Alf. Bandung, vol. 14, 2010.
[11] A. Munawar, Dasar-dasar teknik transportasi. Yogyakarta: Beta Ofset, 2005. [Online]. Available: https://lib.ui.ac.id/detail?id=86101
[12] K. R. Bhote and A. M. Association, Beyond Customer Satisfaction to Customer Loyalty: The Key to Greater Profitability. American Management Association, 1996. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=jUwaRgAACAAJ%7D,%0A year=%7B1996
[13] L. W. Ellis and C. C. Curtis, “Measuring Customer Satisfaction,” Res. Technol. Manag., vol. 38, no. 5, pp. 45–48, 1995, [Online]. Available: http://www.jstor.org/stable/24129794%0A
[14] J. A. Martilla and J. C. James, “Importance-Performance Analysis,” J. Mark., vol. 41, no. 1, 1977, doi: https://doi.org/10.1177/002224297704100112.
[15] J. Riset, “Analisis Kualitas Pelayanan Publik menggunakan Metode Service Quality dan Importance Performance Analysis pada Kantor Kecamatan Soko , Kabupaten Tuban Analysis of Public Service Quality using Service Quality and Importance Performance Analysis Methods at Soko District Office , Tuban Regency,” vol. 8, no. 2, pp. 115–126, 2024.
[16] Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, “Data Koridor dan Halte BRT Trans Wibawa Mukti. Bekasi,” Bekasi, 2024.
[17] S. Husna and A. Syukri, “PENERAPAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX ( CSI ) DAN ANALISIS GAP PADA KUALITAS PELAYANAN,” no. 1, pp. 103–111, 2014.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Nursabrina, Dian Pranata Putra, Herdian Nurwicaksana, Raden Caesario Boing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















