Analisis Dampak Penguatan Dolar Amerika Serikat terhadap Pelemahan Nilai Tukar Rupiah dan Stabilitas Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10559Keywords:
Dolar Amerika Serikat, Nilai Tukar Rupiah, Stabilitas Ekonomi, Inflasi, Ekonomi GlobalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penguatan Dolar Amerika Serikat terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah serta implikasinya terhadap stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, International Monetary Fund, World Bank, dan Kementerian Keuangan selama periode 2021–2025. Analisis dilakukan terhadap perkembangan kurs Rupiah, tingkat inflasi, beban utang luar negeri, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi melalui perhitungan pertumbuhan, statistik deskriptif, korelasi Pearson, serta simulasi perubahan nilai kewajiban berdenominasi Dolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rupiah mengalami depresiasi kumulatif sebesar 13,57%, dari Rp14.308 per Dolar AS pada 2021 menjadi Rp16.250 pada 2025. Hubungan antara kurs dan inflasi menunjukkan korelasi positif sedang sebesar 0,56, yang mengindikasikan adanya tekanan imported inflation. Simulasi utang luar negeri menunjukkan tambahan beban sebesar Rp194,2 triliun untuk setiap kewajiban senilai USD100 miliar akibat perubahan kurs selama periode penelitian. Meskipun tekanan eksternal meningkat, stabilitas ekonomi Indonesia relatif terjaga melalui surplus neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, cadangan devisa yang memadai, serta kebijakan moneter dan fiskal yang berhati-hati. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan fundamental ekonomi domestik, diversifikasi ekspor, pengurangan ketergantungan impor, pengelolaan utang yang prudent, serta penerapan manajemen risiko nilai tukar untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Downloads
References
[1] Y. R. T. Hutagaol, R. P. P. Sinurat, and S. M. Shalahuddin, "Strategi penguatan keuangan negara dalam menghadapi ancaman resesi global 2023 melalui green economy," Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), vol. 4, no. 1S, pp. 378–385, 2022. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1911
[2] A. A. A. Sandi, D. B. Taqiyah, M. H. Rifai, R. Y. Setiawan, R. Trisnaningtyas, and A. E. Sujianto, "Analisis Pengaruh Depresiasi Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Pada Bidang Ekspor Dan Impor," Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, vol. 3, no. 3, pp. 90–101, 2024. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v3i3.2580
[3] A. Agustina and A. Rachmansyah, "Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Inflasi di Indonesia," Jurnal Ekonomi Pembangunan, vol. 19, no. 2, pp. 155–164, 2021. https://doi.org/10.29259/jep.v19i2.13112
[4] I. M. Sudana and M. M. Indraswari, "Pengaruh Suku Bunga The Fed terhadap Nilai Tukar Rupiah dan IHSG," Jurnal Ilmu Manajemen, vol. 10, no. 1, pp. 45–56, 2022. https://doi.org/10.26740/jim.v10n1.p45-56
[5] F. Mishkin, "International Experiences with Different Monetary Policy Regimes," Journal of Monetary Economics, vol. 43, no. 3, pp. 579–605, 1999. https://doi.org/10.1016/S0304-3932(99)00006-9
[6] P. R. Krugman, M. Obstfeld, and M. J. Melitz, International Economics: Theory and Policy, 11th ed. Pearson Education, 2018. https://doi.org/10.1017/S0022050700061593
[7] D. Rodrik, "The Real Exchange Rate and Economic Growth," Brookings Papers on Economic Activity, vol. 2008, no. 2, pp. 365–412, 2008. https://doi.org/10.1353/eca.0.0020
[8] R. Dornbusch, "Expectations and Exchange Rate Dynamics," Journal of Political Economy, vol. 84, no. 6, pp. 1161–1176, 1976. https://doi.org/10.1086/260506
[9] International Monetary Fund, World Economic Outlook: Countering the Cost-of-Living Crisis. Washington, DC: IMF, 2022. https://doi.org/10.5089/9798400220043.081
[10] Bank Indonesia, Laporan Perekonomian Indonesia 2022. Jakarta: Bank Indonesia, 2023. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.14801.92006
[11] A. Pratomo and B. Nugroho, "Dampak Kebijakan Moneter Federal Reserve terhadap Perekonomian Indonesia," Jurnal Keuangan dan Perbankan, vol. 26, no. 3, pp. 512–527, 2022. https://doi.org/10.26905/jkdp.v26i3.7123
[12] R. Purwanto, S. Rahayu, and M. Fatimah, "Analisis Korelasi antara Nilai Tukar Rupiah dan Tingkat Inflasi Indonesia Periode 2010–2022," Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, vol. 16, no. 1, pp. 22–35, 2023. https://doi.org/10.17970/jreb.v16i1.2023.3
[13] World Bank, Indonesia Economic Prospects: Boosting the Recovery. Washington, DC: World Bank, 2022. https://doi.org/10.1596/37668
[14] H. Mukhlis and A. Hidayat, "Pengaruh Utang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia," Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, vol. 13, no. 2, pp. 89–102, 2022. https://doi.org/10.22212/jekp.v13i2.2345
[15] S. Wibowo and T. Sari, "Analisis Kinerja Neraca Perdagangan Indonesia di Tengah Pelemahan Rupiah 2021–2023," Jurnal Perdagangan dan Industri, vol. 8, no. 2, pp. 77–91, 2023. https://doi.org/10.35760/jpi.2023.v8i2.7891
[16] A. Arifin and B. Santoso, "Cadangan Devisa Indonesia sebagai Buffer Guncangan Eksternal: Analisis Kecukupan 2020–2024," Jurnal Moneter, vol. 11, no. 1, pp. 10–25, 2024. https://doi.org/10.31294/moneter.v11i1.2024.002
[17] M. Obstfeld, J. C. Shambaugh, and A. M. Taylor, "The Trilemma in History: Tradeoffs among Exchange Rates, Monetary Policies, and Capital Mobility," Review of Economics and Statistics, vol. 87, no. 3, pp. 423–438, 2005. https://doi.org/10.1162/0034653054638300
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mona Lisa Putri Andani, Adelia Adelia, Eci Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















