Analisis Perbandingan Kuat Lentur dan Daya Serap Air pada Genteng Tanah Liat
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10501Keywords:
Genteng Tanah Liat Natural, Genteng Tanah Liat Berlapis Keramik, Kuat Lentur, Daya Serap AirAbstract
Tingginya curah hujan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia mengasumsikan pentingnya pemilihan material atap dengan performa mekanis dan fisis yang optimal, salah satunya melalui aplikasi genteng tanah liat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kuat lentur serta daya serap air antara genteng tanah liat natural dan genteng tanah liat berlapis keramik sebagai upaya evaluasi kualitas material atap yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Melalui metode eksperimental di laboratorium, pengujian sifat mekanis berupa kuat lentur dilakukan menggunakan alat Hydraulic Concrete Beam Testing Machine. Sementara itu, sifat fisis berupa daya serap air ditentukan berdasarkan prosedur perendaman sampel selama 24 jam. spesimen diambil dari industri genteng PG. TRI ADE EEF SUPER JTW di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua jenis genteng memiliki nilai kuat lentur yang identik, yakni sebesar 5,7 MPa, yang mengindikasikan bahwa lapisan keramik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanis material. Namun, pada pengujian daya serap air terdapat perbedaan yang nyata; genteng tanah liat natural memiliki rata-rata daya serap sebesar 13,19%, sedangkan genteng berlapis keramik sebesar 9,62%. Perbedaan ini disebabkan oleh fungsi lapisan glasir yang menutup pori-pori permukaan genteng sehingga mengurangi masuknya air. Berdasarkan parameter daya serap air, dapat disimpulkan bahwa spesimen genteng berlapis keramik menunjukkan performa dan ketahanan yang lebih optimal dibandingkan genteng tanah liat konvensional. Produk ini direkomendasikan untuk diaplikasikan pada konstruksi bangunan di area dengan paparan iklim basah dan kelembapan ekstrem.
Downloads
References
[1] S. Suhartoyo and Y. Y. Kristiawan, “Optimasi Parameter Pembuatan Genteng Keramik Pres Terhadap Respon Kuat Lentur dan Kuat Serap Air,” Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri, vol. 8, no. 1, pp. 170–178, Jan. 2024, doi: 10.37090/indstrk.v8i1.1348.
[2] A. Aziz, “Evaluasi Performa Material Penutup Atap Terhadap Penghematan Energi Bangunan,” JURNAL UNITEK, vol. 17, no. 1, pp. 34–45, Apr. 2024, doi: 10.52072/unitek.v17i1.788.
[3] R. W. Yulianyahya, D. Syafriyandi, C. D. P. Widjaya, A. N. Sitanggang, and A. P. Putra, “Penggunaan Baja Ringan Sebagai Pengganti Kayu Untuk Konstruksi Atap Rumah Sederhana,” Pengmasku, vol. 4, no. 1, pp. 14–18, May 2024, doi: 10.54957/pengmasku.v4i1.806.
[4] H. W. Artha, N. Syah, and P. Y. Putri, “Building Roof Covering Materials for Residential and Commercial: Comparison and Best Choices,” CIVED, vol. 11, no. 2, pp. 586–594, Jun. 2024, doi: 10.24036/cived.v11i2.596.
[5] E. Pujiyanto, C. Nur Rosyidi, M. Hamka Ibrahim, and A. Budiaji, “Meningkatkan Kualitas Genteng Hasil Produksi IKM Kebakkramat Karanganyar untuk Memenuhi SNI 03-2095-1998,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 2, no. 1, pp. 25–31, Feb. 2022, doi: 10.52436/1.jpmi.415.
[6] E. S. , Fatimah et al., “Pengenalan dan Penguatan Branding Produksi Genteng Tanah Liat Jatiwangi Majalengka Menuju Kualitas Kesejahteraan Masyarakat,” SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5, no. 5, pp. 1453–1463, May 2026, doi: https://doi.org/10.55681/swarna.v5i5.2211.
[7] K. A. Mahmoud and M. W. Marashdeh, “Clay-based bricks’ rich illite mineral for gamma-ray shielding applications: An experimental evaluation of the effect of pressure rates on gamma-ray attenuation parameters,” Open Chem., vol. 21, no. 1, Nov. 2023, doi: 10.1515/chem-2023-0167.
[8] M. F. Hamzah, F. Fahrudin, F. Wahyuni, and B. Martana, “Comparative Study Of Solar Radiation On Clay Roof Tiles And Teki Grass-Based HDPE Composite Roof Tiles,” ROTASI, vol. 26, no. 2, pp. 8–14, Apr. 2024, doi: 10.14710/rotasi.26.2.8-14.
[9] A. S. Permadi and A. K. Garside, “Uji Kualitas Genteng Keramik Berglasir Produksi Home Industry Berbasis Standar Nasional Indonesia,” Seminar Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur, vol. 2, no. 1, Aug. 2022, doi: 10.22219/skpsppi.v3i1.5022.
[10] B. S. Pradiptha, A. M. Sholahuddin, A. Khoiron, and S. H. Hotima, “Pengambilan Keputusan Dalam Penentuan Kualitas Bahan Baku Genteng,” Majalah Ilmiah Pelita Ilmu, vol. 5, no. 1, p. 15, Sep. 2022, doi: 10.37849/mipi.v5i1.295.
[11] M. L. Jalaluddin, U. A.-A. Azlan, M. W. A. Rashid, and N. Tamin, “Effect of sintering temperatures on the physical, structural properties and microstructure of mullite-based ceramics,” AIMS Mater. Sci., vol. 11, no. 2, pp. 243–255, 2024, doi: 10.3934/matersci.2024014.
[12] C. N. Rosyidi, A. Budiaji, and E. Pujiyanto, “MULTIRESPONSE OPTIMIZATION ON THE PROCESS OF ROOF TILES MANUFACTURE USING THE TAGUCHI AND PCR-TOPSIS METHOD,” J. Teknol., vol. 84, no. 6, pp. 11–18, Nov. 2022, doi: 10.11113/jurnalteknologi.v84.18235.
[13] M. F. Nazri Nasaf, A. Rakhmawati, and R. M. Jannah, “Pengujian Sifat Fisik dan Mekanik Genteng Beton Ringan dengan Tambahan Styrofoam,” Reviews in Civil Engineering, vol. 7, no. 1, pp. 22–26, Mar. 2023, doi: 10.31002/rice.v7i1.346.
[14] A. Rindiani, R. Pradipta Eskananda, H. Hartono, and R. Susanti, “Analisis Kualitas Genteng Beton Eco-Friendly dengan Cocofiber dan Cangkang Telur Ayam Sebagai Substitusi Pasir dan Semen,” Jurnal Sipil dan Arsitektur, vol. 3, no. 1, pp. 12–23, Mar. 2025, doi: 10.14710/pilars.3.1.2025.12-23.
[15] Basuki, Warsiyah, Rita Dewi Triastianti, and Noviyanti, “KUAT LENTUR DAN DAYA SERAP AIR PADA GENTENG BETON DARI CAMPURAN LIMBAH PADAT AMPAS TEBU,” Jurnal Rekayasa Lingkungan, vol. 24, no. 1, pp. 39–48, Apr. 2024, doi: 10.37412/jrl.v24i1.261.
[16] H. A. Saputra, E. S. Sunarsih, and B. Siswanto, “Analisis Karakteristik Genteng Keramik Hasil Campuran Limbah Abu Ampas Tebu dan Abu Terbang Batubara sebagai Pengganti Sebagian Tanah Lempung,” vol. 8, no. 2, pp. 27–36, 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cepy Prasetyo, Erni Sari Lumban Toruan, Moch. Yoga Purnama Rifa'i, Surya Nata Wibawa Kurnia, Rafiki Mawarid Asywara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















