Analisis Prioritas Peningkatan Fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang Berdasarkan Metode AHP dan Persepsi Pengguna Layanan

Authors

  • Titin Normala Sari Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Endah Dwi Lestari Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Wayan Aan Arya Supanca Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • R. Caesario Boing Rachmat Raharjo Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10451

Keywords:

Terminal Tipe C, Prioritas Fasilitas, AHP, Persepsi Pengguna Layanan, Terminal Dara Itam Ngabang

Abstract

Terminal memiliki peran penting sebagai simpul pelayanan transportasi darat yang mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran operasional angkutan umum, khususnya pada wilayah perdesaan. Namun, keterbatasan anggaran dan sumber daya menyebabkan peningkatan seluruh fasilitas terminal tidak dapat dilakukan secara bersamaan sehingga diperlukan penentuan prioritas peningkatan fasilitas secara tepat, efektif dan sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas peningkatan fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang, Kabupaten Landak, berdasarkan penilaian responden ahli dan persepsi pengguna layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis persepsi pengguna layanan menggunakan skala Likert. Responden ahli terdiri atas pihak Dinas Perhubungan, pengelola terminal, dan akademisi/praktisi transportasi, sedangkan responden pengguna layanan berjumlah 100 responden yang terdiri dari penumpang, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna terminal. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa fasilitas operasional inti menjadi prioritas utama dengan bobot sebesar 0,422, diikuti fasilitas pelayanan penumpang sebesar 0,295 dan fasilitas pendukung modern dan inklusif sebesar 0,282. Sementara itu, hasil analisis persepsi pengguna layanan menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan penumpang memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,636, diikuti fasilitas pendukung modern dan inklusif sebesar 4,340 serta fasilitas operasional inti sebesar 3,182. Hasil prioritas akhir melalui pendekatan weighted priority score menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan penumpang menjadi prioritas utama peningkatan fasilitas terminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna layanan lebih memprioritaskan fasilitas yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kebutuhan dasar dibandingkan fasilitas yang bersifat teknis operasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan peningkatan fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang secara lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Handayani, S., & dkk. (2020). Evaluasi Pelayanan dan Fasilitas Terminal Tipe C di Purworejo. Reviews in Civil Engineering, 4(1), 16–25.

2. Hasina, H., & Satyadharma, M. (2023). Strategi Pengembangan Fungsi Terminal Penumpang Tipe B di Provinsi Sulawesi Tenggara. Publicuho, 6(1), 246–256.

3. Maftuhin, A. (2017). Mendefinisikan Kota Inklusif: Asal-Usul, Teori dan Indikator. Tataloka, 19(2), 93–103.

4. Marpaung, A. M. B. (2022). Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Menganalisis Faktor Pemilihan Masyarakat terhadap Trans Metro Deli. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

5. Penina, T., & dkk. (2018). Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa Terminal Angkutan Umum Mardika Ambon. Ambon: Politeknik Negeri Ambon.

6. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Nomor PM 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Jakarta: Kementerian Perhubungan.

7. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Nomor PM 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Jakarta: Kementerian Perhubungan.

8. Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta.

9. Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Jakarta.

10. Saaty, T. L. (2008). Decision Making for Leaders: The Analytical Hierarchy Process for Decisions in a Complex World. Pittsburgh: RWS Publications.

11. Saaty, T. L. (1990). How to make a decision: The analytic hierarchy process. European Journal of Operational Research, 48(1), 9–26.

12. Taherdoost, H. (2017). Decision making using the analytic hierarchy process (AHP): A step by step approach. International Journal of Economics and Management Systems, 2, 244–246.

13. Setyawan, A., & dkk. (2020). Sistem Pendukung Keputusan Prioritas Lokasi Perbaikan Jalan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SAW (Simple Additive Weighting) Studi Kasus Kabupaten Pasuruan. Jurnal Penelitian Transportasi.

14. Tamin, O. Z. (2000). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

15. Warpani, S. (1990). Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Downloads

Published

27-06-2026

How to Cite

[1]
T. N. Sari, E. D. Lestari, W. A. A. Supanca, and R. C. B. R. Raharjo, “Analisis Prioritas Peningkatan Fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang Berdasarkan Metode AHP dan Persepsi Pengguna Layanan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 11060–11074, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles