Model Integratif Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Alignment Tujuan, Indikator, Rubrik, dan Budaya Religius Sekolah (Studi Kasus di SDIT Santiniketan Baleendah)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10396Keywords:
Asesmen Autentik, Pendidikan Agama Islam, Perencanaan Asesmen, Keselarasan Konstruktif, Sekolah Islam Terpadu, Model IntegratifAbstract
Asesmen autentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan sistem yang terintegrasi antara perencanaan, keselarasan instrumen, dan implementasi. Namun, penelitian sebelumnya umumnya mengkaji komponen-komponen tersebut secara terpisah sehingga belum menghasilkan gambaran yang utuh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integratif asesmen autentik PAI melalui kajian terhadap: (1) proses perencanaan asesmen, (2) keselarasan antara tujuan pembelajaran, indikator kompetensi, dan rubrik penilaian, (3) implementasi asesmen autentik dalam praktik, serta (4) strategi guru dalam mengatasi berbagai hambatan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal (Yin, 2018), penelitian dilaksanakan di SDIT Santiniketan Baleendah, Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan (dua guru PAI, dua wali kelas, dan satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum), observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) berbantuan NVivo menghasilkan 80 referensi terkode pada lima node tematik. Temuan menunjukkan bahwa: (1) perencanaan asesmen dilakukan secara sistematis berbasis kompetensi dan didukung supervisi kolaboratif melalui KKG internal; (2) keselarasan yang kuat antara tujuan, indikator, dan rubrik meningkatkan validitas asesmen; (3) asesmen autentik dilaksanakan melalui proyek, praktik ibadah, portofolio, dan observasi karakter; serta (4) guru mengatasi kendala melalui diferensiasi pembelajaran, umpan balik berkelanjutan, dan penguatan budaya religius sekolah. Model integratif yang dihasilkan berkontribusi pada pengembangan kerangka empiris asesmen autentik dalam pendidikan Islam dasar, dengan menempatkan dimensi spiritual dan karakter sebagai inti, bukan pelengkap dari sistem penilaian.
Downloads
References
[1] M. I. Firmansyah, “Pendidikan agama Islam: Pengertian, tujuan, dasar, dan fungsi,” J. Pendidik. Agama Islam Ta’lim, vol. 17, no. 2, pp. 79–90, 2019, doi: 10.17509/tk.v17i2.43562.
[2] A. Nata, Perspektif Islam tentang pendidikan. Kencana, 2012.
[3] Muhaimin, Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi. RajaGrafindo Persada, 2014.
[4] G. Wiggins, Educative assessment: Designing assessments to inform and improve student performance. Jossey-Bass, 1998.
[5] E. Kurniawati, A. Pahrudin, A. Jatmiko, Koderi, and A. Fauzi, “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI: Tantangan dan inovasi di sekolah dan madrasah,” JIIP J. Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 9, no. 1, pp. 1227–1233, 2026, doi: 10.54371/jiip.v9i1.10280.
[6] A. Marfuah and Febriza, “Penilaian autentik pada pembelajaran PAI di sekolah dan perguruan tinggi,” Fondatia J. Pendidik. Dasar, vol. 3, no. 2, pp. 35–58, 2019, doi: 10.36088/fondatia.v3i2.301.
[7] D. Mutammimah, I. F. Kamila, D. Kamilia, Juhairiyah, and E. Fitriyah, “Telaah kritis prinsip-prinsip penilaian otentik dalam konteks pembelajaran PAI,” Al-Alim J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 1, pp. 149–163, 2026, doi: 10.65118/alim.v2i1.39.
[8] A. Zaenuri, “Authentic assessment in digital learning: A systematic literature review,” Indones. J. Appl. Sci. Technol., vol. 6, no. 1, pp. 1–12, 2025.
[9] Herwamansyah, M. Damopoli, and Yuspiani, “Evaluasi dalam proses pembelajaran,” Edusociata J. Pendidik. Sosiol., vol. 7, no. 1, 2024, doi: 10.33627/es.v7i1.2143.
[10] A. J. Nitko and S. M. Brookhart, Educational assessment of students, 6th ed. Pearson, 2014.
[11] Nabilah, I. Nyoman Karma, and Husnati, “Identifikasi kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada Kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 6, no. 4, 2021, doi: 10.29303/jipp.v6i4.298.
[12] T. M. Nst, Remiswal, and Khadijah, “Implementasi penilaian autentik pada materi pembelajaran PAI di SDN 329 Suka Damai,” YASIN J. Pendidik. dan Sos. Budaya, vol. 5, no. 4, pp. 3185–3193, 2025, doi: 10.58578/yasin.v5i4.5953.
[13] K. A. Alifa and A. Mukminin, “Implementasi penilaian autentik dalam pembelajaran PAI pada murid kelas II SDN 1 Kebonagung,” Al-Irsyad J. Pendidik. Agama Islam, vol. 01, no. 02, pp. 7–12, 2025, doi: 10.566237/alirsyad.v1i02.130.
[14] M. H. Shafwan and Matsuni, “Implementasi authentic assessment pada pembelajaran PAI berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Muhammadiyah Sungailiat Kabupaten Bangka,” Stud. Relig. J. Pemikir. dan Pendidik. Islam, vol. 5, no. 1, pp. 143–155, 2021, doi: 10.30651/sr.v5i1.8943.
[15] M. Tamrin, H. Hasibuan, and P. Sihombing, “Penilaian autentik pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 4 Pematangsiantar,” Al-Fikru J. Ilm., vol. 15, no. 2, pp. 127–142, 2021, doi: 10.51672/alfikru.v15i2.57.
[16] H. Sofyan, “Implementasi penilaian autentik dalam pembelajaran PAI berbasis karakter di sekolah,” J. Pendidik. Agama Islam, vol. 8, no. 2, pp. 145–158, 2020.
[17] Nurmawati, Evaluasi pendidikan Islami, Edisi Revisi. Perdana Publishing, 2016.
[18] M. M. Idris and A. Asyafah, “Authentic assessment in Islamic education,” J. Kaji. Perad. Islam, vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2020, doi: 10.47076/jkpis.v3i1.36.
[19] R. K. Yin, Case Study Research and Applications: Design and Methods, 6th ed. Los Angeles: Sage, 2018.
[20] J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.
[21] M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative data analysis: A methods sourcebook, 3rd ed. SAGE Publications, 2014.
[22] E. Amalia, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam: dari Masa Klasik hingga Kontemporer. Jakarta: Pustaka Asatruss, 2005.
[23] F. Hidayati, S. Nurhalisa, A. R. A. Candrika, N. Nisa, and S. Abdullah, “Authentic assessment sebagai strategi evaluasi efektif dalam pembelajaran PAI berbasis karakter,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 9, no. 2, pp. 18131–18140, 2025.
[24] D. Kusnadi, N. Fattah, A. Husaini, and Ruhenda, “Efektivitas implementasi kebijakan penilaian autentik pada pembelajaran PAI,” Ta’dibuna J. Pendidik. Islam, vol. 7, no. 1, pp. 20–41, 2018, doi: 10.32832/tadibuna.v7i1.1348.
[25] Asrofi, Hamilaturroyya, and Purwoko, “Asesmen pembelajaran profetik dalam pendidikan Islam: Strategi holistik untuk penguatan nilai spiritual dan karakter peserta didik,” Strateg. J. Inov. Strateg. dan Model Pembelajaran, vol. 5, no. 2, pp. 66–78, 2025, doi: 10.51878/strategi.v5i2.4839.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Geri Gunawan, Mulyawan Safwandy Nugraha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















