Transformasi Industri Indonesia melalui Making Indonesia 4.0 dan Hilirisasi

Authors

  • Muhammad Najibbulloh Universitas Pamulang
  • MARSYA Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10375

Keywords:

Industri Pengolahan, Hilirisasi, Making Indonesia 4.0, Transformasi Digital, Pertumbuhan Ekonomi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan industri pengolahan Indonesia selama periode 2020–2026 serta mengevaluasi kontribusi implementasi Making Indonesia 4.0 dan kebijakan hilirisasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, World Bank, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui pengamatan tren pertumbuhan industri pengolahan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), perkembangan investasi industri, implementasi transformasi digital, serta dampak kebijakan hilirisasi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional dengan kontribusi rata-rata lebih dari 18 persen. Implementasi Making Indonesia 4.0 mendorong peningkatan efisiensi produksi melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT), big data analytics, cloud computing, dan otomatisasi manufaktur. Di sisi lain, kebijakan hilirisasi berhasil meningkatkan investasi sektor logam dasar, memperkuat rantai pasok industri nasional, serta menciptakan peluang pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Meskipun demikian, transformasi industri masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi sumber daya manusia digital, kesenjangan adopsi teknologi antara perusahaan besar dan kecil, serta ketergantungan impor pada beberapa subsektor industri. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui analisis integratif mengenai hubungan transformasi digital dan hilirisasi sebagai strategi pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. M. P. Todaro and S. C. Smith, Economic Development, 12th ed. Pearson Education, 2015.

2. S. Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar, Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

3. Badan Pusat Statistik, Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2025, Jakarta: BPS, 2025.

4. Bank Indonesia, Laporan Perekonomian Indonesia 2024, Jakarta: BI, 2024.

5. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Making Indonesia 4.0 Roadmap, Jakarta: Kemenperin, 2025.

6. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Perkembangan Industri Nasional 2026, Jakarta: Kemenperin, 2026.

7. G. Bondoyudho, Suharno, and A. A. Ahmad, “Determinants of manufacturing industry production in Indonesia 2016–2021,” Jurnal Ekonomi Industri, vol. 14, no. 2, pp. 45–58, 2022.

8. D. Putri, A. Tirtana, and A. Bayani, “Analysis of factors affecting economic growth in Indonesia’s manufacturing sector,” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, vol. 22, no. 1, pp. 77–90, 2024.

9. T. S. Nababan and E. F. Purba, “Labour absorption in manufacturing industry in Indonesia: anomalous and regressive phenomena,” Journal of Development Studies, vol. 11, no. 3, pp. 201–214, 2023.

10. E. Diana, A. Asnawi, U. Usman, and M. Roni, “Pengaruh jumlah industri manufaktur dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” Jurnal Ekonomi Nasional, vol. 18, no. 2, pp. 112–125, 2025.

11. R. Hasibuan, A. Siregar, and D. Manurung, “Smart manufacturing system sebagai solusi menuju industri 4.0,” Jurnal Teknik Industri Modern, vol. 9, no. 1, pp. 1–12, 2024.

12. Y. Nugroho, “The use of Industry 4.0 technology in smart factory transformation,” International Journal of Industrial Innovation, vol. 7, no. 2, pp. 55–67, 2024.

13. F. Noval, R. Santoso, and M. Iqbal, “Analisis dan optimalisasi sistem produksi dalam konteks industri 4.0,” Jurnal Rekayasa Industri, vol. 15, no. 3, pp. 210–223, 2024.

14. A. Riatmaja and S. Sukmaningrum, “Investigasi revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 dalam konteks SDGs,” Jurnal Bisnis dan Teknologi, vol. 6, no. 2, pp. 134–148, 2024.

15. M. Atmasani, “Peran Internet of Things terhadap peningkatan fleksibilitas sistem produksi industri,” Jurnal Mesin dan Energi, vol. 13, no. 1, pp. 33–42, 2025.

16. World Bank, Indonesia Economic Prospects 2025, Washington, DC: World Bank, 2025.

17. OECD, Digital Transformation and Industry 4.0 in Emerging Economies, Paris: OECD Publishing, 2024.

18. UNIDO, Industrial Development Report 2024: Industrialization and Digital Transformation, Vienna: UNIDO, 2024.

19. J. Lee, B. Bagheri, and H. Kao, “A cyber-physical systems architecture for Industry 4.0 manufacturing systems,” Manufacturing Letters, vol. 3, pp. 18–23, 2023.

20. K. Schwab, The Fourth Industrial Revolution, Geneva: World Economic Forum, 2021.

21. S. Luthra and S. Mangla, “Evaluating challenges to Industry 4.0 initiatives for supply chain sustainability in emerging economies,” Process Safety and Environmental Protection, vol. 117, pp. 168–179, 2023.

22. M. Ghobakhloo, “Industry 4.0, digitization, and opportunities for sustainability,” Journal of Cleaner Production, vol. 252, pp. 1–13, 2022.

23. H. Kagermann, W. Wahlster, and J. Helbig, Recommendations for Implementing the Strategic Initiative Industry 4.0, Frankfurt: Acatech, 2021.

24. Asian Development Bank, Indonesia Manufacturing Sector Assessment, Manila: ADB, 2023.

25. Ministry of Energy and Mineral Resources, Indonesia Nickel Downstream Development Report, Jakarta: MEMR, 2025.

Downloads

Published

21-07-2026

How to Cite

[1]
M. Najibbulloh and M. Z. Putri, “Transformasi Industri Indonesia melalui Making Indonesia 4.0 dan Hilirisasi”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 17183–17191, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles