Cyberloafing dalam Pembelajaran Ekonomi: Analisis Pengaruh Kejenuhan Belajar dan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10354Keywords:
Kejenuhan Belajar, Prokrastinasi Akademik, Perilaku CyberloafingAbstract
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses berbagai informasi dan layanan digital. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan perilaku cyberloafing, yaitu penggunaan internet untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembelajaran saat proses belajar berlangsung. Perilaku cyberloafing dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan efektivitas pembelajaran, dan berdampak pada pencapaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejenuhan belajar dan prokrastinasi akademik terhadap perilaku cyberloafing pada siswa kelas X dan XI IPS SMA Negeri 1 Parigi Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 253 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang telah disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan belajar berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing siswa. Prokrastinasi akademik juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing. Selain itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa kejenuhan belajar dan prokrastinasi akademik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kejenuhan belajar dan prokrastinasi akademik yang dialami siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan siswa melakukan aktivitas cyberloafing selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi kejenuhan belajar dan prokrastinasi akademik guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan meminimalkan perilaku cyberloafing di lingkungan sekolah.
Downloads
References
1. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Profil Internet Indonesia 2023. Jakarta, Indonesia: APJII, 2023.
2. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Penetrasi Internet Indonesia Tahun 2025. Jakarta, Indonesia: APJII, 2025.
3. A. Febrian and D. Rachmawati, “Penggunaan internet non-akademik pada siswa SMA selama proses pembelajaran,” Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 45–53, 2023.
4. M. Syahroni Irfan, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Akademia, 2022.
5. S. Sulistyawati, “Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian pendidikan,” Jurnal Ilmiah Pendidikan, vol. 5, no. 1, pp. 15–23, 2023.
6. S. Prasad, V. K. G. Lim, and D. J. Q. Chen, “Self-regulation, individual characteristics and cyberloafing,” PACIS Proceedings, no. 159, pp. 1–12, 2010.
7. K. Askew, The Relationship Between Cyberloafing and Task Performance and an Examination of the Theory of Planned Behavior as a Model of Cyberloafing. Tampa, FL, USA: University of South Florida, 2012.
8. V. K. G. Lim and D. J. Q. Chen, “Cyberloafing at the workplace: Gain or drain on work?,” Behaviour & Information Technology, vol. 31, no. 4, pp. 343–353, 2012.
9. J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2018.
10. D. Dinarti and Y. W. Satwika, “Hubungan stres akademik dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa,” Jurnal Penelitian Psikologi, vol. 9, no. 3, pp. 1–10, 2022.
11. M. Maidiana, “Penelitian survei,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 6, no. 2, pp. 87–96, 2021.
12. C. Maslach and M. P. Leiter, “Burnout,” in Wiley Encyclopedia of Management. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2016.
13. P. Steel, “The nature of procrastination: A meta-analytic and theoretical review of quintessential self-regulatory failure,” Psychological Bulletin, vol. 133, no. 1, pp. 65–94, 2007.
14. R. Utami and A. Nugraha, “Prokrastinasi akademik dan intensitas cyberloafing pada siswa sekolah menengah,” Jurnal Psikologi Pendidikan, vol. 10, no. 1, pp. 33–42, 2021.
15. B. J. Zimmerman, “Attaining self-regulation: A social cognitive perspective,” in Handbook of Self-Regulation, M. Boekaerts, P. R. Pintrich, and M. Zeidner, Eds. San Diego, CA, USA: Academic Press, 2000, pp. 13–39.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alysa Yuanditra, Rendra Gumilar, Edi Fitriana Afriza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















