Strategi Adaptasi Budaya Organisasi dan Komunikasi Kerja di Point Coffee
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10160Keywords:
Adaptasi Kerja, Budaya Organisasi, Komunikasi Kerja, Mahasiswa Magang, BaristaAbstract
Pertumbuhan pesat industri food and beverage (F&B) mendorong ritel modern mengintegrasikan konsep kedai kopi grab-and-go, seperti Point Coffee di dalam gerai Indomaret Fresh. Dinamika operasional yang serbacepat (fast-paced) menuntut tenaga kerja, termasuk mahasiswa magang, untuk mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi adaptasi budaya organisasi serta pola komunikasi kerja yang dijalani oleh mahasiswa magang di Point Coffee Indomaret Fresh Pondok Jati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus reflektif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan rekan sejawat, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang dominan adalah orientasi pada efisiensi waktu, kedisiplinan kaku, dan konsistensi kualitas produk. Untuk mengatasi culture shock operasional, mahasiswa magang menerapkan strategi adaptasi kognitif melalui pembuatan catatan formula mandiri dan strategi adaptasi perilaku melalui pendekatan interpersonal informal dengan barista senior. Pola komunikasi kerja yang terbentuk di area floor bersifat langsung dan cair, di mana komunikasi vertikal berjalan secara tegas namun suportif, sedangkan komunikasi horizontal didominasi oleh komunikasi non-verbal dan penggunaan jargon teknis untuk mempercepat koordinasi saat jam sibuk (peak hours). Penelitian ini menyimpulkan bahwa program magang berkontribusi signifikan terhadap akselerasi soft skills mahasiswa manajemen dalam menghadapi realitas industri.
Downloads
References
1. Cangara, H. (2018). Pengantar Ilmu Komunikasi (Ed. 3). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
2. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
3. Hasibuan, M. S. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
4. Luthans, F. (2011). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (12th ed.). New York: McGraw-Hill/Irwin.
5. Mangkunegara, A. A. A. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
6. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
7. Purwanto, D. (2019). Komunikasi Bisnis (Edisi 5). Jakarta: Erlangga.
8. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2018). Perilaku Organisasi (Edisi 16). Jakarta: Salemba Empat.
9. Siagian, S. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
10. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
11. Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
12. Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). San Francisco: Jossey-Bass.
13. Sedarmayanti. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: PT Refika Aditama.
14. Siagian, S. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
15. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
16. Sutrisno, E. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
17. Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja (Edisi 5). Depok: PT RajaGrafindo Persada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifia Maria Ulfa, Burhan Stafrezar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















