Analisis Hubungan Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat dalam Perspektif Mikroekonomi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10063Keywords:
Inflasi, Daya Beli Masyarakat, Mikroekonomi, Konsumsi Rumah TanggaAbstract
Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan inflasi terhadap daya beli masyarakat dalam perspektif mikroekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa tingkat inflasi dan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Data diolah menggunakan analisis persentase dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan inflasi menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, terutama pada kelompok pendapatan menengah ke bawah. Pola data menunjukkan bahwa ketika tingkat inflasi meningkat, pengeluaran masyarakat terhadap kebutuhan pokok ikut meningkat sehingga jumlah barang yang dapat dibeli menjadi berkurang. Dalam perspektif mikroekonomi, kondisi ini memengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan prioritas kebutuhan dan pola konsumsi sehari-hari. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa inflasi memberikan dampak yang berbeda pada setiap kelompok masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan yang dimiliki. Rumah tangga dengan pendapatan rendah cenderung lebih rentan terhadap kenaikan harga karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara itu, rumah tangga dengan pendapatan yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menyesuaikan pola konsumsinya. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempertahankan kemampuan daya beli masyarakat dalam jangka panjang.
Downloads
References
1. Arsyad, L. (2017). Ekonomi mikro: Ikhtisar teori dan soal jawab. BPFE.
2. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik inflasi Indonesia dan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Badan Pusat Statistik.
3. Bank Indonesia. (2024). Laporan perekonomian Indonesia dan perkembangan inflasi nasional. Bank Indonesia.
4. Boediono. (2018). Ekonomi makro (Edisi ke-5). BPFE.
5. Firdaus, M. (2019). Ekonometrika: Suatu pendekatan aplikatif (Edisi ke-3). Bumi Aksara.
6. Gilarso, T. (2017). Pengantar ilmu ekonomi mikro. Kanisius.
7. Jurnal Economia Universitas Negeri Yogyakarta. (2021). Analisis pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat pada masa pemulihan ekonomi. Jurnal Economia.
8. Kuncoro, M. (2018). Metode kuantitatif: Teori dan aplikasi untuk bisnis dan ekonomi (Edisi ke-5). UPP STIM YKPN.
9. Mankiw, N. G. (2019). Principles of economics (9th ed.). Cengage Learning.
10. Nopirin. (2016). Ekonomi moneter (Edisi ke-4). BPFE.
11. Prathama Rahardja, & Manurung, M. (2018). Teori ekonomi mikro: Suatu pengantar (Edisi ke-5). Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
12. Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Economics (19th ed.). McGraw-Hill Education.
13. Subandi. (2016). Ekonomi pembangunan. Alfabeta.
14. Sukirno, S. (2019). Mikroekonomi: Teori pengantar (Edisi ke-3). Rajawali Pers.Universitas Muhammadiyah Surakarta. (2022).
15. Pengaruh inflasi dan pendapatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anisa Dinda Pertiwi, Clarita Joyce Sitanggang, Hana Grace, Kayla Adelia, Putri Uli Sitompul, Wapiq Muqhis Rifat, Putri Silaban

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















