Analisis Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Samarinda Ulu

Authors

  • Fitriani Fitriani Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Dayana Lahaman Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Anisa Farhanah Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Gadis Jelita Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Yosef Deton Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Ega Fitra Alfajrin Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Adrianus Rema Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Welem Petrus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Diana Diana Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9710

Keywords:

Kualitas Pelayanan Publik, SERVQUAL, Kepuasan Masyarakat, Transformasi Digital

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan indikator utama keberhasilan birokrasi dalam memenuhi hak-hak dasar warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, mengidentifikasi berbagai faktor penghambat pelayanan, serta merumuskan rekomendasi strategis guna meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Seksi Pelayanan Umum, staf teknis, dan masyarakat pengguna layanan, observasi non-partisipan, serta telaah dokumen Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) periode 2025–2026. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan berpandu pada lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi daya tanggap dan empati menjadi aspek paling menonjol karena petugas dinilai sigap, komunikatif, dan ramah dalam melayani masyarakat. Namun, dimensi keandalan masih menghadapi kendala berupa gangguan jaringan internet yang berulang serta belum optimalnya sistem digitalisasi pelayanan di tingkat kecamatan. Selain itu, dimensi bukti fisik memperoleh penilaian terendah dalam SKM akibat keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan. Penurunan kategori mutu pada lima unsur SKM menunjukkan meningkatnya ekspektasi masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Penelitian menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik berada pada kategori baik, tetapi belum optimal sehingga diperlukan percepatan transformasi digital, peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan kapasitas aparatur, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang transparan, efisien, adaptif, serta berorientasi pada kepuasan dan kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

References

Akbar, M. B. M. T. A. (2017). Pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat. JAP: Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 286–290.

Anshary, R., Handayani, R., & Arpandi, A. (2024). Pengaruh kualitas pelayanan administrasi terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Camat Amuntai Utara. Jurnal Pelayanan Publik, 1(4), 1370–1379.

Ashari, R. (2022). Faktor perilaku organisasi yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik. ANDRAGOGI: Jurnal Pendidikan Orang Dewasa, 10(2), 124–134.

Data SKM Kantor Kecamatan Samarinda Ulu. (2026).

Dewi, R., & Pratama, A. (2025). Implementasi prinsip-prinsip good governance dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada Kecamatan Panarukan (Skripsi Sarjana). Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.

Huaida, N. (2024). Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tempurejo (Skripsi Sarjana). Universitas Jember.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.

Mahmud, R. (2023). Studi tentang kualitas pelayanan publik terpadu satu pintu di Kantor Kecamatan Sambutan Kota Samarinda. Prediksi: Jurnal Administrasi dan Kebijakan.

Maulana, A., & Fitriani, R. (2023). Pengaruh budaya organisasi dan perilaku birokrasi terhadap kualitas pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 45–56.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage.

Moenir, A. S. (2002). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Bumi Aksara.

Mozin, S. Y., Abdullah, S., & Sawali, N. (2025). Pemanfaatan teknologi cerdas untuk pelayanan publik: Studi tentang e-government dan smart city berbasis ICT big data dan AI. Journal of Publicness Studies, 2(2), 117–129.

Nurâ, I., & Ediwijoyo, S. P. (2020). Analisis kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik berdasarkan indeks kepuasan masyarakat di Kantor Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Jurnal E-Bis, 4(2), 276–286.

Okavia, P. D. (2024). Analisis pelayanan administrasi di tingkat kecamatan (Skripsi Sarjana). Universitas Terbuka.

Oliver, R. L. (1980). A cognitive model of the antecedents and consequences of satisfaction decisions. Journal of Marketing Research, 17(4), 460–469.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat.

Pratiwi, D. (2024). Analisis faktor penghambat pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sampang. Jurnal Kebijakan Publik, 11(3), 210–222.

Putri, S. N. Y., Said, M. M., & Khoiron, K. (2024). Inovasi Sekarputih Pintar dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Respon Publik.

Rahmat, B., Hartanto, B., & Hilman, A. (2025). Bureaucratic reform in Indonesia: From “public administration” to “public management.” Society, 13(1).

Rokhman, E. W. N. (2023). Pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas sumber daya manusia terhadap kepuasan masyarakat Kecamatan Rejoso (Skripsi Sarjana). Universitas Merdeka Pasuruan.

Safira, A. T., & Febrian, R. A. (2026). Inovasi pelayanan kelurahan melalui aplikasi website SIKECE dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Jurnal Mahasiswa Pemerintahan, 1–6.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widodo, J. (2022). Transformasi birokrasi dan governansi digital dalam pelayanan publik daerah. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 10(2), 112–128.

World Bank. (2018). Citizen report card: A tool for social accountability. World Bank.

Zeithaml, V. A., Parasuraman, A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Downloads

Published

08-06-2026

How to Cite

Fitriani, F., Lahaman, D., Farhanah, A., Jelita, G., Deton, Y., Alfajrin, E. F., … Diana, D. (2026). Analisis Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Samarinda Ulu . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 1723–1731. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9710