Analisis Kendala Yang Dialami Kepala Sekolah Dalam Membina Karakter Siswa Di SMKS Free Methodist Medan
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9684Keywords:
Kepala Sekolah, Pembinaan Karakter, Siswa, Kendala, SMKS Free Methodist MedanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakter siswa serta menganalisis kendala yang dialami kepala sekolah dalam membina karakter siswa di SMKS Free Methodist Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah SMKS Free Methodist Medan, sedangkan objek penelitian meliputi kondisi karakter siswa dan kendala pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 280 siswa, sebagian besar telah memiliki karakter baik dan stabil. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami permasalahan karakter, seperti terlambat masuk sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, terpengaruh pergaulan negatif, kecanduan teknologi, dan mengalami tekanan akademik. Pembinaan karakter dilakukan melalui apel pagi, upacara bendera, kegiatan keagamaan, pendampingan di kelas, bimbingan konseling, komunikasi dengan orang tua, serta pemberian sanksi edukatif. Kendala utama yang dihadapi kepala sekolah meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya perhatian orang tua, serta penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Meskipun demikian, pembinaan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kemampuan siswa menggunakan teknologi secara lebih bijak. Perubahan tersebut tampak dari berkurangnya pelanggaran kedisiplinan, meningkatnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta tumbuhnya kesadaran siswa untuk memperbaiki perilaku. Dengan demikian, pembinaan karakter di SMKS Free Methodist Medan cukup efektif, tetapi masih perlu ditingkatkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat agar karakter siswa dapat terbentuk secara optimal, konsisten, terarah, dan sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik di sekolah setiap tahun.
References
Aqib, Z. (2012). Pendidikan karakter di sekolah: Membangun karakter dan kepribadian anak. Bandung: Yrama Widya.
Daryanto, & Darmiatun, S. (2013). Implementasi pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Hasbullah. (2012). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum Kemendiknas.
Lickona, T. (2004). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. New York: Touchstone.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mulyasa, E. (2013). Menjadi kepala sekolah profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Samani, M., & Hariyanto. (2013). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Satori, D., & Komariah, A. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Uno, H. B. (2023). Profesi kependidikan: Problema, solusi, dan reformasi pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Wibowo, A. (2013). Manajemen pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













