Fenomena Cancel Culture dalam Budaya Digital Indonesia: Implikasinya terhadap Reputasi Brand dan Kerja Sama Influencer
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9600Keywords:
Cancel Culture, Budaya Digital, Influencer, Reputasi Brand, Cross Cultural ManagementAbstract
Perkembangan media sosial di Indonesia telah membentuk budaya digital yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembentukan opini publik terhadap figur publik, termasuk influencer. Salah satu fenomena yang muncul adalah cancel culture, yaitu bentuk penolakan sosial secara kolektif terhadap individu yang dianggap melanggar norma atau nilai yang berlaku. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi reputasi influencer, tetapi juga hubungan kerja sama dengan brand yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cancel culture terhadap influencer dalam budaya digital Indonesia serta memahami implikasinya terhadap reputasi brand melalui perspektif Cross Cultural Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan yang terdiri atas pengguna aktif media sosial, content creator, dan konsultan komunikasi, serta didukung oleh studi dokumentasi dari berbagai sumber digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture dipengaruhi oleh karakter budaya kolektif masyarakat Indonesia, opini mayoritas, viralitas media sosial, dan tekanan sosial yang mendorong terbentuknya penghakiman digital secara massal. Fenomena tersebut berdampak pada reputasi influencer serta memengaruhi keputusan brand dalam mempertahankan atau menghentikan kerja sama. Dari perspektif Cross Cultural Management, budaya kolektivisme berperan penting dalam membentuk respons masyarakat dan strategi bisnis perusahaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cancel culture merupakan bagian dari budaya digital yang memengaruhi hubungan antara influencer, publik, dan brand. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan pemilihan influencer yang lebih selektif serta manajemen risiko reputasi yang adaptif terhadap dinamika budaya digital.
References
Boyd, d. (2014). It's Complicated: The Social Lives of Networked Teens. New Haven: Yale University Press.
Brown, D., & Hayes, N. (2008). Influencer Marketing: Who Really Influences Your Customers?. London: Routledge.
Coombs, W. T. (2014). Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding. California: SAGE Publications.
De Veirman, M., Cauberghe, V., & Hudders, L. (2017). Marketing Through Instagram Influencers: The Impact Of Number Of Followers And Product Divergence On Brand Attitude. International Journal Of Advertising, 36(5), 798-828. https://doi.org/10.1080/02650487.2017.1348035
Fuchs, C. (2014). Social Media: A Critical Introduction. London: SAGE Publications.
Hermanda, A., Suroso, A. I., & Jakaria, R. (2019). The Effect Of Social Media Influencer On Brand Image, Self-Concept, And Purchase Intention. Journal Of Consumer Sciences, 4(2), 76-89. https://doi.org/10.29244/jcs.4.2.76-89
Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing Cultures: The Hofstede Model In Context. Online Readings In Psychology And Culture, 2(1), 1-26. https://doi.org/10.9707/2307-0919.1014
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users Of The World, Unite! The Challenges And Opportunities Of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Ledingham, J. A., & Bruning, S. D. (2000). Public Relations as Relationship Management: A Relational Approach to the Study and Practice of Public Relations. New York: Routledge.
Mueller, T. S. (2021). Blame, Shame, And Cancel Culture: An Analysis Of Expectations On Corporate Sponsorship. Business Horizons, 64(2), 279-287. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2020.12.003
Nasution, F. D., Qamariah, I., & Zulkarnain, S. H. (2025). Authenticity, Credibility, And Cultural Context: An Integrated Model Of Influencer Marketing In Collectivistic Societies. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 13(5), 3639–3652. https://doi.org/10.37641/jimkes.v13i5.3785
Prasetyo, A. T., Andriana, V. A., & Wempi, J. A. (2025). Pergeseran Makna Cancel Culture Di Indonesia: Analisis Semiotika Sosial Theo Van Leeuwen. KOMUNIKATIF: Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 1–16. https://doi.org/10.33508/jk.v14i1.7407
Qualman, E. (2012). Socialnomics: How Social Media Transforms the Way We Live and Do Business. New Jersey: John Wiley & Sons.
Wijaya, A., & Listyani, R. H. (2025). Fenomena Cancel Culture Industri Hiburan Indonesia: Studi Kualitatif Perspektif Sosiologi Budaya. Jurnal Sosial Dan Sains, 5(11), 7777–7789. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i11.32589
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













