Analisis City Branding Denpasar Sebagai Kota Wisata Budaya
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9569Keywords:
City Branding, The Heart Of Bali, Wisata Budaya, Citra Destinasi, DenpasarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi city branding “The Heart of Bali” sebagai identitas Kota Denpasar sebagai kota wisata budaya serta mengevaluasi efektivitasnya dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya city branding dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata, sekaligus adanya kesenjangan antara identitas Denpasar sebagai kota wisata budaya dengan persepsi wisatawan yang masih cenderung mengenal Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen pemerintah, data statistik, serta berbagai publikasi yang relevan dengan city branding dan pariwisata budaya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan mengacu pada konsep City Brand Hexagon dari Anholt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi city branding “The Heart of Bali” dilakukan melalui pengembangan daya tarik wisata budaya, pelestarian budaya lokal, penyelenggaraan festival budaya, dan promosi destinasi berbasis budaya. Budaya lokal menjadi fondasi utama dalam pembentukan identitas Kota Denpasar yang direpresentasikan melalui berbagai aset budaya, tradisi masyarakat, dan aktivitas seni budaya yang masih berlangsung secara berkelanjutan. City branding tersebut telah berkontribusi dalam membangun citra Denpasar sebagai kota wisata budaya. Namun, efektivitasnya belum optimal karena positioning Denpasar sebagai destinasi wisata budaya masih belum sekuat destinasi unggulan lainnya di Bali. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi destinasi, promosi digital, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat citra dan daya saing Denpasar sebagai kota wisata budaya yang berkelanjutan.
References
Anholt, S. (2007). Competitive identity: The new brand management for nations, cities and regions. Palgrave Macmillan.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Echtner, C. M., & Ritchie, J. R. B. (1991). The meaning and measurement of destination image. The Journal of Tourism Studies, 2(2), 2–12.
Kavaratzis, M. (2004). From city marketing to city branding: Towards a theoretical framework for developing city brands. Place Branding, 1(1), 58–73. https://doi.org/10.1057/palgrave.pb.5990005
Kavaratzis, M., & Ashworth, G. J. (2015). Hijacking culture: The disconnection between place culture and place brands. Town Planning Review, 86(2), 155–176. https://doi.org/10.3828/tpr.2015.10
Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2013). The dynamics of place brands: An identity-based approach to place branding theory. Marketing Theory, 13(1), 69–86. https://doi.org/10.1177/1470593112467268
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Muslim, S., Hidayati, N., & Pardiman, P. (2021). Pengaruh city branding dan electronic word of mouth terhadap kunjungan wisatawan. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 17(3), 185–195. https://doi.org/10.21067/jem.v17i3.5789
Paramananda, N., & Idawati, I. A. A. (2022). The influence of city image, city branding, and electronic word of mouth on tourist visiting decisions to Denpasar City. International Research Journal of Management, IT and Social Sciences, 9(6), 885–893. https://doi.org/10.21744/irjmis.v9n6.2185
Pasquinelli, C., Trunfio, M., Bellini, N., & Rossi, S. (2022). Reimagining urban destinations: Adaptive and transformative city brand attributes and values in the pandemic crisis. Cities, 124, 103621. https://doi.org/10.1016/j.cities.2022.103621
Prabainastu, H. (2020). Pengaruh city branding dan city image terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Kota Denpasar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(2), 184–188. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2020.v08.i02.p03
Putra, P. P. A. (2021). Strategi city branding Kota Denpasar “The Heart of Bali” dalam optimalisasi kunjungan wisatawan. Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi, 1(1), 249–259.
Satria, F. (2021). Konsep city branding dan identifikasi nilai lokal pada kota-kota di Indonesia. Jurnal Desain, 8(3), 324–336.
Siregar, A. M. S., & Putra, A. (2020). City branding and the tourist gaze. Profit: Jurnal Administrasi Bisnis, 14(2), 1–10.
Soltani, A., Pieters, J., Young, J., & Sun, Z. (2018). Exploring city branding strategies and their impacts on local tourism success: The case of Kumamoto Prefecture, Japan. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 23(2), 158–169. https://doi.org/10.1080/10941665.2017.1410195
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Edisi revisi). Alfabeta.
Tasci, A. D. A., & Gartner, W. C. (2007). Destination image and its functional relationships. Journal of Travel Research, 45(4), 413–425. https://doi.org/10.1177/0047287507299569
United Nations World Tourism Organization (UNWTO). (2022). World tourism barometer (Vol. 20). UNWTO.
Zahrah, F., Syafri, W., & Kurniawan, B. (2023). City branding dimensions, strategies, and obstacles. Jurnal Bina Praja, 15(1), 1–15. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.1-15
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













