Strategi Bertahan Gen Z Sebagai Tenaga Kerja Muda Terdidik Dalam Menghadapi Pengangguran Perspektif Human Capital

Authors

  • Rifdah Hartiningtyas Universitas Jenderal Soedirman
  • Saskia Mayza Nashahu Universitas Jenderal Soedirman
  • Oki Anggraeni Universitas Jenderal Soedirman
  • Dijan Rahajuni Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9243

Abstract

Tingginya angka pengangguran terdidik di kalangan Generasi Z memiliki kaitan dengan modal manusia. Hasil data tinjauan penelitian ini menunjukan bahwa meskipun angka pengangguran makro nasional turun menjadi 4,76%, angkatan kerja muda menghadapi hambatan struktural berupa hyper-selection korporasi yang menuntut pengalaman tidak realistis serta horizontal mismatch yang tidak sejalan dengan teori Human Capital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner pertanyaan terbuka kepada responden Gen Z yang didominasi oleh lulusan strata satu (S1) dan sekolah menengah. Analisis data dilakukan secara naratif kualitatif dengan mereduksi data, menyajikan data hasil kuesioner terbuka, dan menarik kesimpulan yang dihubungkan dengan teori modal manusia. Kondisi lapangan pekerjaan saat ini dipandang sangat menantang dan kompetitif akibat adanya kesenjangan yang lebar antara kebijakan, kebutuhan pasar kerja, pendidikan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Fenomena ini diperparah oleh standar rekrutmen perusahaan yang dinilai kurang realistis bagi lulusan baru. Krisis ekonomi, ketidakseimbangan struktur lapangan kerja, standar rekrutmen yang tinggi, serta pertumbuhan jumlah angkatan kerja baru yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja formal semakin mempersempit peluang pada penyerapan tenaga kerja muda terdidik. Strategi bertahan yang diimplementasikan meliputi upskilling dan reskilling dengan modal social networking untuk menembus jangkauan pasar kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi bertahan yang diadopsi oleh Gen Z sebagai tenaga kerja muda terdidik dalam menghadapi tantangan pengangguran, serta bagaimana mereka mengelola dan meningkatkan modal manusia mereka di tengah situasi pasar kerja yang kompetitif.

References

Ahmad Mahdi, A. (2021). PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN SKILL TERHADAP PENGANGGURAN TERDIDIK DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Al Ubaidillah, M. R. S., & Muhammad Yasin. (2024). Analisis Pengangguran dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Perekonomian Indonesia. Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi, 2(3), 34–42. https://doi.org/10.54066/jrea-itb.v2i3.2123

Badan Pusat Statistik. (2025). Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan, 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3OSMy/unemployment-rate-by-education-level.html

Dzikrullah, I., & Nur Alia Abdullah, M. (2024). TANTANGAN DAN PELUANG ANGKATAN KERJA TERDIDIK DI DUNIA KERJA UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PENGANGGURAN DI INDONESIA. SABANA Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 3(1), 20–24. https://doi.org/10.55123/sabana.v3i1.3302

Jajat Sudrajat. (2026). Menakar Ulang Strategi Bertahan Hidup Kelas Pekerja di Tengah Impitan Ekonomi: Mengapa Perencanaan Keuangan Saja Tidak Cukup? Porosmedia. https://porosmedia.com/menakar-ulang-strategi-bertahan-hidup-kelas-pekerja-di-tengah-impitan-ekonomi-mengapa-perencanaan-keuangan-saja-tidak-cukup/

Kusumaningrum, H., Pradana Putri, C., & Aranti Fitri, N. (2024). Strategi Work-Life Balance Human Capital Dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Yang Berkerlanjutan. Cendekia Jurnal Pendidikan dan Keagamaan, 1(2), 81–89. https://doi.org/10.69551/cendekia.v1i2.11

Mahmud, A. (2016). ADAPTASI SEBAGAI STRATEGI BERTAHAN HIDUP MANUSIA. r-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam, 14(1), 51–62. https://ejournal.uniib.ac.id/index.php/arrisalah/article/download/1064/728

Maisuun, N. N. F., & Darmawanti, I. (2022). Gambaran Strategi Coping Pada Pengangguran Perempuan Dewasa Awal. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 80–102. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i2.53388

Maulana, F., & Nufus, A. (2025). PENGARUH LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA. Jurnal Strategi Bisnis dan Keuangan, 6(3). https://ijurnal.com/1/index.php/jsbk/article/view/958

Meilia Qurrota A’yun. (2025, Februari 5). Memahami Generasi Z: Tantangan, Perilaku, dan Peluang. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo. https://gorontalokab.bps.go.id/id/news/2025/02/05/30/memahami-generasi-z--tantangan--perilaku--dan-peluang.html

Mudawamah, D., Mustafarida, B., & Yuliani. (2024). DAMPAK INFLASI TERHADAP PENGANGGURAN DI INDONESIA. Jurnal Rumpun Manajemen dan Ekonomi, 1(3), 209–217. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jrme.v1i3.1609

Nizar, N. I., & Nazir, A. (2020). Faktor Human Capital Pada Pertumbuhan Ekonomi Kreatif. Jurnal Mandiri : Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi, 4(1), 52–65. https://doi.org/10.33753/mandiri.v4i1.103

Rangga Respati, A., & Muhammad Valdy Arief, T. (2026, Mei 5). Pengangguran Turun ke 4,68 Persen, BPS Catat 7,24 Juta Orang Masih Tak Bekerja. Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2026/05/05/120929526/pengangguran-turun-ke-468-persen-bps-catat-724-juta-orang-masih-tak-bekerja

Sahira, L., & Bintoro, N. S. (2023). PENGARUH FAKTOR HUMAN CAPITAL PADA PENGANGGURAN GOLONGAN USIA MUDA INDONESIA TAHUN 2019. Journal of Development Economic and Social Studies, 2(1), 74–86. https://doi.org/10.21776/jdess.2023.02.1.7

Sholatia, R., & Mustika, H. C. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik dalam memperoleh pekerjaan di Kota Jambi (studi kasus: instansi pemerintahan Kota Jambi). Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 11(1), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/jels.v11i1.18127

Downloads

Published

25-05-2026

How to Cite

Hartiningtyas, R., Nashahu, S. M., Anggraeni, O., & Rahajuni, D. (2026). Strategi Bertahan Gen Z Sebagai Tenaga Kerja Muda Terdidik Dalam Menghadapi Pengangguran Perspektif Human Capital. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 828–834. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.9243