Transformasi Digital Absensi KTB Perkantas Jawa Timur melalui Aplikasi MURIDKU: Analisis TOE
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14594Keywords:
Transformasi Digital, Absensi KTB, TOE, Perkantas Jawa TimurAbstract
Pengelolaan kehadiran Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) Perkantas Jawa Timur sebelumnya dilakukan secara manual dengan sistem rekapitulasi data yang masih menggunakan Microsoft Excel. Proses ini banyak menimbulkan hambatan administratif, terutama jika data kehadiran hilang atau tidak lengkap. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan dalam proses pencatatan dan pemantauan kehadiran KTB serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi aplikasi MURIDKU dengan menggunakan kerangka Technology, Organization, and Environment (TOE). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan lingkungan kerja, dan dokumentasi, kemudian dilakukan analisis secara deskriptif berdasarkan dimensi TOE dan perubahan proses kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi MURIDKU memungkinkan pencatatan kehadiran menggunakan perangkat Android dan pengawasan data melalui back office, sehingga proses rekap manual ke Excel tidak lagi diperlukan. Dimensi Organisasi menjadi elemen paling utama karena penggunaan aplikasi dipacu oleh kebutuhan internal untuk mempermudah administrasi KTB. Dimensi Teknologi berfungsi untuk mendukung transformasi proses pencatatan dan pemantauan, sedangkan dimensi Lingkungan berperan sebagai konteks pendukung tanpa adanya tekanan eksternal yang jelas dalam data yang ada. Di samping itu, persiapan sumber daya manusia merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi digital absensi KTB tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan aplikasi, tetapi juga dengan kebutuhan organisasi serta kesiapan penggunanya. Temuan ini masih berasal dari satu organisasi dan bergantung pada keterangan narasumber sehingga manfaat yang disebutkan belum diukur secara kuantitatif. Hasil ini memberi gambaran awal tentang peran pengguna dan pengelola sistem dalam transformasi digital organisasi nirlaba.
References
1. Alsubaie, M. (2025). Aiming to build non-profit organizations towards digital transformation. Journal of Social Work Studies, 70(1), 199–234. https://doi.org/10.21608/dss.2025.375546.1393
2. Asmawati, A., Ahmad, I., Suwarni, E., Alita, D., & Hasrina, C. D. (2024). Online marketing readiness of MSMEs in Indonesia: A perspective of technology organizational environmental framework. Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura, 27(1), 145–155. https://doi.org/10.14414/jebav.v27i1.3399
3. Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
4. Cahyadi, L. D. C. R., & Pradnyani, N. L. P. S. P. (2022). Digitalisasi UMKM dengan menggunakan pendekatan TOE model. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 11(9), 1132–1140. https://doi.org/10.24843/EEB.2022.v11.i09.p10
5. Cipriano, M., & Za, S. (2024). Non-profit organisations in the digital age: A research agenda for supporting the development of a digital transformation strategy. Journal of Information Technology, 39(4), 732–755. https://doi.org/10.1177/02683962231219515
6. Dafitri, R., & Daryani, D. (2025). Sistem hambatan berlapis digitalisasi UMKM kuliner: Studi kualitatif berbasis kerangka TOE. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 21(3), 153–164. https://doi.org/10.31940/jbk.v21i3.153-164
7. DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30. https://doi.org/10.1080/07421222.2003.11045748
8. Faiz, F., Le, V., & Masli, E. K. (2024). Determinants of digital technology adoption in innovative SMEs. Journal of Innovation & Knowledge, 9(4), 100610. https://doi.org/10.1016/j.jik.2024.100610
9. Godefroid, M.-E., Plattfaut, R., & Niehaves, B. (2024). Identifying key barriers to nonprofit organizations’ adoption of technology innovations. Nonprofit Management and Leadership, 35(1), 237–259. https://doi.org/10.1002/nml.21609
10. Hoang, H. (2024). Navigating the digital landscape: An exploration of the relationship between technology-organization-environment factors and digital transformation adoption in SMEs. SAGE Open, 14(4). https://doi.org/10.1177/21582440241276198
11. Koten, J. W. L., & Winarsih, S. M. S. (2026). Rancang bangun website pengajuan permohonan administrasi gereja untuk layanan baptis, pernikahan, penyerahan anak dan pindah jemaat (Studi kasus: GPDI El-Shadday Larantuka). Jurnal Ilmiah Informatika, 14(02), 10–14. https://doi.org/10.33884/jif.v14i02.11712
12. Multazam, A., & Sabihaini. (2026). TOE, digital transformation, and sustainable performance in modern coffee shops. Journal of Business and Information Systems, 8(1), 121–145. https://doi.org/10.31316/jbis.v8i1.357
13. Oliveira, T., & Martins, M. F. (2011). Literature review of information technology adoption models at firm level. Electronic Journal of Information Systems Evaluation, 14(1), 110–121. https://academic-publishing.org/index.php/ejise/article/view/389
14. Sagala, G. H., & Őri, D. (2024). Toward SMEs digital transformation success: A systematic literature review. Information Systems and E-Business Management, 22, 667–719. https://doi.org/10.1007/s10257-024-00682-2
15. Simanjuntak, A., & Adhiatma, N. (2026). Rancang bangun sistem informasi administrasi Gereja Bethel Indonesia berbasis web. Computer and Science Industrial Engineering (COMASIE), 14(01), 11–20. https://doi.org/10.33884/comasiejournal.v14i01.11326
16. Sudari, S. A. (2023). The effect of technology-organization-environment (TOE) on e-commerce adoption among SMEs at Magelang Regency. Klabat Journal of Management, 4(2), 138–146. https://doi.org/10.60090/kjm.v4i2.1002.138-146
17. Thaha, A. R., Antoro, A. F. S., Salmon, I. P. P., & Purnamasari, R. (2024). Navigating the post-pandemic frontier: Exploring factors influencing technology adoption in Indonesian microenterprises. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, 8(2), 483–492. https://doi.org/10.24912/jmbk.v8i2.28142
18. Tornatzky, L. G., & Fleischer, M. (1990). The processes of technological innovation. Lexington Books.
19. Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.6187
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














