Simbolisme dan Transformasi Tata Rias Wayang: Mengidentifikasi Sifat Tokoh melalui Pendekatan Makeup Modern

Authors

  • Fadila Vika Aulia Universitas Negeri Semarang
  • Devi Nurhikmah Universitas Negeri Semarang
  • Waqofa Adinda Almaaidah Universitas Negeri Semarang
  • Angelly Rahmadania Putri Kedua Universitas Negeri Semarang
  • Nayla Saskia Rahma Universitas Negeri Semarang
  • Nabila Naufa Putri Universitas Negeri Semarang
  • Anik Maghfiroh Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14574

Keywords:

Tata Rias Wayang, Simbolisme, Karakter Tokoh, Nilai Filosofis, Makeup Modern

Abstract

Tata rias wajah dalam pertunjukan Wayang Orang memiliki peran penting dalam memperkuat penampilan sekaligus menyampaikan gambaran karakter dan nilai filosofis tokoh melalui simbol-simbol visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna filosofis tata rias tokoh Srikandi, Dewi Shinta, dan Rahwana, memahami hubungan antara unsur visual dan penggambaran watak tokoh, serta menelaah pemanfaatan unsur tata rias tradisional sebagai sumber inspirasi bagi makeup modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis visual komparatif. Analisis difokuskan pada penggunaan warna, bentuk alis, riasan mata, garis wajah, teknik kontur, dan detail riasan yang mendukung pembentukan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tokoh memiliki ciri tata rias yang mencerminkan karakteristik berbeda. Srikandi menggambarkan keberanian, ketegasan, dan kemandirian melalui garis rias yang kuat. Dewi Shinta merepresentasikan kelembutan, keanggunan, kesetiaan, dan keteguhan hati melalui perpaduan riasan yang halus dan harmonis. Adapun Rahwana menampilkan karakter yang kuat, ambisius, dan antagonis melalui penggunaan garis tegas serta kontras warna yang mencolok. Unsur-unsur tata rias tersebut dapat dikembangkan menjadi inspirasi dalam theatrical makeup, editorial makeup, dan karya rias kreatif dengan memanfaatkan teknik modern tanpa mengabaikan makna budaya yang mendasarinya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap simbolisme tata rias wayang dapat mendukung inovasi dalam bidang tata kecantikan sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.

References

1. Analisa warna tata rias wajah pada watak tokoh Wayang Orang di Pulau Jawa, Indonesia dan Opera Beijing peran “Jing” di Tiongkok. (n.d.). Repository Universitas Widya Kartika. https://repository.widyakartika.ac.id/379/

2. Ariani, I. (2016). Feminisme dalam pergelaran wayang kulit purwa tokoh Dewi Shinta, Dewi Kunti, Dewi Srikandi. Jurnal Filsafat, 26(2). https://doi.org/10.22146/jf.12786

3. Arisyanto, P. (2019). Wayang kulit wong lakon Menjunjung Langit Mencium Bumi: Teks pertunjukan dalam semiotika teater. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(2), 62–73. https://doi.org/10.26740/geter.v2n2.p62-73

4. Azizi, A. F., & Anggraini, P. (2020). Ricikan sebagai representasi karakter tokoh pada wayang orang dan upaya pengembangannya. Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya, 10(1), 31–44. https://doi.org/10.26714/lensa.10.1.2020.31-44

5. Gedemukti, R. P., Djatiprambudi, D., Martadi, & Juwariyah, A. (2026). Semiotics study: Visual analysis of the Wayang character Rahwana in the comic by R. A. Kosasih and Ardisoma. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 10(1). https://doi.org/10.29407/jbsp.v10i1.7

6. Kusumadilaga, K. P. A. (1930). Pakem Sastramiruda: Kawruh bab tiyang ringgit tiyang. Javaansche Boekhandel.

7. Miranti, D., & Amzy, N. (2018). Analisis karakter tokoh wayang Srikandi dalam lakon Perang Bahratayuda sebagai pembelajaran karakter untuk remaja. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 1(1).

8. Prasetya, H. (2017). Semiotika visual pada tata rias dan busana tokoh wayang orang gaya Surakarta. Jurnal Estetika Seni Pertunjukan, 8(2), 115–128.

9. Purnomo, S. H., Suparti, & Malarsih. (2026). Ideologi visual wayang orang sebagai media pendidikan budaya visual. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, 7(1), 144–155. https://doi.org/10.53299/diksi.v7i1.3752

10. Ronaldo, P. (2023). Kajian nilai-nilai filosofis kesenian wayang kulit dalam kehidupan masyarakat Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 11(1). https://doi.org/10.34050/jib.v11i1.24349

11. Setyowati, I., & Lutfiati, D. (2014). Riasan wayang wong tokoh Rahwana dan Anoman kisah Ramayana di Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Jurnal Tata Rias, 3(3), 110–117. https://doi.org/10.26740/jtr.v3n03.9409

12. Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

13. Soemantri, S. (2012). Reinterpretasi seni tradisi dalam busana dan tata rias modern. Penerbit ITB.

14. Subiyantoro, S., Kristiani, K., & Wijaya, Y. S. (2020). Javanese cultural paradoxism: A visual semiotics study on Wayang Purwa characters of Satria and Raseksa figures. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 20(1), 19–28. https://doi.org/10.15294/harmonia.v20i1.23838

15. Sulistyorini, D. E. W. (2022). Kajian bentuk, fungsi dan makna karakter tata rias Punakawan Wayang Gaya Yogyakarta. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 7(2). https://doi.org/10.51169/ideguru.v7i2.343

16. Sumarni, N. S. (2001). Warna, garis, dan bentuk ragam hias dalam tata rias dan tata busana Wayang Wong Sriwedari Surakarta sebagai sarana ekspresi. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 2(3). https://doi.org/10.15294/harmonia.v2i3.860

17. Surtidjo, T. (2005). Karakterisasi tokoh wayang dalam tatanan estetika panggung tradisional. Citra Budaya.

18. Suryobrongto, B. P. H. (1981). Seni tari pertunjukan wayang orang: Fungsi dan estetika visual. Yayasan Danau Toba.

19. Transformasi cewek rias wajah jadi tokoh wayang Srikandi, hasilnya mirip bikin yang lihat ikut bangga. (n.d.). BrilioBeauty. https://www.briliobeauty.net/amp/makeup/transformasi-cewek-rias-wajah-jadi-tokoh-wayang-srikandi-hasilnya-mirip-bikin-yang-lihat-ikut-bangga-240830e.html

20. UNESCO. (2008). Wayang puppet theatre. https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-kulit-javanese-and-balinese-shadow-puppet-theatre-00063

21. Wahyudi, H. A. (2025). Transformasi dan upaya pelestarian wayang kulit: Dari budaya lokal-dakwah ke digital-dakwah. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI), 2, 752–758. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konmaspi

22. Yuwana, S. (2017). Analisa warna tata rias wajah pada watak tokoh Wayang Orang di Pulau Jawa, Indonesia dan Opera Beijing peran “Jing” di Tiongkok [Skripsi, Universitas Widya Kartika].

Downloads

Published

04-11-2026

How to Cite

Aulia, F. V., Nurhikmah, D., Almaaidah, W. A., Kedua, A. R. P., Rahma, N. S., Putri, N. N., & Maghfiroh, A. (2026). Simbolisme dan Transformasi Tata Rias Wayang: Mengidentifikasi Sifat Tokoh melalui Pendekatan Makeup Modern. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 5(1), 219–230. https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14574