Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Tantangan dan Strategi Manajemen Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14568Keywords:
Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar, Implementasi Kebijakan, Manajemen Sekolah, POACAbstract
Kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan. Ia bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi yang menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan . Kurikulum Merdeka telah ditetapkan sebagai kurikulum nasional melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Di jenjang sekolah dasar (SD), kurikulum ini menuntut guru merancang modul ajar, mengelola pembelajaran berdiferensiasi, dan memfasilitasi projek lintas disiplin, sementara kesiapan sekolah sangat beragam. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di SD dan merumuskan strategi manajemen sekolah untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan terhadap tiga kasus utama (SDN Jambearjo 01, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh, dan SD Negeri Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai), didukung literatur dan regulasi yang relevan. Data dianalisis dengan analisis isi model Miles dan Huberman, menggunakan teori implementasi kebijakan Edwards III (komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi) dan fungsi manajemen POAC George R. Terry. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada pemahaman dan pengalaman guru, penyesuaian evaluasi belajar, pelaksanaan P5, serta kapasitas sekolah mengelola perubahan. Dukungan kepala sekolah, komunitas belajar guru, dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar tampak berperan penting dalam keberhasilan implementasi. Strategi manajemen disusun berdasarkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Temuan bersifat terbatas pada sumber yang dikaji dan belum dapat digeneralisasi
References
1. Prasetya, M. R. A., & Priyatno, A. M. (2022). Dice Similarity and TF-IDF for New Student Admissions Chatbot. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 1(1), 13–18. https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1.5
2. Ariani, S., Safiah, I., & Fitri, A. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Proses Pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Jurnal Genta Mulia, 16(2), 211–223.
3. Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Washington, D.C.: Congressional Quarterly Press.
4. Hasim, E. (2020). Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Dasar Pascasarjana, 68–74.
5. Iskandar, S., Rosmana, P. S., Farhatunnisa, G., Mayanti, L., Apriliya, M., & Gustavisiana, T.
6. S. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 2322–2336.
7. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). 6 Strategi Kemendikbudristek dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.
8. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
9. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024.
10. Melati, P. S. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Sekolah Dasar Mempengaruhi pada Hasil Evaluasi Belajar Peserta Didik. Proceedings Series of Educational Studies, 263–272.
11. Nurfitri, R., Amelia, & Noviani, D. (2023). Peran Administrasi Kurikulum dalam Sebuah Pendidikan. Jurnal Pendidikan Indonesia (JPI), 1(1), 183–192.
12. Rawis, J. A. M., Lengkong, J. S. J., Hayun, S., Rompis, N., Omkarsba, H., & Takalumang, L. (2023). Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(23), 993–1000.
13. Sukarna. (2011). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
14. Triwiyanto, T. (2019). Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
15. Priyatno, A. M. (2019). The Application of HAAR Wavelet and Backpropagation for Diabetic Retinopathy Classification Based on Eye Retina Image. International Journal Of Science, Engineering, And Information Technology, 03(02), 139–142. https://journal.trunojoyo.ac.id/ijseit/article/view/4536
16. Priyatno, A. M. (2020). Spammer Detection Based on Account, Tweet, and Community Activity on Twitter. Jurnal Ilmu Komputer Dan Informasi, 13(2), 97–107. https://doi.org/10.21609/jiki.v13i2.871
17. Priyatno, A. M., & Firmananda, F. I. (2022). N-Gram Feature for Comparison of Machine Learning Methods on Sentiment in Financial News Headlines. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 1(1), 01–06. https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1.4
18. Priyatno, A. M., Muttaqi, M. M., Syuhada, F., & Arifin, A. Z. (2019). Deteksi bot spammer twitter berbasis time interval entropy dan global vectors for word representations tweet’s hashtag. Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 5(1), 37–46. https://doi.org/10.26594/register.v5i1.1382
19. Sanjaya, S., Priyatno, A. M., Yanto, F., & Afrianty, I. (2018). Klasifikasi Diabetik Retinopati Menggunakan Wavelet Haar dan Backpropagation Neural Network. Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi Dan Industri (SNTIKI-10), 77–84.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














