Pergeseran Tradisi Maulid Nabi di Leato Selatan
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14561Keywords:
Pergeseran Tradisi, Maulid Nabi, Tolangga, Perubahan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pergeseran tradisi Maulid Nabi di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, yang meliputi perubahan bentuk fisik Tolangga, nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi, perilaku masyarakat, serta waktu pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang mengetahui dan terlibat dalam pelaksanaan tradisi Maulid Nabi. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial William F. Ogburn sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran tradisi Maulid Nabi terlihat pada beberapa aspek. Pertama, bentuk fisik Tolangga mengalami perubahan dari susunan bahan alam yang menyerupai kubah masjid menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan wadah seperti loyang dan keranjang plastik. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi, seperti kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, keikhlasan, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, masih dipertahankan, meskipun pemahaman generasi muda terhadap makna tradisi perlu terus diwariskan. Ketiga, perilaku masyarakat dalam mengikuti tradisi semakin beragam, baik melalui keterlibatan secara langsung maupun pemberian sumbangan sesuai kemampuan masing-masing. Keempat, waktu pelaksanaan disesuaikan berdasarkan kesepakatan masyarakat dan panitia tanpa menghilangkan rangkaian utama kegiatan Maulid Nabi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pergeseran tradisi Maulid Nabi di Leato Selatan merupakan bentuk penyesuaian masyarakat terhadap perkembangan zaman dan kondisi sosial. Perubahan lebih banyak terjadi pada aspek bentuk dan tata cara pelaksanaan, sedangkan nilai-nilai utama tradisi tetap dipertahankan.
References
1. Ahmad Awliya. (2008). Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Pada Komunitas Etnis Betawi Kebagusan. SKRIPSI.
2. Angraeni, C. A. N. A. (2023). Dakwah Dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Anggota Crosser Gomang Trailcommunity Oleh Raden Mas Ansakhul Balaya Mangkunegara Cholifatul Ardianita Angraeni Universitas Kiai Abdullah Faqih. (JOUMI):Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(4), 338–350.
3. Azah, Dzaki Nur, S. N. (2024). Jurnal komprehenshif. Menggali Kontroversi Bid`ah Dalam Maulid Nabi Muhammad SAW, 2(2), 495–502.
4. Baharudin. (2023). Bentuk-bentuk perubahan sosial dan kebudayaan. Sosial, Bentuk-Bentuk Perubahan Kebudayaan, 180–205.
5. Burhanudin. (2024). Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Maulid Nabi Muhammad.
6. Jurnal Dakwah Dan Sosial Keagamaan, 3152, 7–12.
7. Davis, K., Iver, M., Soemarjan, S., & Ogburn, W. (2023). Dalam kehidupan bermasyarakat. 53–67.
8. Fahriana Nurrisa, Dina Hermina. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian: Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTPP) Vol., 02(03), 793–800.
9. Fatmawati, F. (2020). Nilai Dakwah Dalam Tradisi Maulid Nabi Muhammad Saw Pada Jama ’ ah Masjid Al – Huda Desa Karang Joho Kecamatan Badegan. JCD: Journal of Community Development and Disaster Management, 2(2), 63–69.
10. Hanafiah, M. (2023). Social Religious Values Dalam Perayaan Maulidurrasul di Aceh. JURNAL IKHTIBAR NUSANTARA, 2(333), 138–165.
11. Izar Mutaqin et al 2025. (2025). Tradisi Panjang Mulud pada Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3.
12. Nahdiyah & Saiffuddin. (2021). MAULID NABI, ANTARA ISLAM DAN
13. TRADISI Nahdiyah. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 4(1), 143–164.
14. Nazarudin, R. S. (2025). No Title. SKRIPSI.
15. Sania, I. (2025). Tradisi Maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Kalirejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI), 2(November).
16. Sibaweh, I., Taufiqi, M. A., & Yahya, M. H. (2023). Peran Tradisi Maulid Nabi Muhammad Saw Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat. Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1, 129–138.
17. Syahrianti, E., Yeremia, A., Manafe, D., & Yulita, M. (2022). Tradisi Sripuan Dalam Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW ( Studi Deskriptif Kualitatif Di Kelurahan Airmata Kota Kupang ). Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 2(1).
18. Tabrani. (2023). Perbedaan antara penelitian Kualitatif (Naturalistik) dan Penelitian Kuantitatif (Ilmiah) dalam barbagai Aspek. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5, 318–327.
19. Umar, I. I., Napu, Y., & Sutisna, I. (2022a). Kearifan Lokal Walima Sebagai Modal Sosial Masyarakat. Journal of Community Empowerment (SJCE), 2, 96–106.
20. Wahyuni, S. R. I. (2016). Dampak perubahan sosial terhadap budaya ambik ari pada petani desa nanga kalis. Penelitian, Artikel.
21. Wulan, N., Palupi, I., Ummah, S. R., & Larasati, P. (2025). Konsep dan Praktik Metode Kualitatif untuk Penelitian Sosial. Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, v(Nomor. 4 Juli 2025).
22. Yanti, L., Frinanda, E., Anggraini, A., & Kamal, M. (2025). Fenomena Keberagamaan Maulid Nabi Dan Kegiatan Keagamaan Sebagai Pembentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Fahd. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies Vol, 4, 612–637.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














