Internalisasi Standar Kecantikan dan Praktik Penghakiman Antarsesama Perempuan di Media Sosial: Analisis Perspektif Feminisme
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v5i1.14559Keywords:
Standar Kecantikan, Internalisasi Misogini, Penghakiman Perempuan, Media Sosial, FeminismeAbstract
Media sosial telah menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan peluang ekonomi, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya penilaian dan penghakiman terhadap penampilan perempuan. Standar kecantikan yang berkembang di masyarakat, seperti kulit cerah, wajah bersih, dan bentuk tubuh ideal, sering kali menjadi dasar munculnya komentar negatif, bahkan dari sesama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi standar kecantikan dan praktik penghakiman antarsesama perempuan di media sosial dalam perspektif feminisme. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pendekatan kualitatif. Literatur diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan standar kecantikan, internalisasi misogini, perundungan terhadap tubuh, dan interaksi gender di media sosial. Data dianalisis secara tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan konstruksi standar kecantikan, internalisasi norma gender, dan praktik penghakiman antarsesama perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial turut memperkuat standar kecantikan melalui paparan konten visual, perbandingan penampilan, dan interaksi antarpengguna. Praktik penghakiman terlihat melalui komentar yang merendahkan perempuan berdasarkan warna kulit dan kondisi wajah, sebagaimana ditemukan dalam kasus kreator konten perempuan di Indonesia. Dalam perspektif feminisme, fenomena tersebut berkaitan dengan diskriminasi warna kulit, objektifikasi, dan internalisasi misogini yang turut mereproduksi nilai-nilai patriarki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi perempuan, tetapi juga dapat menjadi ruang reproduksi standar kecantikan yang membatasi kebebasan dan aktualisasi diri perempuan.
References
1. Aisah, M., Wane, R., Setyowati, E., & Kinanti, K. P. (2026). Representasi Perempuan dan Pembaca dalam Kampanye Digital Kodrat Siapa? Pada Akun Instagram @Wmnations Melalui Analisis Wacana Kritis Sara Mills. https://ejurnal.uibu.ac.id/index.php/alfabeta/index
2. Akbar, A. I., Susanto, N. A., Azhar, N. A., Sinaga, N. E., Siraj, R. A., Hermawan, F. R., & Mukti, F. A. (2026). Pelaku Berlindung, Publik Menyerang: Dinamika Ujaran Kebencian di Media Sosial (Studi Kasus KSBE FH UI 2026). JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(3), 649–658.
3. Andriani, W. (2021). Penggunaan metode sistematik literatur review dalam penelitian ilmu sosiologi. Jurnal PTK Dan Pendidikan, 7(2).
4. Anggraini, I. D., & Sarah, N. N. (2025). Melanggengkan Patriarki: Pembingkaian Media terhadap Kasus Perundungan Perempuan dalam Wacana Berita Digital. Pujangga, 11(1), 33–54.
5. Anindya, A., & Defhany, D. (2019). Feminisme dan stereotip gender dalam iklan produk kecantikan. JESS (Journal of Education on Social Science), 3(2), 113–123.
6. Azizah, M., Fitri, N. K., Maura, N., & Salsabila, J. (2023). Internalized Misogyny, Psychological Distress, Cyber Bullying pada Trend Pick Me Girl/Boy di TikTok. PARADE RISET, 1(1), 1–24.
7. Cohen, R., Newton-John, T., & Slater, A. (2017). The relationship between Facebook and Instagram appearance-focused activities and body image concerns in young women. Body Image, 23, 183–187.
8. Engeln, R., Loach, R., Imundo, M. N., & Zola, A. (2020). Compared to Facebook, Instagram use causes more appearance comparison and lower body satisfaction in college women. Body Image, 34, 38–45. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2020.04.007
9. Fandia, M. (2021). Memaknai Feminisme: Studi Etnografi terhadap Gerakan Perempuan di Media Sosial. Perempuan Dan Literasi Digital: Antara Problem, Hambatan, Dan Arah Pemberdayaan.
10. Fardouly, J., Willburger, B. K., & Vartanian, L. R. (2018). Instagram use and young women’s body image concerns and self-objectification: Testing mediational pathways. New Media and Society, 20(4), 1380–1395. https://doi.org/10.1177/1461444817694499
11. Fioravanti, G., Bocci Benucci, S., Ceragioli, G., & Casale, S. (2022). How the exposure to beauty ideals on social networking sites influences body image: A systematic review of experimental studies. Adolescent Research Review, 7(3), 419–458.
12. Gerrard, Y., & Thornham, H. (2020). Content moderation: Social media’s sexist assemblages. New Media and Society, 22(7), 1266–1286. https://doi.org/10.1177/1461444820912540
13. Ilham, R., Hunawa, R. D., & Hunta, F. I. (2021). Kejadian Bullyng Pada Remaja dan Faktor yang Berhubungan. Jambura Nursing Journal, 3(1), 39–48.
14. Indiarma, V. (2025). Manifestasi Misogini Terinternalisasi (Internalized Misogyny) Pada Tren Tiktok “Pick Me Girl.” Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 8(2), 123–134.
15. Kim, J. W. (2018). Facebook Use for Profile Maintenance and Social Grooming and Young Korean Women’s Appearance Comparison With Peers and Body Image Concerns. Social Media and Society, 4(2). https://doi.org/10.1177/2056305118772835
16. Marsya, U. (2019). Diskursus Perempuan Dalam Media Sosial Instagram: Studi Deskriptif Cyberbullying Di Akun@ Lambe_Turah. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 2(1), 31–44.
17. Mingoia, J., Hutchinson, A. D., Wilson, C., & Gleaves, D. H. (2017). The relationship between social networking site use and the internalization of a thin ideal in females: A meta-analytic review. Frontiers in Psychology, 8, 1351.
18. Modica, C. (2019). Facebook, body esteem, and body surveillance in adult women: The moderating role of self-compassion and appearance-contingent self-worth. Body Image, 29, 17–30. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2019.02.002
19. Saputri, M. I. M., & Pinem, M. L. (2022). Glorifikasi Kecantikan di Media Sosial: Studi Kasus Isu Eksploitasi Mahasiswi pada Akun Instagram@ ugmcantik. Journal of Social Development Studies, 3(1), 70–85.
20. Syayekti, E. I. D. (2023). Komunikasi di media sosial: Perspektif kesetaraan gender. Academic Journal of Da’wa and Communication, 4(2), 141–154.
21. Tiggemann, M., & Anderberg, I. (2020). Social media is not real: The effect of ‘Instagram vs reality’ images on women’s social comparison and body image. New Media and Society, 22(12), 2183–2199. https://doi.org/10.1177/1461444819888720
22. Triandini, E., Jayanatha, S., Indrawan, A., Putra, G. W., & Iswara, B. (2019). Metode systematic literature review untuk identifikasi platform dan metode pengembangan sistem informasi di Indonesia. Indonesian Journal of Information Systems, 1(2), 63–77.
23. Utami, K., Munanjar, A., & Syahril, R. (2025). Membaca Kecantikan di Media Sosial: Analisis Semiotika Konten Instagram Tasya Farasya. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(01), 733–746.
24. Wahyuningtyas, R., & Putra, D. P. (2024). JUDGEMENTAL SOCIETY: PENGHAKIMAN DI MEDIA SOSIAL. Jurnal Masyarakat Maritim, 8(1), 10–18.
25. Wiana, A. R., Puspita, S. D., & Syahril, A. (2025). Tiktok dan konstruksi sosial standar kecantikan perspektif gen z di era digital. Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 2(1), 76–87.
26. Wilmanda, G., & Hariyanti, N. (2025). Shifting Indonesian Beauty Standards on TikTok@ cadburylemonade: A Critical Discourse Analysis Study: Pergeseran Standar Kecantikan Indonesiadi TikTok@ cadburylemonade: Kajian Analisis Wacana Kritis. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 75–89.
27. Yanis, F. (2022). Analisa Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Perempuan Di Jejaring Sosial Instagram Analyis Of Cyberbullying Behavior In Teenage Girls On Instagram Social Network. PROMEDIA (PUBLIC RELATION DAN MEDIA KOMUNIKASI), 8(1).
28. Yunailis, C. (2024). Narasi Tubuh Perempuan: Kritik Feminisme Dalam My Body Oleh Emily Ratajkowski. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(7), 754–761.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














