Rekonstruksi Usūl Fiqh dalam Menjawab Tantangan Etika Bisnis Digital Kontemporer

Authors

  • Rika Dwi Lestari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Moh. Bahrudin Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Syamsul Hilal Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14505

Keywords:

Usūl Fiqh, Etika Bisnis Digital, Maqāṣid Al-Syarī’ah, Fintech Syariah, Ekonomi Kontemporer

Abstract

Perkembangan ekonomi digital yang ditandai oleh meningkatnya penggunaan e-commerce, fintech Buy Now Pay Later (BNPL), perdagangan emas digital, dan layanan keuangan berbasis kecerdasan buatan (AI) telah mengubah aktivitas ekonomi dan bisnis secara signifikan. Di samping memberikan kemudahan dan efisiensi transaksi, perkembangan tersebut memunculkan persoalan etika dalam perspektif bisnis Islam, seperti potensi riba dalam mekanisme pembiayaan digital, gharar akibat ketidakjelasan informasi dan objek transaksi, penyalahgunaan data, serta bias dalam sistem algoritmik. Kondisi ini menuntut metodologi hukum Islam yang lebih adaptif terhadap karakteristik ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi usūl fiqh sebagai landasan metodologis dalam menghadapi tantangan etika bisnis digital di era ekonomi kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian literatur usūl fiqh klasik dan kontemporer serta berbagai penelitian tentang fintech syariah, perdagangan emas digital, dan etika pemanfaatan AI, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi usūl fiqh dapat dikembangkan melalui tiga lapisan yang saling berkaitan, yaitu penerapan kembali kaidah fikih yang adaptif sebagai instrumen penilaian transaksi digital, pemanfaatan maqāṣid al-syarī’ah, terutama perlindungan harta dan akal, sebagai landasan substantif, serta penguatan mekanisme kelembagaan melalui lembaga fatwa seperti DSN-MUI. Model ini memberikan kerangka penilaian yang lebih sistematis daripada penetapan hukum produk digital secara parsial, sekaligus membuka ruang pengujian empiris pada penelitian selanjutnya.

References

1. Akbar, S. A., Harun, M., & Elvia, E. E. (2026). Artificial intelligence credit scoring algorithm and compliance with maqasid as-shari’ah in digital Islamic financing. Muamalah, 12(1), 1–11.

2. Andri, E., Hijrianti, U., Kusdwiharyani, V., & Zaki, M. (2026). Konsep riba dalam transaksi Shopee Paylater. Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 12, 77–88.

3. Aprianto, Rahmatika, C. I., Lestari, F. I., & Sunarti, G. (2025). Implementasi qawaid fiqiyyah dalam transaksi ekonomi melalui e-commerce. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, 17(4), 81–90.

4. Azizah, N., Al-Maratussoleha, Rachman, A., Muchtar, N., & Kholid, H. (2026). Analisis hukum Islam terhadap penggunaan fitur PayLater sebagai metode pembayaran pada transaksi digital di Indonesia. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 7(4).

5. Bakry, M., & Syatar, A. (2025). Digital transformation of fatwa authorities: Comparative analysis of Bahtsul Masail and Muhammadiyah Tarjih. Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review, 4(2), 82–100. https://doi.org/10.64016/parewasaraq.v4i2.58

6. Bianda, R. (2024). The principle of ats-tsabit bi al-’urfi ka ats-tsabit bi asy-syar’i in DSN-MUI Fatwa No. 117 on sharia fintech. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 9(2), 205–222. https://doi.org/10.24235/jm.v9i2.15241

7. Fatakh, A., Rosanti, E., Suharto, T., & Annisa, D. (2025). Sharia economic law analysis of paylater features in online marketplace transactions. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 10(1), 229–242. https://doi.org/10.24235/jm.v10i1.20292

8. Haliding, S., Putri, N. F., Sapa, N. B., et al. (2025). Optimizing productive waqf: Challenges and opportunities in digitalization. Iqtisaduna, 11(1), 53–68. https://doi.org/10.24252/iqtisaduna.v11i1.50829

9. Hasibuan, S. F., & Hasibuan, A. N. (2025). Kesesuaian prosedur pinjaman online dengan maqashid syariah, 6(12), 4607–4621.

10. Herlambang, & Wahyudi, A. (2025). Digital transformation of sharia finance: Challenges of harmonizing regulations and fatwas in the application of artificial intelligence in sharia fintech financing in Indonesia. Iqtisaduna, 11(2), 499–511. https://doi.org/10.24252/iqtisaduna.v11i2.62238

11. Hidayati, T., Hidayatullah, M. S., Komarudin, P., & Atika, A. (2023). Digitalization of Islamic finance: Epistemological study of the National Sharia Board-Indonesian Council of Ulama’s fatwa, 33(2), 255–278.

12. Iqbal, M. (2026). Ba’i in the compilation of sharia economic law: Analysis of e-commerce transactions from a contemporary fiqh perspective, 41–54.

13. Kamila, N. (2026). Analisis hukum Islam terhadap praktik denda keterlambatan pada ShopeePayLater berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (AJPP), 5.

14. Laila, U., Bakry, M. M., & Amin, A. R. M. (2025). Perkembangan ushul fiqh di era modern: Transformasi metodologis dan paradigma ijtihad kontemporer. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 6(4).

15. Maksum. (2025). Transaksi digital dalam perspektif fikih muamalah: Telaah terhadap e-wallet dan marketplace. Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 8(1), 28–37.

16. Mansur, U., Nurohman, D., & Anshor, A. M. (2024). Revitalizing financial freedom to achieve a sustainable economy based on maqashid al-shariah in hifz al-mal. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 9(2), 286–304. https://doi.org/10.24235/jm.v9i2.18582

17. Marzuki, M. F. (2025). Risiko bias algoritma dalam credit scoring berbasis AI pada bank syariah, 3, 338–347.

18. Mubarok, N., Musafa, S., & Irama, Y. (2025). Epistemological transformation of ’urf in the DSN-MUI fatwa on e-commerce: A maqāṣid al-sharī’ah based analysis, 19(2), 167–190.

19. Nurkhofifah, S., & Kurniati, H. (2025). Sharia economic law perspective on the contractual use of Indonesian Standard QR Code (QRIS) in digital transactions, 25(2).

20. Octaviano, D., Brennaf, M. S., & Rahmi, A. (2026). Blended Islamic philanthropy model of green sukuk and digital waqf: Maqasid al-shariah approach to sustainable economic development in Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Economics Research, 8(1), 1–19.

21. Permana, D., Hasan, M., & Gojali, D. (2025). Applying ushul fiqh principles to enhance sharia compliance in digital gold trading in Indonesia. Review of Islamic Economics and Finance, 8(2), 325–338.

22. Prabowo, B. A., Nurjihad, & Rohidin. (2025). Analyzing the legal reasoning behind the prohibition of cryptocurrency transactions in Indonesian fatwa and regulations. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 19(2), 335–354. https://doi.org/10.24090/mnh.v19i2.14974

23. Qosim, N. (2022). Peran ushul fikih dalam metodologi ilmu ekonomi Islam. Journal of Islamic Economics Studies and Practices, 1(1), 89–97.

24. Rahmi, N. (2023). Sejarah dan perkembangan maqashid syariah serta karya ulama tentangnya sebelum Imam Syatibi, 14, 54–69.

25. Rivano, N., Maskuri, A., Saputra, S. F., & Putra, B. J. (2026). Komersialisasi keterlambatan dalam ekosistem paylater: Komparasi time value of money dan larangan riba al-jahiliyyah pada denda otomatis. Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah, 4(3).

26. Santoso, S. (2026). Praktik jual beli online melalui live shopping perspektif hukum ekonomi syariah, (2), 13–23.

27. Sari, R. (2021). Pengaruh penggunaan paylater terhadap perilaku impulse buying pengguna e-commerce di Indonesia, 7(1), 44–57.

28. Sasmira, M. (2026). Digital gold dan kepatuhan syariah: Telaah fatwa, 7(2).

29. Sulaeman, A. H., Hasan, M., & Syaripudin, D. (2026). Relevansi qiyas terhadap pengembangan ushul fiqh dalam merespons dinamika ekonomi syariah kontemporer. Equality: Journal of Islamic Law, 4(2).

30. Sutjipto, T. S., & Cahyono, E. F. (2020). Tadlis dan taghrir dalam transaksi pada e-marketplace. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 7(5), 874–885.

31. Syifa, N. M., Nazwa, D. A. S., Rukmana, Y. P., & Sofyan, A. R. (2026). Persepsi konsumen Muslim terhadap kaidah al-yaqin la yazulu bisy-syakk dalam transaksi e-commerce syariah.

32. Taufiq, M. (2025). Dispute resolution in consumer protection in the financial services sector perspective sadd al-zari’ah. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 10(1), 76–92. https://doi.org/10.24235/jm.v10i1.19570

33. Utami, U. K. K., Bahrudin, M., & Hilal, S. (2025). Kontribusi prinsip ushul fiqh dalam praktik transaksi digital terhadap keberlanjutan UMKM. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 7(2).

34. Velisya, R., & Kurniawati, F. (2026). Analisis hukum Islam terhadap praktik denda keterlambatan pada sistem pembayaran paylater di e-commerce: Studi kasus Shopee PayLater.

35. Widiyawati, H. M., & Zen, M. (2024). Macam-macam gharar (gharar katsir dan khofi) dan aplikasinya di lembaga keuangan syariah: Akad dalam transaksi syariah dan aplikasinya di bank syariah. Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 7(2), 294–301.

Downloads

Published

28-10-2026

How to Cite

Lestari, R. D., Bahrudin, M., & Hilal, S. (2026). Rekonstruksi Usūl Fiqh dalam Menjawab Tantangan Etika Bisnis Digital Kontemporer. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 11710–11717. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14505