Konstruksi Makna Pendidikan Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas di Universitas Hasanuddin
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14501Keywords:
Konstruksi Makna, Pendidikan Inklusif, Mahasiswa Disabilitas, Pengalaman SubjektifAbstract
Pendidikan inklusif merupakan upaya untuk memberikan kesempatan yang setara kepada mahasiswa disabilitas dalam memperoleh pendidikan dan berpartisipasi dalam kehidupan akademik. Namun, keberadaan kebijakan dan fasilitas pendidikan inklusif belum sepenuhnya menunjukkan bagaimana pendidikan inklusif dipahami dan dimaknai oleh mahasiswa disabilitas berdasarkan pengalaman yang mereka jalani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna pendidikan inklusif pada mahasiswa disabilitas di Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa disabilitas dalam menjalani pendidikan di lingkungan kampus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dengan melibatkan mahasiswa disabilitas sebagai informan utama serta dosen, relawan Pusat Disabilitas, dan mahasiswa non-disabilitas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas membentuk makna pendidikan inklusif melalui berbagai pengalaman dalam kehidupan akademik. Pendidikan inklusif dimaknai sebagai proses pembelajaran yang memberikan kesempatan setara, akomodasi yang layak, ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan, serta kesempatan untuk mewujudkan cita-cita. Konstruksi makna terbentuk melalui pengalaman dalam proses pembelajaran, aksesibilitas dan layanan akademik, stigma dan diskriminasi, pendampingan serta pelaksanaan kurikulum. Pengalaman yang dialami menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas dan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga dengan kemampuan mahasiswa disabilitas memperoleh akses, dukungan, dan kondisi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, makna pendidikan inklusif terbentuk melalui pengalaman subjektif mahasiswa disabilitas dalam menjalani dan memahami berbagai kondisi pendidikan yang mereka hadapi di Universitas Hasanuddin.
References
1. Abdussamad, Zuchri. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar. CV. Syakir Mela Press.
2. Ain, N., Azmi, N., Arnidawati, W., Abdullah, W., Ashari, A., Ain, N., Azmi, N., Arnidawati, W., & Abdullah, W. (2022). Acceptance of Students with Disabilities in Higher Education Institutions : A Systematic Literature Review Acceptance of Students with Disabilities in Higher Education Institutions : A Systematic Literature Review. 1(12), 2337–2358. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v12-i12/16023
3. Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.
4. Creswell, M. (2024). Metode Penelitian Creswell 2014. 2013, 34–69.
5. Darmadi, D., Rania, G., Regita, A., Fitriana, D., & Setiawan, A. B. (2021). Human Governance : Aksesibilitas Fasilitas Publik Terhadap Penyandang Disabilitas Pendahuluan Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 , negara menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia . Hak a. 8(2), 100–112.
6. De Beco G. (2022). The right to “inclusive” education. the Modern Law Review. Wiley Online Library. https://share.google/NZ3VnLvOofjObNQd6
7. Dian Jesica Simanjuntak, Syawaldi, F. P., Fransisca, S., Rangratu, O., Syafiq, R., Anggraeni, S. D., Hisyam, C. J., & Seruni, M. P. (2025). Konstruksi sosial pendidikan inklusi: Strategi pengajaran pada tiga sekolah negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Inklusif, 2(11). https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/tadarus/article/view/105
8. Dolmage, J. T. (2017). Academic ableism: Disability and higher education. University of Michigan Press.
9. Epstein, R. (1981). Activated Charcoal Antidotal and Other Medical Uses. Medical Journal of Australia, 1(S2), 437–437. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.1981.tb135719.
10. Gibson, S. (2012). Narrative accounts of university education: Socio-cultural perspectives of students with disabilities. Disability & Society, 27(3), 353-369. https://doi.org/10.1080/09687599.2012.654987
11. Gultom, R. E. (2025). Pemenuhan Pendidikan Terhadap Penyandang Disabilitas Berdasarkan International Covenant On Economic Social And Cultural Rights ( ICESCR ) Dan Convention Right Person Of Disabilities ( CRPD ). 5(1), 1203–1215.
12. Hansen, S. (2020). Jurnal. Teoretis, Jurnal Bidang, Terapan Sipil, Rekayasa, 27(3). https://doi.org/10.5614/jts.2020.27.3.10
13. Herviani, V. K., Arbi, R. P., & Shafirarossa, L. M. (2026). Persepsi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus terhadap Akomodasi yang Layak di Pendidikan Tinggi Negeri. 6, 228–238.
14. Huberman, M. B. dan M. (1994). Qualitative Data Analysis (A Methods Sourcebook). Husserl, E (1970). The crisis of European sciencesand transcedental phenomelogy (D.
15. Carr, Trand). Evanston, IL: Northwestem University Press.
16. Irwanto (2010). Activated Charcoal Antidotal and Other Medical Uses. Medical Jurnal of Australia, 1(S2), 437-437. https://doi.org/10.5694/j.1326-53377.1981.tb135719.
17. Implementation, T. H. E., Inclusive, O. F., Policy, E., & The, A. T. (2024). Jurnal
18. Administrasi dan Kebijakan. 9(1), 168–184.
19. Kementerian PPN. (2020). Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi - Edisi II Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Kementerian PPN.
20. Kioko, V. K., & Makoelle, T. M. (2014). Inclusion in Higher Education : Learning Experiences of Disabled Students at Winchester University. 7(6), 106–116. https://doi.org/10.5539/ies.v7n6p106
21. Laurensia Yois Boroallo & Dedi Nasruddin. (2025). Jurna Psikologi Karakter. Efektivitas Psikoedukasi Pendidikan Inklusi Dalam Meningkatkan Empati Mahasiswa Terhadap Penyandang Disabilitas Di Universitas Bosowa Makassar, 5(2), 485–496. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i2.7555
22. Marissangan Hasbi, Haris Arif Muhammad Andi, Rahim Hariashari, N. A. (2024). RAMAH DISABILITAS dari perspektif (Sosiologi Kesejahteraan) (Cetakan pe). Zahir Publishing, 44
23. Marissangan, H., A. M. A., Rahim, H., & Nurlela, A. (2024). RAMAH DISABILITAS dari perspektif Sosiologi Kesejahteraan (Cetakan pe). Zahir Publishing, 261
24. Mercer, C. B. and G. (2010). Exploring Disability (2nd editio). Polity Press.
25. Munoz, D. (2018). Adjusting Infrastuctures and Bodies; Finding a Way for Disabled People into Santiagos Public Transport System.
26. Moriña, A., Sandoval, M., Carnerero, F., Moriña, A., & Sandoval, M. (2020). Higher education inclusivity : when the disability enriches the university. https://doi.org/10.1080/07294360.2020.1712676
27. Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Thousand Oaks, CA: Sage.
28. Mutiah, R., & Ginanjar, W. R. (2025). Dinamika keluarga dan disabilitas sosial mahasiswa di perguruan tinggi. 19(1), 19–34. https://doi.org/10.20414/qawwam.v15i1.3347
29. Nanda, A. R., & Herawati, R. (2021). Kendala Dan Solusi Bagi Penyandang Disabilitas Kota Semarang Dalam Mengakses Pekerjaan. 3.
30. Nations, U. (2006). Convention on the Rights of Persons with Disabilities and Optional Protocol.
31. Nurazizah Rahmi, R., Bastiana, Zulfitrah, Nurul Mutahara, B., & Ariastuti Saleh, W. (2025). Konstruksi sosial stigma terhadap mahasiswa penyandang disabilitas di Fakultas Ilmu Pendidikan: Analisis perspektif Erving Goffman. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 13(2), 112-130. (Catatan: Judul spesifik ini belum ditemukan dalam pencarian daring; perlu verifikasi ulang oleh peneliti.)
32. Oliver, M. (1990). The politics of disablement: A sociological approach. St. Martin's Press.
33. Pangestuti, R. D. P., & Pribadi, F. (2022). Konstruksi sosial pendidikan umum bagi penyandang disabilitas. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 6(1), 37-52. https://doi.org/10.38043/jids.v6i1.3401
34. Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin. (2025). Data Mahasiswa Disabilitas Aktif Tahun 2025. (Catatan: Data merupakan dokumen internal/internal document; karena tidak tersedia dalam publikasi daring, rujukan ini dapat disitasi sebagai “komunikasi pribadi” jika hasil wawancara/observasi langsung).
35. Rivera, L. A., & tilcsik, A. (2023). Not in my schoolyard : disability discrimination in educational access. American Sociological Riveuw.
36. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/00031224221150433
37. Rofiah, K., Tanyu, N. R., Sujarwanto, S., & Ainin, I. K. (2023). Inclusive education at Universitas Negeri Surabaya : Perceptions and realities of students with disabilities. 38(2), 14–25.
38. Rubenowitz, S., Norrgren, F., Tannenbaum, A. S., & Norrgren, F. (1983). Some Social Psychological Effects of Direct and Indirect Participation in Ten Swedish Companies
39. Rudiyanto, A. (2020). Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi – Edisi II Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Developments Goals (TPB/SDGs).
40. Setiawan, E., & Cipta Apsari, N. (2019). Pendidikan inklusif: Upaya mewujudkan kesetaraan dan non diskriminatif di bidang pendidikan bagi anak dengan disabilitas (AdD). Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 5(3). https://scholar.google.hr/scholar?cluster=318272410503299709
41. Shaksespeare, T. (2006). Disability and Wrongs. Routledge. https://books.google.com.et/books?id=PTbhAQAAQBAJ&printsec=copyright
42. Stake, R. E. (1995). The Art of Case Study Research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
43. Sugiyono (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung, Alfabeta
44. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. UNESCO
a. Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000248254
45. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. (2016). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 69. Jakarta:Pemerintah Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/37649/uu-no-8-tahun-2016
46. World Health Organization. (2001). International classification of functioning, disability and health (ICF). World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/78739
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














