Akses Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Fintech Syariah bagi UMKM Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14491Keywords:
Fintech Syariah, Inklusi Keuangan, UMKM, Tata Kelola Syariah, Adopsi TeknologiAbstract
Fintech syariah sering diposisikan sebagai solusi atas hambatan akses keuangan yang dihadapi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, akses digital yang lebih mudah belum tentu berujung pada inklusi keuangan yang berkelanjutan. Artikel ini mengkaji hubungan antara akses, adopsi, penggunaan fungsional, dan inklusi dalam konteks UMKM Indonesia, serta mengidentifikasi kondisi yang memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut. Penelitian menggunakan studi pustaka integratif kualitatif terhadap 23 sumber yang terbit pada 2018–September 2026, terdiri atas 18 artikel jurnal dan lima dokumen resmi. Sumber dipilih secara purposif melalui Garuda, portal jurnal dan penerbit, serta laman resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Literatur dikodekan secara tematik dan dibandingkan antarsumber. Hasil sintesis menunjukkan bahwa fintech syariah dapat mengurangi hambatan jarak dan administrasi, memperluas pilihan pembiayaan, dan menghubungkan UMKM dengan ekosistem keuangan digital. Akan tetapi, inklusi aktual dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan kemudahan, kesiapan teknologi, literasi keuangan dan produk, persepsi risiko, kepercayaan, serta kepatuhan syariah. Bukti mengenai kepercayaan dan niat perilaku tidak sepenuhnya konsisten antarstudi. Kajian ini merumuskan jalur empat tahap akses digital, adopsi, penggunaan fungsional, dan inklusi berkelanjutan yang diperkuat oleh kapabilitas pengguna, tata kelola syariah, pelindungan konsumen, dan integrasi ekosistem. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan inklusi sebaiknya dinilai dari penggunaan yang bermakna dan berulang, bukan hanya kepemilikan akun atau ketersediaan platform.
References
1. Alfarizi, M., & Ngatindriatun, N. (2022). Indonesian halal MSME open innovation with Islamic fintech adoption. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 19(2), 221–243. https://doi.org/10.21002/jaki.2022.11
2. Alshater, M. M., Saba, I., Supriani, I., & Rabbani, M. R. (2022). Fintech in Islamic finance literature: A review. Heliyon, 8(9), e10385. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e10385
3. Askandar, N. S., Alrasyid, H., & Asri, N. W. (2026). Islamic fintech adoption and MSME financial inclusion in Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 21(1), 40–56. https://doi.org/10.24843/JIAB.2026.v21.i01.p03
4. Bank Indonesia. (2026). Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah 2025. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/KEKSI_2025.aspx
5. Danureja, T., Wildan, M., & Firmansyah, Y. (2025). Transformasi digital dan inklusi keuangan syariah melalui fintech syariah di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Journal EKOS, 3(1), 17–30. https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/EKOS/article/view/280
6. Dewi, I. S., & Adinugraha, H. H. (2023). The role of Sharia fintech in improving halal financial inclusion in MSMEs in Indonesia. LIKUID: Jurnal Ekonomi Industri Halal, 3(1), 18–29. https://doi.org/10.15575/likuid.v3i1.18693
7. DSN-MUI. (2018). Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/page/5/
8. Hidayatullah, S., Suherlan, A., & Sani, M. A. (2026). The effect of Sharia financial technology (fintech) on financial inclusion from the perspective of Islamic economic law. Al Irsyad: Jurnal Studi Islam, 5(2), 433–448. https://doi.org/10.54150/alirsyad.v5i2.1052
9. Hudaefi, F. A., Hassan, M. K., & Abduh, M. (2023). Exploring the development of Islamic fintech ecosystem in Indonesia: A text analytics. Qualitative Research in Financial Markets, 15(3), 514–533. https://doi.org/10.1108/QRFM-04-2022-0058
10. Ibrahim, M. H., Fitri, F., & Ahmad, R. S. (2024). The role of technology readiness in Islamic financial technology acceptance among MSMEs: An empirical integration analysis TPB and TAM framework. AL-MUZARA’AH, 12(1), 177–194. https://doi.org/10.29244/jam.12.1.177-194
11. Ismail, J., Supri, Z., Dukalang, H., Budianto, R., & Katili, C. Y. (2024). Drivers of Sharia P2P lending adoption in Indonesia: An AISAS model approach. Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 13(2), 664–685. https://doi.org/10.22373/share.v13i2.23438
12. Maharani, S., Nurbaiti, N., & Dharma, B. (2024). Contibution of Sharia fintech to micro, small, and medium enterprises’ inclusivity in Kisaran City. Journal of Islamic Economics Lariba, 10(1), 117–130. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol10.iss1.art7
13. Majid, R. (2024). Islamic FinTech and MSMEs: The role of religiosity and product knowledge. AL-MUZARA’AH, 12(2), 321–335. https://doi.org/10.29244/jam.12.2.321-335
14. Muryanto, Y. T. (2023). The urgency of Sharia compliance regulations for Islamic fintechs: A comparative study of Indonesia, Malaysia and the United Kingdom. Journal of Financial Crime, 30(5), 1264–1278. https://doi.org/10.1108/JFC-05-2022-0099
15. Muzdalifa, I., Rahma, I. A., Novalia, B. G., & Rafsanjani, H. (2018). Peran fintech dalam meningkatkan keuangan inklusif pada UMKM di Indonesia (pendekatan keuangan syariah). Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 3(1). https://doi.org/10.30651/jms.v3i1.1618
16. Nurfadilah, D., & Samidi, S. (2021). How the COVID-19 crisis is affecting customers’ intention to use Islamic fintech services: Evidence from Indonesia. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 7, 83–114. https://doi.org/10.21098/jimf.v7i0.1318
17. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Pages/POJK-40-Tahun-2024-Layanan-Pendanaan-Bersama-Berbasis-Teknologi-Informasi.aspx
18. Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024. Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Survei-Nasional-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-(SNLIK)-2024.aspx
19. Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025. Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx
20. Rasidi, Y. S., Budi, C. S., & Hatmoko, P. A. (2021). Fintech syariah alternatif pendanaan UMKM pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Finansha: Journal of Sharia Financial Management, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.15575/fjsfm.v2i1.12462
21. Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
22. Whittemore, R., & Knafl, K. (2005). The integrative review: Updated methodology. Journal of Advanced Nursing, 52(5), 546–553. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2005.03621.x
23. Widagdo, R., Rokhlinasari, S., & Wartoyo, W. (2026). Islamic fintech, financial inclusion, and MSME sustainability: Evidence from a mixed-method study in Indonesia’s digital economy. Journal of Islamic Economics Lariba, 12(1), 313–336. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol12.iss1.art11
24. Yulfiswandi, Y., Licca, V., & Hesniati, H. (2026). Faith and finance: How religiosity shapes Islamic fintech adoption in Indonesia. Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan, Syariah dan Audit, 13(1), 102–125. https://doi.org/10.12928/jreksa.v13i1.14680
25. Zulfa, M. H. (2025). Peran financial technology syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan di kalangan UMKM berbasis syariah di Indonesia. JEPP: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Pariwisata, 5(1), 36–41. https://doi.org/10.52300/jepp.v5i1.20311
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














