Maslahah Mursalah dan Kontribusinya pada Ekonomi Syariah
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14454Keywords:
Maslahah Mursalah, Ekonomi Syariah, Maqashid Syariah, Ijtihad, Keuangan KontemporerAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep metodologis Maslahah Mursalah serta kontribusinya terhadap pengembangan hukum dan instrumen ekonomi syariah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur primer dan sekunder, meliputi kitab ushul fiqih klasik, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Analisis dilakukan dengan menguraikan konsep Maslahah Mursalah, mengkaji landasan normatif dan persyaratan keabsahannya, membandingkan pandangan empat mazhab fikih, serta menelaah penerapannya dalam ekonomi dan keuangan syariah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maslahah Mursalah merupakan metode penetapan hukum Islam yang berorientasi pada kemaslahatan dan sejalan dengan tujuan syariat (maqashid al-syariah), meskipun tidak terdapat dalil khusus yang secara tegas menerima atau menolaknya. Penerapannya harus memenuhi sejumlah persyaratan, yaitu kemaslahatan bersifat nyata, mengutamakan kepentingan umum, dan tidak bertentangan dengan dalil syariat yang pasti. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan di antara mazhab Maliki, Hanbali, Hanafi, dan Syafi'i, kemaslahatan tetap menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan hukum Islam. Dalam konteks ekonomi syariah kontemporer, Maslahah Mursalah berkontribusi terhadap pencatatan akad dan notarisasi, pengawasan kepatuhan syariah melalui Dewan Pengawas Syariah, pengembangan uang elektronik syariah, serta penerapan mekanisme ta'zir dan ta'widh. Dengan demikian, Maslahah Mursalah berperan penting dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah yang adaptif, berkeadilan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan digital. Pertimbangan tersebut penting agar inovasi keuangan tetap memberikan manfaat, melindungi harta masyarakat, mengurangi risiko, dan menjaga keadilan dalam aktivitas ekonomi.
References
1. Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia. (2000). Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah.
2. Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia. (2004). Fatwa DSN-MUI No. 43/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi (Ta’widh).
3. Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa DSN-MUI No. 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah.
4. Dina, D. A. R., & Mugiyati, M. (2024). ABU HAMID’S APPLICATION OF ISLAMIC ECONOMICS AL-GHAZALI ON THE ROLE OF MONEY IN THE CONTEXT OF THE MURSALAH PROBLEM: ABU HAMID’S APPLICATION OF ISLAMIC ECONOMICS AL-GHAZALI ON THE ROLE OF MONEY IN THE CONTEXT OF THE MURSALAH PROBLEM. Jurnal Istiqro, 10(1), 17–31. https://doi.org/10.30739/istiqro.v10i1.2710
5. Djalaluddin, M. M. (2015). PEMIKIRAN ABU ISHAQ AL-SYATIBI DALAM KITAB AL-MUWAFAQAT.
6. Fatkur Huda, D. S. (2022). Maslahah Mursalah: Studi Aplikasi Pada Ekonomi Islam Dan Keuangan Kontemporer. Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam. https://doi.org/10.56114/al-sharf.v3i1.179
7. Harun, I. A. (2022). IMPLEMENTASI KONSEP MASLAHAH MURSALAH DALAM EKONOMI ISLAM MENURUT TOKOH ISLAM DAN JUMHUR ULAMA. JURNAL ECONOMINA, 1(3), 563–577. https://doi.org/10.55681/economina.v1i3.132
8. Masruchi, Z. A. (2023). Hukum Islam: Maslahah Mursalah Berdasarkan Perspektif Emapat Madzhab dan Ahli Ushul Fiqh. Moderasi : Journal of Islamic Studies, 3(1), 102–130. https://doi.org/10.54471/moderasi.v3i1.44
9. Moh. Bahruddin. (2019). Buku Ushul Fiqh Moh Bahrudin.
10. Muslim, M. H. (2023). Kedudukan Maslahah Mursalah Menurut Imam Al-Ghazali. Jurnal Al-Nadhair, 2(1), 31–47. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v2i1.24
11. Pertiwi, T. D., & Herianingrum, S. (2024). Menggali Konsep Maqashid Syariah: Perspektif Pemikiran Tokoh Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(1), 807. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12386
12. Prahasti Suyaman. (2025). Maslahah Mursalah sebagai Salah Satu Metode Istinbath. KRTHA BHAYANGKARA, 18(2), 417–429. https://doi.org/10.31599/krtha.v18i2.2692
13. Rahman, M. M. & Moh. Mufid. (2024). Integrasi Tarjih dan Maqasid asy-Syari’ah: Sebuah Analisis Pemikiran Maqasid Sayf al-Din al-Amidi. El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 10(1), 77–97. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i1.1289
14. Salahuddin, C. W., & Hidayat, T. (2022). Tinjauan Maslahah Mursalah terhadap Fenomena Childfree. DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum, 20(2), 399–414. https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.2924
15. Yasir, M. (2022). IJMA’ DALAM USHUL FIKIH.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














