Mengkaji Pengalaman Masyarakat Desa Pucung dalam Mengakses Layanan Publik Berbasis Digital: Studi Naratif
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14417Keywords:
Layanan Publik, Digital, Desa, Studi Naratif, User-Centric GovernmentAbstract
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan publik berbasis digital di kawasan perdesaan. Studi mengenai implementasi layanan publik berbasis digital telah menjadi diskusi yang berkembang dalam ilmu sosial dan politik. Meskipun demikian, sedikit bukti mengenai pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan publik berbasis digital di tingkat perdesaan. Desain studi menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif tematik. Data diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil studi menunjukan empat tema utama, yaitu kemudahan dan efisiensi dalam proses pelayanan, bantuan dan pendampingan dalam mengakses layanan digital, penggunaan layanan digital dan tatap muka sesuai kondisi masyarakat, serta kebutuhan pengembangan layanan berdasarkan pengalaman masyarakat. Masyarakat merasakan manfaat layanan digital karena dapat mengurangi kebutuhan untuk datang berulang kali ke kantor desa dan mempermudah pengurusan administrasi. Meskipun demikian, pendampingan masih dibutuhkan oleh sebagian masyarakat, khususnya warga lanjut usia atau mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Layanan tatap muka juga tetap dipilih dalam kondisi tertentu. Selain itu, belum tersedianya tanda tangan digital menjadi salah satu kendala dalam penyelesaian proses pelayanan secara daring. Dalam perspektif User-Centric Government, temuan ini menunjukkan pentingnya penyelenggaraan layanan digital yang memperhatikan kebutuhan dan kondisi pengguna, menyediakan akses melalui berbagai saluran, serta membuka ruang bagi masukan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan layanan publik berbasis digital di tingkat desa perlu disertai pendampingan yang memadai, penyempurnaan proses pelayanan, dan pelibatan masyarakat agar layanan semakin mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
References
1. Apriliyanti, I. D., Kusumasari, B., Pramusinto, A., & Setianto, W. A. (2021). Digital divide in ASEAN member states: Analyzing the critical factors for successful e-government programs. Online Information Review, 45(6), 1001–1018. https://doi.org/10.1108/OIR-05-2020-0158
2. Ariansyah, K., Qibthiyyah, R. M., Utomo, A. H., Pramiyanti, A., Yusrina, A., & Kristiansen, S. (2023). Digital inclusion for all? A gender-disaggregated analysis of e-government service use in Indonesia. Transforming Government: People, Process and Policy, 17(4), 567–584. https://doi.org/10.1108/TG-04-2023-0043
3. Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
4. Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
5. Chabibi, M., & Basit, H. A. (2023). Dinamika governance: Efektivitas aplikasi Tanggap Karawang (TANGKAR) sebagai layanan pengaduan online masyarakat Kabupaten Karawang. Jurnal Dinamika Governance, 13(1), 45–58. https://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/jdg/article/download/5007/pdf
6. Fadillah, N., & Mursyidah, L. (2024). Digital public services in Indonesia show high satisfaction and adaptation challenges remain. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 15(3), 234–248. https://doi.org/10.21070/ijccd.v15i3.1105
7. Husna, J., Wiratmo, L. B., Setyawan, I., Indrahti, S., Susanti, S., Mardhiyani, N. L., & Febriyani, A. R. (2024). Sosialisasi dan pelatihan literasi digital untuk meningkatkan pengetahuan dan inovasi produk unggulan masyarakat Desa Poleng Kabupaten Sragen. Jurnal Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. https://journal.unilak.ac.id/index.php/bidik/article/view/14057
8. Maslikhah, L. (2023). Digitalisasi sebagai upaya pengembangan sumber daya aparatur pemerintah desa di Desa Sugihwaras. Khatulistiwa, 3(3), 178–189. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v3i3.1861
9. Ningrum, W. P., Kurniansyah, D., & Azijah, D. N. (2024). Analisis keberhasilan aplikasi Tanggap Karawang sebagai perwujudan ruang pengaduan publik berbasis e-government di Pemerintah Kabupaten Karawang. Moderate: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 10(1), 30–42. https://ojs.unigal.ac.id/index.php/modrat/article/view/3931
10. Nisak, K., & Sukmana, H. (2024). Implementation of the SIPRAJA program towards e-government-based public services. Indonesian Journal of Public Policy Review, 24. https://doi.org/10.21070/ijppr.v24i0.1345
11. Noersyahbani, P., Soedarwo, V. D. S., & Yumitro, G. (2023). Adoption of the Simpeldesa application: Shifting social relations between residents and village government. European Journal of Humanities and Social Sciences, 3(5), 78–87. https://doi.org/10.24018/ejsocial.2023.3.5.497
12. Pemerintah Kabupaten Karawang. (2024). Peraturan Bupati Karawang Nomor 40 Tahun 2024 tentang Standar Layanan Informasi Publik Desa.
13. Priyadharma, S. (2024). Periphery-centric approach as a tactic for everyday digital in- and exclusion of Indonesian villages. Media and Communication, 12(2), 5–15. https://doi.org/10.17645/mac.v12i2.8162
14. Sara, M., & Saputra, H. (2021). Easy access to public services through digital village. Research Journal of Agricultural and Applied Sciences, 12(11), 98–105. https://doi.org/10.18551/rjoas.2021-11.13
15. Silitonga, M. S. (2023). The public sector's digital skills gap in Indonesia: The challenges and opportunities. Good Governance, 19(1), 45–62. https://doi.org/10.32834/gg.v19i1.585
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














