Ngiris dan Ngelebengang Gula Aren Pedawa: Kajian Etnoteknologi, Bertahan antara Tradisi dan Perubahan Sosial

Authors

  • Ni Nyoman Ayu Pradnyawati Universitas Pendidikan Ganesha
  • Luh Putu Sendratari Universitas Pendidikan Ganesha
  • Lola Utama Sitompul Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gusti Made Arya Suta Wirawan Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14404

Keywords:

Etnoteknologi, Gula Aren Pedawa, Ngiris dan Ngelebengang, Perubahan Sosial, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan bertahannya teknik ngiris dan ngelebengang dalam pengolahan gula aren tradisional di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, serta mengidentifikasi peran aktif perajin dalam mempertahankan teknik tersebut di tengah perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis etnosains. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik ngiris dan ngelebengang tetap bertahan karena empat faktor utama, yaitu pertimbangan kualitas dan cita rasa gula, fungsi religius dan adat, pewarisan pengetahuan melalui pengalaman dan kebiasaan, serta nilai ekonomi produk. Dalam perspektif teori praktik sosial Pierre Bourdieu, keberlangsungan teknik tersebut berkaitan dengan habitus perajin serta pemanfaatan modal budaya, simbolik, dan ekonomi dalam menghadapi tekanan modernisasi. Peran aktif perajin diwujudkan melalui pelestarian teknik pengolahan gula aren, penguatan ekonomi desa melalui Kelompok Getah Uyung, diversifikasi produk dan pemasaran, pelestarian lingkungan melalui pembibitan dan penanaman kembali pohon aren, serta pengembangan pariwisata desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlangsungan tradisi tersebut bukan sekadar hasil pewarisan kebiasaan, melainkan bentuk negosiasi antara nilai budaya, religius, dan ekonomi. Oleh karena itu, sinergi antara perajin, kelompok tani, perguruan tinggi, dan pemerintah desa diperlukan untuk menjaga kelestarian tradisi sekaligus meningkatkan keberlanjutannya di tengah perubahan sosial.

References

1. Alfi Syahrin, A., Noviani, F., Nur, I., & Idris, M. (2023). Kerukunan Masyarakat Multikultural Pasca Kontestasi Politik Identitas Saat Pilkada Gubernur Kalimantan Barat Tahun 2018. Jurnal Multikultural & Multireligius, 22(1). https://doi.org/10.32488/harmoni.v22i1.676

2. Darmawan, D. (2024). Pierre Bourdieu's Theory of Social Practice: Understanding Habitus, Capital, and the Arena in Social Life. Journal La Sociale, 5(6), 2175–2187.

3. Darmawan, K. K., Astawa, I. P., & Budarma, I. K. (2024). Pengembangan Agrowisata Berbasis Nilai Sosial Budaya dan Potensi Alam di Desa Sidetapa Baliaga, Buleleng, Bali. Journal of Social Service and Empowerment, 1(1), 12–21. https://doi.org/10.56743/josse.v1i1.413

4. Darmawan, W., & Syahrin, A. A. (2024). Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Suara Demokrasi dalam Memperkuat Partisipasi Siswa Melalui Pemilihan OSIS. Jurnal Global Futuristik, 2(2), 105–114. https://doi.org/10.59996/globalistik.v2i2.569

5. Desa Pedawa. (2026). Kondisi Umum Desa Pedawa. Website Desa Pedawa. https://pedawa-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/70-kondisi-umum-desa-pedawa

6. Haifa, N. M., Nabilla, I., Rahmatika, V., Hidayatullah, R., & Harmonedi. (2025). Identifikasi Variabel Penelitian, Jenis Sumber Data dalam Penelitian Pendidikan. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 2(2), 256–270. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i2.1563

7. Jayendra, P., Ekasani, K., Wardana, M., & Surya Wijaya, N. (2022). Pemberdayaan Masyarakat pada Produksi dan Pemasaran Gula Aren di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 573–580. https://doi.org/10.47492/eamal.v2i1.1188

8. Jayendra, P. S. (2023). Makna Filosofis Penggunaan Gula Aren pada Banten Daksina di Desa Pedawa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 9(2). https://doi.org/10.25078/vs.v9i2.3152

9. Jayendra, P. S., & Wiwin, I. (2024). Revitalization of the Sekala and Niskala Dimensions of Palm Sugar Making Tradition in Support of Sustainable Tourism: Case Study in Pedawa Village, Banjar District, Buleleng Regency. International Journal of Interreligious and Intercultural Studies. https://doi.org/10.32795/ijiis.vol7.iss1.2024.5440

10. Kecamatan Banjar. (2020, Desember 17). Pengukuhan Kelompok Tani Aren Getah Uyung Desa Pedawa. Pemerintah Kabupaten Buleleng.

11. Krisdinanto, N. (2014). Pierre Bourdieu, Sang Juru Damai.

12. Lestari, E., Tarigan, B., Sendratari, L. P., & Noviani, F. (2024). Resolusi Konflik Peran Ganda Perempuan Buruh Bangunan di Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 6.

13. Masduki, A., Harsono, T., & Alamsyah, S. (2023). Sistem Teknologi Pembuatan Gula Aren di Kampung Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara. https://doi.org/10.51817/jtln.v3i2.644

14. Nurani, M. F., Arabi, I., & Anwary, A. (2025). Sustainability Analysis of the Palm Sugar Industry in Hulu Sungai Tengah Regency: Perspectives on Local Economy, Public Policy, and Labor Law. Journal of Islamic Economics Lariba. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol11.iss2.art8

15. Paramita, E. D. (2024). Eksplorasi Konsep Matematika dan Nilai Pendidikan pada Permainan Tradisional Masyarakat Suku Sasak.

16. Rahman, Z., & Nujum, S. (2023). Palm Sugar Product Processing Diversification. Advances in Community Services Research, 1(1), 7–17.

17. Rumina. (2024). Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Pendidikan. Islamic Learning Journal (Jurnal Pendidikan Islam).

18. Siregar, M. (2016). Teori "Gado-Gado" Pierre-Felix Bourdieu (No. 2). http://journals.an1mage.net/index.php/ajsk

19. Sugiyono. (2023). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

20. Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami Sumber Data Penelitian: Primer, Sekunder, dan Tersier. Jurnal Edu Research, (3).

21. Swandewi, N. P., Mudana, I. W., & Sendratari, L. P. (2020). Pengetahuan Tradisional Pengolahan Gula Aren dalam Perspektif Perubahan Sosial di Desa Pedawa, Buleleng, Bali. Jurnal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha, 2(2).

22. Tatkala. (2023, November 3). Reboisasi Desa Pedawa: Usaha Menguatkan Citra Pedawa Sebagai Penghasil Gula. Tatkala.

23. Wijaya, H. (2018). Analisis Data Kualitatif Model Spradley (Etnografi). https://www.researchgate.net/publication/323557072

Downloads

Published

17-10-2026

How to Cite

Pradnyawati, N. N. A., Sendratari, L. P., Sitompul, L. U., & Wirawan, I. G. M. A. S. (2026). Ngiris dan Ngelebengang Gula Aren Pedawa: Kajian Etnoteknologi, Bertahan antara Tradisi dan Perubahan Sosial. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 10290–10299. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14404