Pengaruh Suhu Pemanasan pada Screw Oil Press Machine terhadap Karakteristik Biopelet dari Biji Asam Jawa

Authors

  • Rafiq Fadillah Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Aldrin Andika Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Zurohaina Zurohaina Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Tahdid Tahdid Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Sahrul Effendy Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14350

Keywords:

Biji Asam Jawa, Biopelet, Temperatur Pemanasan, Nilai Kalor, SNI 8675:2018

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan bakar alternatif merupakan salah satu upaya untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Biji asam jawa berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelet melalui proses densifikasi menggunakan Screw Oil Press Machine. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur pemanasan terhadap karakteristik biopelet biji asam jawa dan menentukan kondisi operasi terbaik berdasarkan standar SNI 8675:2018. Penelitian diawali dengan persiapan 1 kg biji asam jawa melalui pencucian, pengeringan menggunakan oven pada temperatur 60–70°C selama 4–6 jam, dan pengecilan ukuran. Proses pembuatan biopelet menggunakan 100 g bahan baku dengan kecepatan putaran screw tetap sebesar 35 Hz dan variasi temperatur pemanasan 75, 100, 125, 150, 175, dan 200°C. Parameter pengujian meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon tetap, kerapatan, laju pembakaran, dan ketahanan berdasarkan drop test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur 200°C menghasilkan karakteristik terbaik, dengan nilai kalor 5.514,78 kal/g, kadar air 13,57%, kadar abu 1,54%, kadar zat terbang 60,68%, karbon tetap 24,21%, dan kerapatan 1,4060 g/cm³. Laju pembakaran terendah mencapai 0,0155 g/s, sedangkan kehilangan massa pada pengujian drop test sebesar 0,3356%. Perbandingan dengan SNI 8675:2018 menunjukkan bahwa sebagian besar parameter telah memenuhi persyaratan, tetapi kadar air dan kadar abu masih sedikit melebihi batas yang ditetapkan. Dengan demikian, temperatur 200°C dan kecepatan putaran screw 35 Hz merupakan kondisi terbaik dalam penelitian ini, meskipun optimasi pengeringan dan pemanasan masih diperlukan untuk memenuhi seluruh persyaratan mutu.

References

1. Aminur, dkk. (2025). Pembuatan Biopelet dari Campuran Cangkang dan Daging Biji Karet Menggunakan Mesin Screw Oil Press. Jurnal Teknologi Pertanian, 16(1), 10–22.

2. Aminur, dkk. (2025). Pembuatan Biopelet dari Campuran Cangkang dan Daging Biji Karet Menggunakan Mesin Screw Oil Press. Jurnal Teknologi Pertanian, 16(1), 10–22.

3. Badan Standardisasi Nasional. (2018). SNI 8675:2018: Pelet biomassa untuk energi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

4. He, H., Wang, Y., Sun, Y., Sun, W., & Wu, K. (2024). From raw material powder to solid fuel pellet: A state-of-the-art review of biomass densification. Biomass and Bioenergy, 186, 107271.

5. Kasmaniar. (2023). Kontribusi Biomassa Pertanian, Perkebunan, dan Hutan terhadap Potensi Energi Terbarukan Nasional. Jurnal Kehutanan dan Energi, 5(1), 66–78.

6. Muazzinah. (2022). Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Bahan Baku Biopelet sebagai Energi Terbarukan. Jurnal Pengolahan Hasil Perkebunan, 10(1), 30–40.

7. Munawar, E. (2022). Analisis Kualitas Biopelet dari Biomassa Lignoselulosa: Parameter dan Standar Pengujian. Jurnal Energi Biomassa, 4(2), 55–68.

8. Mardiana Sari, Aminur, A., Wibowo, M. A., & Ramadhoni, F. (2025). Pembuatan biopelet dari campuran cangkang dan daging biji karet menggunakan mesin screw oil press. Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi, 1(4), 126–135. https://doi.org/10.61132/jupenkifb.v1i4.453

9. Roig-Madrid k. (2025). Advances in Biomass Pellet Technology for Sustainable Energy Applications. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 189, 114002.

10. Sinaga, dkk. (2024). Karakteristik Produk Biopelet Berbahan Baku Limbah Kelapa Muda Hasil Torefaksi Menggunakan Retort Kiln untuk Bahan Bakar Tungku Pengrajin Pandai Besi. Jurnal Sylva Scienteae, 7(2), 110–122.

11. Sucahyo, dkk. (2024). Formulasi Biopelet dengan Campuran Limbah Tongkol Jagung dan Kayu Sengon sebagai Bahan Bakar Padat Terbarukan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 42(1), 55–68.

12. Suryanto, H. (2024). Karakteristik dan Pengujian Kualitas Biopelet dari Berbagai Sumber Biomassa. Jurnal Material dan Energi Indonesia, 14(1), 28–39.

13. Sutapa, J. P. G., & Hidyatullah, A. H. (2023). Torrefaction for improving quality of pellets derived from Calliandra wood. Journal of the Korean Wood Science and Technology, 51(5), 381–391. https://doi.org/10.5658/WOOD.2023.51.5.381

14. Utama, dkk. (2023). Analisa Karakteristik Bahan Bakar Pelet Biomassa dengan Variasi Bahan Baku Limbah Jagung dan Unsur Pengikat Oli Kendaraan Bekas dan Minyak Goreng Bekas. Jurnal Teknik Mesin Univ. Andalas, 13(2), 77–89.

15. Yudiartono, dkk. (2022). Proyeksi Kebutuhan Energi Final Nasional dalam Skenario Business as Usual (BAU) Tahun 2020–2050. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir, 24(1), 1–14.

Downloads

Published

21-10-2026

How to Cite

Fadillah, R., Andika, A., Zurohaina, Z., Tahdid, T., & Effendy, S. (2026). Pengaruh Suhu Pemanasan pada Screw Oil Press Machine terhadap Karakteristik Biopelet dari Biji Asam Jawa. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 10614–10622. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14350