Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Depot Air Minum Isi Ulang Akbar Pohan
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14314Keywords:
Kelayakan Finansial, Depot Air Minum Isi Ulang, Investasi, Biaya Operasional, Arus KasAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan finansial rencana pengembangan Depot Air Minum Isi Ulang Akbar Pohan yang berlokasi di Laut Dendang, Sumatera Utara. Usaha depot air minum isi ulang memiliki peluang untuk dikembangkan karena air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perencanaan pengembangan usaha perlu mempertimbangkan kondisi pasar, kegiatan operasional, kebutuhan modal, serta kemampuan usaha dalam menghasilkan keuntungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik dan observasi terhadap kondisi usaha, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan dokumen yang relevan. Analisis mencakup profil usaha, kondisi operasional dan pemasaran, kebutuhan investasi, biaya operasional, penerimaan, keuntungan, serta kriteria investasi. Modal awal yang tercatat dalam laporan sebesar Rp60.325.000. Berdasarkan informasi wawancara dan asumsi yang digunakan, penerimaan kotor diperkirakan sebesar Rp21.000.000 per bulan, biaya operasional Rp16.400.000 per bulan, dan keuntungan bersih Rp4.600.000 per bulan atau Rp55.200.000 per tahun. Dengan asumsi umur proyek lima tahun dan tingkat diskonto 10%, laporan memperoleh nilai Payback Period sebesar 13,11 bulan, Net Present Value (NPV) sebesar Rp148.926.430, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 87,56%, Profitability Index (PI) sebesar 3,47, dan Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,18. Berdasarkan indikator yang dilaporkan, usaha memenuhi kriteria kelayakan finansial dengan asumsi tersebut. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik dalam merencanakan pengembangan usaha, terutama dalam mengelola modal dan mengendalikan biaya operasional. Namun, kelayakan tersebut bergantung pada kestabilan penjualan, penerimaan, dan biaya. Sebab itu, estimasi perlu diperbarui menggunakan data arus kas yang terverifikasi sebelum keputusan pengembangan dilakukan.
References
1. Adhikara, M. F. A. (2024). Sistem Informasi Akuntansi. University Press Universitas Esa Unggul.
2. Ananda, D., Ningrum, D. A., Adila, R., Ekonomi, F., Bisnis, D., Islam, U., Sumatera, N., Estate, M., & Deli, K. (2025). Studi Kelayakan Bisnis dari Aspek Keuangan, 3.
3. Aulia, R., & Dewi, S. (2024). Peran usaha air minum isi ulang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Padang Panjang ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 3(4), 208–221.
4. Bisnis, D. A. N. (n.d.). No Title.
5. Direktorat Jenderal Pajak. (2021). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2018.
6. Elsevier. (n.d.). Initial Investment. ScienceDirect Topics.
7. Farm, M., Pi, S., Pi, M., & Losu, F. N. (n.d.). Editor: La Ode Alifariki, S. Kep., Ns., M. Kes.
8. Fitriani, Y., Kadek, N., & Puspitasari, A. (2021). Pengaruh karakteristik wirausahawan pemula dalam upaya mencapai keberhasilan usaha, 59–66.
9. Gulo, A., Supit, C. J., & Rondonuwu, S. G. (2023). Analisis sistem pengolahan air minum pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu. TEKNO, 21(85), 1807–1819.
10. H., Nurhayati, & Akbar, A. A. (2019). Analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih untuk air minum pedesaan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia. Jurnal TEKNIK-SIPIL, 19(2), 1–6. https://doi.org/10.26418/jtsft.v19i2.52089
11. Ilhami. (2024). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2018, 10(9), 462–469.
12. Investopedia. (n.d.). Operating Expense (OPEX): What It Is and How to Calculate It.
13. Kasmir. (2017). Bab III Metodologi Penelitian, 16–28.
14. Khoirunisa. (2022). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2018, 9(1), 255–266.
15. Khotimah, B. A. B., Teori, D., & Tinjauan, D. A. N. (2016). 3_173210008_Bab_II, 4–14.
16. Kurniati, I. D., Setiawan, R., Rohmani, A., Lahdji, A., Tajally, A., Ratnaningrum, K., Basuki, R., & Wahab, Z. (2015). Buku Ajar.
17. Marlina. (2020). Air dan Kesehatan.
18. Nuha, A. U., Wafirotin, K. Z., & Wijayanti, I. (2026). Analisis kelayakan finansial dan non finansial usaha pupuk organik di Teaching Factory SMK 1 Pemda Ponorogo (Kampus 3 Pudak). Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(2), 1123–1139. https://doi.org/10.71456/sur.v4i2.1841
19. Oktaviani, J., Pramesti, G., Azizah, A., Purnamasari, E., Sulistiyani, E., Widyanti, D. V., Utomo, B. C., & Rahman, A. A. (2024). Jurnal PLANS, Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis. Sereal Untuk, 8(1), 51.
20. Pratiwi, P. A., Mashalani, F., Hafizhah, M., Sabrina, A. B., Harahap, N. H., & Siregar, D. Y. (2023). Mengungkap metode observasi yang efektif menurut pra-pengajar EFL. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 2(1), 133–149. https://doi.org/10.59059/mutiara.v2i1.877
21. Rahmawati, A., Halimah, N., & Setiawan, A. A. (n.d.). Ref Wwncara, 135–142.
22. RevoU. (n.d.). Analisis Risiko. RevoU Kosakata.
23. Sugiyono. (2016). Referensi metodologi penelitian. http://repository.unpas.ac.id/30474/7/BAB%20III.pdf
24. Sulistiyowati, W. (2019). Analisis Kelayakan Usaha. Umsida Press.
25. Yusri, M., Sukardi, D., & Asia, C. P. M. (2017). Faktor-faktor penyebab kegagalan bisnis pada, 2(April).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














