Anemia pada Kehamilan dengan Respons Terapi TTD Belum Optimal (Case Study Report Praktik Kerja Profesi Apoteker Studi Kasus Pemberian Obat Cacing pada Ibu Hamil dengan Anemia)

Authors

  • Syilfia Hasti Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • E Yustarie Hasmiarsih Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Afiza Kiki Ramadhani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Fara Difa Adella Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Risa Zahra Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Nur Triandini Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Febrina Alya Kamila Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14308

Keywords:

Anemia Kehamilan, Tablet Tambah Darah, Kecacingan, Obat Cacing, Ibu Hamil

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi yang memerlukan evaluasi menyeluruh ketika respons terhadap Tablet Tambah Darah (TTD) belum optimal. Studi kasus ini bertujuan menguraikan kondisi klinis dan perkembangan kadar hemoglobin, menganalisis rasionalitas penggunaan TTD dan kalsium laktat, serta mengevaluasi pertimbangan pemberian obat cacing dan Drug Related Problems pada ibu hamil dengan kemungkinan kecacingan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif berdasarkan data subjektif, objektif, pemeriksaan laboratorium, riwayat pengobatan, pemantauan kunjungan antenatal care pada Ny. D berusia 29 tahun di Puskesmas Sail pada Maret–Mei 2026, serta telaah literatur dan pedoman terkait anemia kehamilan dan obat antihelmintik. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin 10,2 g/dL pada 2 Maret 2026 dan 10,1 g/dL pada 13 Mei 2026, sehingga anemia masih berlangsung dan respons TTD belum optimal. Pasien telah menerima 180 tablet TTD, sedangkan terapi terdiri atas TTD 2 kali sehari dan kalsium laktat 500 mg sekali sehari. Kalsium perlu diberikan terpisah dari TTD dengan jeda minimal 2 jam untuk mengurangi hambatan absorpsi zat besi. Kemungkinan kecacingan belum dapat dipastikan karena pemeriksaan feses belum dilakukan. Kesimpulannya, penanganan memerlukan optimalisasi penggunaan TTD, edukasi kepatuhan, pemisahan waktu TTD dan kalsium, pemantauan Hb, serta pemeriksaan feses sebelum mempertimbangkan antihelmintik. Jika infeksi terkonfirmasi setelah trimester pertama, albendazole atau mebendazole dapat dipertimbangkan sesuai indikasi dan penilaian manfaat-risiko.

References

1. Alvarado-Gonzalez, J. C., Alvis-Zakzuk, N. R., Castillo-Saavedra, D. E., Lozada-Martinez, I. D., Picón-Jaimes, Y. A., Narvaez-Rojas, A. R., & Zakzuk, J. (2023). Impact of helminthiasis on gestational anemia in low- and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis of more than 19,000 women. Infezioni in Medicina, 31(1), 36–48. https://doi.org/10.53854/liim-3101-6

2. Caldrer, S., Ursini, T., Santucci, B., Motta, L., & Angheben, A. (2022). Soil transmitted helminths and anaemia: A neglected association outside the tropics. Microorganisms, 10(5), 1027.

3. Calvopina, M., Contreras, J., Cevallos, W., Lee, G., Levy, K., & Eisenberg, J. N. S. (2025). Diversity and prevalence of helminths and protozoa among pregnant women in tropical Ecuador: Implications for chemotherapy. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 112(2), 307–313.

4. Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Parasites—Soil-transmitted helminths: Resources for health professionals. U.S. Department of Health and Human Services.

5. Gyorkos, T. W., & St-Denis, K. (2019). Systematic review of exposure to albendazole or mebendazole during pregnancy and effects on maternal and child outcomes, with particular reference to exposure in the first trimester. International Journal for Parasitology, 49(7), 541–554. https://doi.org/10.1016/j.ijpara.2019.02.005

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

7. Li, Y., Cheng, Y., & Tang, N. (2024). Research progress on the effect of the interaction between calcium and iron on their absorption in the intestine. Food Science, 45(4), 323–335.

8. Lau, R., Chris, R. B., Phuong, M. S., Khatib, A., Kopalakrishnan, S., Bhasker, S., Raheel, H., Lecce, C., Yegorov, S., Mishra, S., & Boggild, A. K. (2020). Treatment of soil-transmitted helminth infections in pregnancy: A systematic review and meta-analysis of maternal outcomes. Journal of Travel Medicine, 27(2), taz079. https://doi.org/10.1093/jtm/taz079

9. Ness, T. E., Agrawal, V., Bedard, K., Ouellette, L., Erickson, T. A., Hotez, P. J., & Weatherhead, J. E. (2020). Maternal hookworm infection and its effects on maternal health: A systematic review and meta-analysis. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 103(5), 1958–1968. https://doi.org/10.4269/ajtmh.20-0503

10. Omotayo, M. O., Dickin, K. L., O'Brien, K. O., Neufeld, L. M., De Regil, L. M., & Stoltzfus, R. J. (2016). Calcium supplementation to prevent preeclampsia: Translating guidelines into practice in low-income countries. Advances in Nutrition, 7(2), 275–278.

11. Salam, R. A., Cousens, S., Welch, V., Gaffey, M., Middleton, P., Makrides, M., Arora, P., & Bhutta, Z. A. (2019). Mass deworming for soil-transmitted helminths and schistosomiasis among pregnant women: A systematic review and individual participant data meta-analysis. Campbell Systematic Reviews, 15(3), e1052. https://doi.org/10.1002/cl2.1052

12. Salam, R. A., Das, J. K., & Bhutta, Z. A. (2021). Effect of mass deworming with antihelminthics for soil-transmitted helminths during pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2021(5), CD005547. https://doi.org/10.1002/14651858.CD005547.pub4

13. World Health Organization. (2013). Guideline: Calcium supplementation in pregnant women. World Health Organization.

14. World Health Organization. (2017). Guideline: Preventive chemotherapy to control soil-transmitted helminth infections in at-risk population groups. World Health Organization.

15. World Health Organization. (2021). Deworming women during pregnancy has a positive effect on child survival and health. World Health Organization.

16. World Health Organization. (2023a). e-Library of Evidence for Nutrition Actions (eLENA): Deworming in pregnant women. World Health Organization.

17. World Health Organization. (2023b). WHO recommendations on maternal health: Guidelines approved by the WHO Guidelines Review Committee (2nd ed.). World Health Organization.

18. World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. World Health Organization.

Downloads

Published

13-10-2026

How to Cite

Hasti, S., Hasmiarsih, E. Y., Ramadhani, A. K., Adella, F. D., Zahra, R., Triandini, N., & Kamila, F. A. (2026). Anemia pada Kehamilan dengan Respons Terapi TTD Belum Optimal (Case Study Report Praktik Kerja Profesi Apoteker Studi Kasus Pemberian Obat Cacing pada Ibu Hamil dengan Anemia). Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 9819–9829. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14308