Ekstraksi Crude Tanin dari Biji Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Koagulan Alami untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14265Keywords:
Biji Pepaya, Tanin, Koagulan Alami, Maserasi, Limbah TahuAbstract
Limbah cair dari industri tahu memiliki kandungan zat organik yang tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi tanin dari biji pepaya (Carica papaya L.) melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, serta menguji efektivitasnya sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair tahu. Variasi waktu maserasi yang digunakan adalah 48, 60, 72, 84, dan 96 jam, sementara dosis koagulan yang diterapkan berkisar antara 3, 4, 5, 6, dan 7 mL untuk setiap 250 mL limbah. Parameter yang dianalisis meliputi kadar tanin (menggunakan spektrofotometri UV-Vis), pH, kekeruhan, TSS, dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi dicapai pada waktu maserasi 96 jam dengan nilai 6,10 mgTAE/g. Kondisi optimum diperoleh pada dosis koagulan 6 mL dengan waktu maserasi 96 jam, yang berhasil menurunkan TSS dari 680 mg/L menjadi 145 mg/L dan COD dari 1.120 mg/L menjadi 183 mg/L. Kedua parameter tersebut telah memenuhi baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Meskipun demikian, pH akhir (4,33) masih berada di bawah batas standar (6,0–9,0), sehingga diperlukan tahap netralisasi tambahan sebelum limbah dibuang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya berpotensi dikembangkan sebagai koagulan alami yang efektif dan ramah lingkungan. Pendekatan ekstraksi cair ini juga menawarkan keunggulan berupa kebutuhan dosis yang lebih rendah serta kadar tanin yang lebih terukur dibandingkan penggunaan bubuk biji secara langsung.
References
[1] Ariefianti, A. R., Rexita, M. K. H., & Budiono, A. (2024). Studi Literaur Pengaruh Berbagai Koagulan Terhadap Pengolahan Limbah Cair Tahu. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 10(4), 889–901. https://doi.org/10.33795/distilat.v10i4.6325
[2] Ba’adilla, S., Aditya, W. N., & Laksono, U. T. (2025). Pengaruh Biokoagulan dari Kulit Pisang Kepok dan Biji Kelor Terhadap Kualitas Limbah Cair Industri Tahu. Jurnal Agroindustri Pangan, 4(1), 1–17.
[3] Badan Standarisasi Nasional. (2004). SNI 06-6989.11-2004 Air dan air limbah - Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/6816-sni06-698911-2004
[4] Badan Standarisasi Nasional. (2005). SNI 06-6989.25-2005. Air dan air limbah - Bagian 25: Cara uji kekeruhan dengan nefelometer. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/6998-sni06-698925-2005
[5] Badan Standarisasi Nasional. (2019a). SNI 6989.2:2009 Air dan air limbah-Bagian 2: Cara uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/7861-sni698922009
[6] Badan Standarisasi Nasional. (2019b). SNI 6989.3-2019 Tentang Air dan air limbah – Bagian 3: Cara uji Padatan Tersuspensi Total (Total Suspended Solids/TSS) secara gravimetri. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/12245-sni698932019
[7] Dewi, A. B., Wulandari, C. D., & Setyobudiarso, H. (2025). Pemanfaatan Biji Pepaya Sebagai Koagulan Alami untuk Menurunkan Kadar Pencemar pada Limbah Cair Batik. Jurnal Enviro.
[8] Hariyanti, W., Masriani, M., Sasri, R., Sapar, A., Erlina, E., & Ersando, E. (2024). Determination of Total Tannin Content from Methanol Extracts of Various Species of Ferns (Pteridophyta). Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 12(2), 348. https://doi.org/10.33394/hjkk.v12i2.11597
[9] Ibrahim, A., Yaser, A. Z., & Lamaming, J. (2021). Synthesising tannin-based coagulants for water and wastewater application: A review. In Journal of Environmental Chemical Engineering (Vol. 9, Number 1). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.jece.2020.105007
[10] Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2014). Lampiran XVIII Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.
[11] Rauf, S. H., Isa, I., & Musa, W. J. A. (2021). Ekstraksi Senyawa Fenolik dari Biji Pepaya (Carica Papaya Linn). Jurnal Normalita, 9(3), 553–561.
[12] Robiah, Pramito, A. I. A., & Junaidi, R. (2026). Pembuatan Koagulan Alami dengan Proses Maserasi untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. Jurnal Teknologi Kimia Mineral, 1–7.
[13] Surbakti, C. I., Tarigan. Modesta, & Ginting, G. A. (2023). Evaluasi Pengujian mutu biji pepaya (Carica papaya L.) yang di ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6, 1303–1312.
[14] Taminggu, E. R., & Tahril, T. (2022). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Pada Batang dan Daun Lamun (Seagrass) di Teluk Palu. Media Eksakta, 18(1), 6–11. https://doi.org/10.22487/me.v18i1.1016
[15] Vezar, S. A. N., Belinda, Z. T., Agustina, T. E., Nasir, S., Hanum, L., & Andarin, D. (2024). The Use of Carica papaya seeds as Bio Coagulant for Laundry Wastewater Treatment. Journal of Engineering and Applied Science, 71–99. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s44147-024-00438-2
[16] Wilorianza, R., Emelda, E., Munir, M. A., & Fatmawati, A. (2023). The Effect of Solvent Concentration Against Specific and Non Specific Parameters of Standardization: Ethanolic Extract of Papaya Seed (Carica papaya Linn.). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 7(2), 105–113. https://doi.org/10.25026/jtpc.v7i2.577. https://doi.org/10.26594/register.v5i1.1382
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














