Penyalahgunaan Ruang Lingkup Publik “Pedestrian” di Kota Bandung oleh Kreator Livestream Sosial Media
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14257Keywords:
Ruang Publik, Pedestrian, TikTok, Kota BandungAbstract
Fenomena konten kreator TikTok yang melakukan siaran langsung di area pedestrian Kota Bandung menunjukkan adanya perubahan pemanfaatan ruang publik di tengah perkembangan budaya digital. Aktivitas tersebut menjadikan trotoar tidak hanya sebagai fasilitas mobilitas pejalan kaki, tetapi juga sebagai ruang ekspresi dan aktivitas ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas livestreaming TikTok terhadap fungsi trotoar sebagai fasilitas umum serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kenyamanan, keselamatan, dan pemanfaatan ruang publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian literatur, regulasi, artikel media massa, serta pengamatan terhadap aktivitas livestreaming pada media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan meninjau fenomena dari perspektif fungsi ruang publik, kenyamanan pejalan kaki, etika, dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan area pedestrian untuk aktivitas livestreaming dapat mengganggu fungsi utama trotoar sebagai jalur pejalan kaki. Penggunaan tripod, ring light, pengeras suara, dan aktivitas performatif berpotensi mempersempit ruang gerak serta mendorong pejalan kaki mendekati jalur kendaraan. Selain itu, aktivitas tersebut menimbulkan persoalan privasi, estetika, keamanan, dan territorialitas ruang publik. Oleh karena itu, diperlukan penataan yang adaptif melalui penetapan zona kreatif, regulasi dan pengawasan terpadu, edukasi etika digital, serta kolaborasi pemerintah dengan komunitas kreator agar ruang publik tetap aman, nyaman, inklusif, dan fungsional.
References
1. Alfian, R. A., & Pratama, Y. (2023). Live TikTok sebagai bentuk ekspresi dan ekonomi jalanan di ruang publik perkotaan. Jurnal Sosial dan Budaya Digital, 5(1), 12–23.
2. Andriani, R. (2020). Komunikasi pemasaran melalui aplikasi TikTok dalam mempromosikan destinasi wisata [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta]. https://core.ac.uk/.
3. Aulya, N. F. (2024). Strategi branding pelaku UMKM melalui live TikTok (Studi kasus pada trotoar Jalan Kiara Condong Bandung). Jurnal Komunikasi Interaktif, 2(1), 22–31.
4. Aulya, N. F. (2024). Strategi branding pelaku UMKM melalui live TikTok (Studi kasus pada trotoar Jalan Kiara Condong Bandung). Jurnal Komunikasi Interaktif, 2(1), 22–31.
5. Bahri, S. (2021). Kajian penataan jalur pejalan kaki koridor Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat. Jurnal Ilmiah Plano Krisna, 17(2), 80–103.
6. Damayanti, A. S., & Kania, L. (2023). TikTok sebagai ruang performatif: Studi etnografi live TikTok di kawasan Braga Bandung. Jurnal Ekspresi Budaya Digital, 3(2), 45–59.
7. Fakhriza, M., & Darwin, I. S. (2023). Faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan berjalan kaki di Jalan Otto Iskandardinata Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, 91–96.Beynon, D. (2013).
8. Irfan, M. F. (2023). Analisis komunikasi visual dalam konten live streaming TikTok di ruang publik. Jurnal Desain dan Komunikasi Visual, 10(1), 70–80.
9. Kompas TV. (2024, April 26). Kreator cari cuan dengan live TikTok di trotoar Kiaracondong, Kota Bandung. KompasTV. https://www.kompas.tv/nasional/588287/kreator-cari-cuan-dengan-live-tiktok-di-trotoar-kiaracondong-kotabandung
10. Lestari, I., & Suryanto, A. (2023). Fenomena tren live streaming pada media sosial dalam perspektif sosial [Laporan
11. Mao, J., Xiao, T., Jiang, Y., & Cao, Z. (2017). What can help pedestrian detection? In Proceedings of the IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (pp. 3127–3136).
12. Masengi, S. O., Pangemanan, S., & Kumayas, N. (2018). Koordinasi camat dalam penyelenggaraan ketertiban umum di Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Eksekutif, 1(1).
13. Nicodemus, D., Verdianta, S., & Febrian, Y. (2019). Desain penataan koridor pedestrian utama kawasan perdagangan Pasar Baru (Vol. 3).
14. Noor, T. R. (2017). Analisis desain fasilitas umum bagi penyandang disabilitas (sebuah analisis psikologi lingkungan). Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 2(2), 187–211.
15. penelitian, Universitas Semarang]. https://repository.usm.ac.id/
16. Rahmawati, D. (2023). Ekspresi remaja di ruang publik pada media sosial TikTok di era digital. Jurnal Komunikasi Digital, 1(2), 56–67.
17. Robertson, H. D. (1994). Pedestrian studies.
18. Rohimat, D. R., & Yulianti, E. (2023). Live streaming TikTok bagi Gen Z dapat meningkatkan pariwisata. Proceeding Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan, 1(1), 138–143.Mao, J., Xiao, T., Jiang, Y., & Cao, Z. (2017). What can help pedestrian detection? In Proceedings of the IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (pp. 3127– 3136).
19. Seyfried, A., Steffen, B., & Lippert, T. (2006). Basics of modelling the pedestrian flow. Physica A: Statistical Mechanics and Its Applications, 368(1), 232–238.
20. Sisiopiku, V. P., & Akin, D. (2003). Pedestrian behaviors at and perceptions towards various pedestrian facilities: An examination based on observation and survey data. Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour, 6(4), 249–274.
21. Sunarso, H. S., & SH, M. (2023). Hukum pemerintahan daerah di Indonesia. Sinar Grafika.
22. Yulianti, D., & Gunawan, H. (2023). Fenomena live streaming TikTok di ruang publik: Studi kasus Jalan Asia Afrika Kota Bandung. Jurnal Online Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan, 8(1), 1–14. https://jom.unpak.ac.id/Mao, J., Xiao, T., Jiang, Y., & Cao, Z. (2017). What can help pedestrian detection? In Proceedings of the IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (pp. 3127–3136).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














